Tour De Belitung Timur 2013 #9 – Mengejar Sunrise di Pantai Serdang




Hoooaaaaaeeeemmmmm….. #nguletdikasur
Pagi semua…… #lirikjam #barujam4subuh
Ah, enak bener ini badan setelah bisa lempeng di kasur.
Dan pagi ini, saya bangun dengan badan yang seger. Siap untuk keliling lagi di Belitung Timur.
Setelah kemarin keliling ke Bukit Pangkuan, Open Pit, makan Mie Belitung Manlie, mengunjungi Danau Mangpayak, melihat indahnya Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im dan mencoba tradisi makan bedulang, hari ini masih seabreg kegiatan ngubek-ngubek Belitung Timur yang akan saya jalani.
Dan kegiatan pertama di hari ke-2 Tour De Belitung Timur 2013 ini adalah…….. berburu sunrise di Pantai Serdang.
Dan, ini saatnya cus ke kamar mandi. Let’s go!!!


sempurna!



Selesai mandi, ganti baju, wangi-wangi, saya mulai memeriksa tas kamera dan tentu saja tripod.
Ok, semua sudah siap.
Jam 5 teng, rombongan Tour De Belitung Timur 2013 meninggalkan penginapan menuju Pantai Serdang. Hi sunrise, wait for me……..


langitnya bikin betah



Bus bergerak menyusuri jalan aspal yang masih diterangi dengan lampu jalan yang menyala, suasana masih cukup gelap, membelah jalanan lengang di Kota Manggar.

Karena baru pertama kali ini ke Belitung Timur, saya tidak paham, bus berjalan ke arah mana? Yang jelas, harusnya ke arah Timur karena kami akan melihat sunrise pagi ini.
Kurang lebih 15 menit kemudian, kami tiba di hamparan pasir putih dengan pohon-pohon cemara besar yang tumbuh di atasnya.
Angin pantai subuh itu cukup kencang, membuat rok lebar yang saya kenakan mulai berkibar-kibar (ini rok ya… bukan bendera yang berkibar :p).
Saya bergegas berjalan ke arah bibir pantai. Suasana sudah mulai terang dengan semburat sinar kuning pucat di ufuk Timur.
Bergerak cepat karena takut kehilangan moment, saya bergegas mengeluarkan tripod dari kantongnya, memasang kakinya dan kemudian memasang kamera di atasnya.
Mulai mencari angle terbaik untuk menangkap moment sunrise pagi itu.


sunrise dan perahu Kater



Perlahan-lahan, langit di ufuk Timur mulai berganti warna.
Semburat kuning pucatnya menjadi semakin keemasan. Langit pun yang tadinya berwarna biru gelap mulai berubah menjadi terang.
Bulatan berwarna jingga perlahan-lahan muncul di ujung cakrawala Timur, bagaikan bola emas yang bersinar.
Gumpalan-gumpalan awan menjadikan lukisan pagi ini semakin sempurna.


perahu Kater, perahu tradisional Belitung



Melihat langit yang semakin terang, bola emas sang surya yang bergerak makin lama makin tinggi dan semakin terang, gumpalan awan yang menyebar di birunya langit, serta riak kecil gelombang yang menyapa bibir pantai, membuat lukisan alam pagi itu begitu sempurna.


Setelah mengambil beberapa foto, saya mulai beringsut untuk pindah lokasi.
Dengan menenteng tripod dan kamera, saya bergeser ke arah kiri, ke arah deretan perahu Kater warna-warni yang bersandar di pantai.


deretan pohon pinus di pagi itu



Melihat bias cahaya matahari yang menyinari perahu-perahu Kater itu, saya kembali memasang tripod dan menyiapkan kamera.
Jadi lah pagi itu, perahu Kater menjadi model foto saya.
Motret perahu Kater, done.
Saya kemudian mengalihkan pandangan ke arah kanan dari pantai.
Di ujung sana terlihat deretan pohon pinus yang menjulang tinggi, dengan daunnya yang runcing. Angin laut pagi ini yang cukup kencang menerpa daun-daun pinus, seolah menyanyikan sebuah senandung pagi, daun-daun pinus pun meliuk-liuk mengikuti tiupan sang bayu.
Suasana di sekitar pantai semakin terang.
Pagi itu sungguh menyenangkan, sunrise, wangi laut, paris putih, dan kicauan burung.
What can I say??? It was PERFECT!!!


mengejar pagi ^.*



Setelah matahari cukup tinggi dan sinarnya semakin panas, saya dan teman-teman kemudian kembali ke bus untuk meneruskan perjalanan hari ini.
Kami masih akan keliling-keliling di Belitung Timur lho…..
Ayo…ikut…



ini mbak Dewi dan mbak Sye Ing, teman seperjalanan di Tour De Belitung Timur






COMMENTS

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.