Tour De Belitung Timur 2013 #7 – Vihara Dewi Kwan Im




Setelah menikmati early sunset petang itu, perjalanan Tour De Belitung Timur 2013 masih akan dilanjutkan menuju destinasi terakhir di hari pertama ini. Kali ini saya dan teman-teman akan mengunjungi sebuah rumah ibadah dari etnis Tionghoa. Ya, saya akan berkunjung ke Vihara Buddhayana, atau yang lebih dikenal dengan nama Vihara Dewi Kwan Im.


anak tangga menuju bangunan utama vihara



Di petang yang mulai gelap itu, bus yang kami tumpangi melaju menuju lereng bukit yang berada di dekat pesisir Pantai Burung Mandi.
Kami tiba di halaman vihara dalam kondisi petang yang semakin gelap.
Kaki langit di ufuk barat sudah semakin meredup warna jingganya, menandakan malam akan segera menjelang.


tempat pembakaran dupa

Vihara Dewi Kwan Im merupakan bangunan kuno yang didominasi dengan warna merah dan putih, dan hiasan ukiran naga berwarna kuning keemasan. Dari halaman parkir, saya kemudian menaiki tangga yang terbuat dari semen yang dipagari oleh pilar-pilar beton berwarna putih dengan pegangan bercat merah.
Lumayan juga jumlah anak tangga yang harus disusuri sebelum mencapai bangunan utama yang digunakan sebagai tempat beribadah.


Di sebelah kanan dari tangga, ada bangunan terbuka seperti gazebo, dengan bangku-bangku semen di pinggirnya. Naik sedikit, masih di sebelah kanan dari tangga, terdapat bangunan terbuka yang ukurannya lebih kecil yang menjadi tempat pembakaran dupa.
Di sebelah kiri, agak naik ke atas dari bangunan yang digunakan untuk membakar dupa, terdapat bangunan utama dari Vihara Dewi Kwan Im.
Bangunan ini berupa rumah dengan sebuah teras dan 1 ruangan yang dibatasi dengan pintu jeruji yang terbuat dari besi. Di dalam ruangan terdapat altar tempat memanjatkan doa, dan juga tempat pembakaran dupa. Beberapa hiasan khas etnis Tionghoa juga terlihat ada di sana. Di dinding ruangan terlihat lukisan naga dengan warna merah dan kuning yang dominan.
Bau dupa menyeruak dari dalam ruangan hingga ke sekeliling komplek Vihara Dewi Kwan Im.
Di sekeliling vihara masih banyak terdapat pohon-pohon besar yang umurnya sudah puluhan tahun.
Adanya pohon-pohon besar ini membuat suasana di sekitar vihara menjadi sejuk dan udaranya segar.


tempat pembakaran dupa yang dipagari dengan kaca



Saya dan teman-teman sempat beristirahat sejenak di teras vihara sambil melihat pemandangan Pantai Burung Mandi yang terlihat dari atas.
Oh iya, Vihara Dewi Kwan Im ini dibangun kira-kira tahun 1747. Hanya saja tidak ada informasi detil yang saya dapatkan mengenai siapa dan bagaimana proses pembangunannya.


prasasti peresmian pemugaran Vihara Buddhayana alias Vihara Dewi Kwan Im



Setelah beristirahat  sejenak, dan hari pun semakin gelap, saya dan teman-teman mulai menuruni tangga vihara menuju bus yang telah menunggu di halaman.
Kami akan segera menuju penginapan yang telah disediakan, dan bersiap-siap untuk acara ramah-tamah dengan keluarga Disbudpar Belitung Timur.
Let’s go!!!


pemandangan dari atas vihara

Yes! I’m on Vihara Buddhayana a.k.a Vihara Dewi Kwan Im

Please follow and like us:
0

COMMENTS

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.