Tour De Belitung Timur 2013 #11 – Hunting Kopi, Pantai Olie Pier dan Pantai Bukit Batu

 
 
 
 

Acara saya dan teman-teman pagi ini akan dimulai dengan hunting kopi. Karena menurut teman-teman, kopi Belitung itu yummy banget. Akhirnya setelah berganti kostum (oh iya, untuk hari ini kami dibagiin polo shirt seragaman, warnanya ijo gonjreng, trua ada tulisan Tour De Belitung Timur 2013) kami pun berangkat ke Toko Sumber Coffee. Menurut informasi, di toko inilah dijual kopi Belitung yang enak banget itu.

Hmm….. wangi kopinya menyegarkan. Itu lah aroma yang menyapa hidung saya waktu pertama kali menginjak halaman Toko Sumber Coffee. Walaupun saya bukan penggemar kopi, tapi sesampainya di sana, tetap aja saya ikut belanja, sekedar oleh-oleh untuk di rumah dan kantor. 1 kantong kopi ukuran 0.5 kg dihargai 24 ribu. Dan saya cukup lah dengan membawa pulang 2 kantong ukuran 0.5 kg itu. Yuk kita lanjutkan perjalanan…

 
kopinya….. ditimbang…ditimbang…
 
 
jangan lupa bayar ya….
 
Selesai memborong kopi, perjalanan dilanjutkan. Kali ini tujuannya Pantai Olie Pier. Pantai Olie Pier terletak di Desa Lalang, dulunya pantai ini merupakan pelabuhan minyak yang digunakan untuk mensuplai kebutuhan minyak untuk perkantoran, kendaraan sekaligus stasiun pembangkit listrik tenaga diesel (EC). Di pantai ini dulunya terdapat dermaga besar sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal timah yang akan melakukan pengisian minyak sebelum membawa hasil-hasil penambangan ke luar Belitung. Namun saat ini, yang tersisa hanyalah dermaga tua dengan kondisi yang berupa reruntuhan. Di reruntuhan dermaga itu, saat ini sering digunakan sebagai tempat untuk memancing.
 
 
banyak pohon pinus di sepanjang pantainya
 
 
Pagi menjelang siang hari itu, Pantai Olie Pier terlihat lengang. Langit biru terang dihiasi beberapa gumpalan kecil awan putih. Udara cukup hangat, cenderung agak panas dengan hembusan angin yang lumayan kencang. Di pinggiran pantai terlihat beberapa pohon cemara yang meliuk-liuk mengikuti tiupan angin. Pepohonan perdu terliat seperti benteng hijau di sepanjang pantai. Gelombang laut cukup tenang, hanya ombak-ombak kecil yang singgah di bibir pantai. Pasir putihnya halus, dan panas :D
Ya iya lah, siang itu mataharinya terang benderang, jelas aja pasirnya panas :p
 
 
 
itu, di sana, reruntuhan dermaga yang dulu disinggahi oleh kapal-kapal timah
 
 
padang rumput yang meranggas di tepi Pantai Olie Pier
Selesai liat-liat laut di Pantai Olie Pier, saya dan teman-teman peserta Tour De Belitung Timur 2013 diajak untuk melihat pantai yang lainnya. Kali ini kami diajak ke Pantai Bukit Batu. Pantai Bukit Batu ini terletak di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur. Untuk memasukinya, pengunjung harus membayar entrance fee sebesar Rp 5.000. Karena untuk mencapai pinggir pantainya harus melewati jalanan yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 yang kecil, maka siang itu bus-bus yang mengantar kami harus diparkir di depan sebuah bangunan yang sepertinya merupakan tempat pertemuan. Bangunan dari beton yang tampak tak terawat, dengan lantai kayunya yang di beberapa tempat sudah muai bolong-bolong.
 
 
Dari parkiran, kami harus berjalan kaki menyusuri jalanan aspal yang hanya bisa dilewati mobil dengan ukuran kecil. Berjalan di tengah hari yang panas, dengan udara yang juga lumayan hangat, cukup membuat keringat membanjir deras. Jalanan aspal itu sedikit mendaki, membuat saya bertanya-tanya, pantai apa yang letaknya lebih tinggi dari jalanan yang sedang saya tapaki ini?
Berjalan sekitar 10 menit, sayup-sayup telinga saya menangkap suara ombak memecah pantai. Dan tak lama kemudian, di depan saya, dataran ini terputus oleh tebing batu, dan di bawah sana terbentang laut dengan airnya yang jernih.
 
 
laut, ombak dan tebing batu plus angin semilir, perfecto!!!
 
 
Pantas aja pantai ini disebut Pantai Bukit Batu. Di sepanjang pantai terlihat batu-batu besar, bahkan tebing-tebingnya pun merupakan tumpukan batu-batu besar. Dan konon, pantai ini merupakan pantai favorit dari bapak Gubernur DKI sekarang lho, yup ini katanya adalah pantai favoritnya pak Ahok.
 
 
Saya bergerak ke sisi kiri dari pantai. Di ujung tebing ada sebuah gazebo kayu. Dan apabila kita meihat ke bawah, batu-batu besar berwarna hitam seolah berserakan, namun membentuk formasi yang cantik. Dan seperti biasa, untuk mendapatkan foto yang “bersih”, saya harus bersabar menunggu teman-teman yang lain puas foto-foto. Setelah mereka naik lagi ke tebing, baru lah saya bisa mengambil beberapa scene di situ.
 
 
jalanan setapak di atas bukit batu
 
Setelah mendapatkan beberapa foto, kaki saya kembali menyusuri jalanan beton setapak di atas tebing. Suasana siang itu cukup terik, tapi deretan pohon-pohon besar yang tumbuh di sisi kanan dan kiri jalanan setapak itu mampu mengurangi panasnya sinar matahari siang itu. Dan anginnya… lumayan kencang, bikin adem.
 

 

laut, batu-batuan besar, ombak dan pasir coklat

 

itu, spot foto yang paling diminati, dan saya harus sabar menunggu semua selesai bernarsis ria
untuk bisa dapat obyek yang bersih seperti ini.. huft

 

Cukup explore Pantai Bukit Batu-nya, sekarang saatnya capcus ke destinasi selanjutnya.
Mau tau saya bakal mengunjungi apalagi? Yuk tetep pantengin lanjutannya….


let’s go to Belitung Timur…






Please follow and like us:
0

COMMENTS

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.