Search

Category Archives: Travel

Pacu Jawi, atau balapan sapi ini merupakan kegiatan tradisional khas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Layaknya Karapan Sapi di Madura, walaupun sama-sama mempertandingkan sapi yang berlari, namun terdapat beberapa perbedaan, seperti area balapan yang berupa lintasan berlumpur, serta di dalam 1 putaran balapan, hanya ada sepasang sapi yang dikendalikan oleh…
Hampir setiap kota besar di dunia memiliki 1 bangunan yang menjadi lanskap atau simbolnya. Seperti misalnya Jakarta dengan Monas-nya, Yogyakarta dengan Tugu Yogya-nya, Perancis dengan Menara Eiffel-nya, dan masih banyak lagi. Ketika saya berkeliling Phnom Penh, akhirnya saya menemukan Independence Monument sebagai lanskap dari kota ini. Bangunan monumen tersebut kebetulan…
Sering merasa bingung tentang makanan saat traveling ke daerah yang muslimnya minoritas? Biasanya ini akan menjadi masalah penting saat kita berkunjung ke daerah atau negara yang muslimnya minoritas. Saya beberapa kali merasakan hal itu. Tapi biasanya sebelum berangkat ke daerah tujuan, saya sudah mempersiapkan beberapa trik untuk mensiasatinya. Dari beberapa…
Menikmati malam di kota Phnom Penh, sambil menyusuri sepanjang riverside akhirnya membawa saya tiba di night market. Cahaya lampu terasa sangat terang saat saya memasuki area night market. Tenda-tenda terpal tampak memenuhi kanan dan kiri area pasar. Mayoritas tenda yang berjualan di night market ini menawarkan berbagai nmodel pakaian. Sebagian…
Mengunjungi suatu daerah rasanya tidaklah lengkap apabila belum mengunjungi pasar lokalnya. Seperti yang saya lakukan saat mengunjungi Phnom Penh. Russian Market, atau dalam bahasa lokal dikenal sebagai Phsar Toul Tom Poung, merupakan sebuah kompleks pasar yang menjajakan berbagai macam barang. Untuk pecinta suvenir, pasar ini merupakan the must visit place!…
  Gunung Ijen bagi saya menyimpan begitu banyak misteri. Dua kali mengunjunginya, rasanya masih belum puas juga. Dan rasanya ga habis-habis sudut Ijen untuk dieksplor. Pertama ke Ijen, saya cukup surprise mendengar cerita dari pak Wito (guide saya waktu itu) tentang kehidupannya sebagai penambang belerang. Waktu saya tanya berapa banyak…
  โ€œKita camping yuk! Nendaโ€. Itu kalimat ajakan yang dilontarkan oleh seorang teman dan langsung saya iyakan tanpa berpikir panjang. Dan di sini lah saya.ย Jarum jam belum menunjukkan pukul 7 pagi ketika kaki saya menapaki halaman Stasiun Paledang di kota Bogor. Ya, pagi itu saya sedang menunggu kereta api Pangrango…