Tag Archives: TN Komodo

Pulau Rinca, Menjenguk Kadal Raksasa

EVY_1708

 

Setelah kemarin puas ber-sunset ria, disambung milky way dan diakhiri dengan sunrise bercampur kabut nan sendu di Pulau Padar, saya dan teman-teman kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan kami mengarah ke Pulau Rinca, salah satu pulau yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo bersama Pulau Padar, Pulau Komodo dan Gili Motang. Pulau Rinca termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dengan luas 19 hektar (sumber www.wikipedia.com).

 

komodorincamap
peta Pulau Komodo dan Pulau Rinca (sumber www.google.com)

 

Komodo yang ada di Pulau Rinca ini berjumlah sekitar 2.874 ekor yang hidup secara solitaire (tidak berkelompok). Selain Komodo yang menjadi hewan mayoritas, di pulau ini juga terdapat Rusa, Kuda, Kerbau, Burung Maleo dan Monyet. Walaupun Pulau Rinca ini belum setenar Pulau Komodo, tapi tidak sedikit turis, baik domestik maupun mancanegara yang memilih datang ke Pulau Rinca ini. Hal itu disebabkan karena jaraknya yang lebih dekat dari Labuan Bajo, juga karena jumlah Komodo yang ada di pulau ini lebih banyak dan lebih gampang ditemui daripada di pulau Komodo.

Sebelum sampai ke Pulau Rinca, kita belajar sebentar tentang Komodo yuk!

Komodo (bahasa latinnya Varanus Komodoensis) merupakan spesies Kadal terbesar yang ditemukan di pulau Rinca, Komodo, Padar, Flores dan Gili Motang. Panjang tubuh dari Komodo bisa mencapai 3 meter dengan berat sekitar 70 kilogram (hiiii….. gede banget yak :D). Komodo ini hanya kawin 1 kali dalam setahun, sepanjang Juni – Agustus. Usia produktif Komodo untuk bereproduksi adalah 7 – 8 tahun.

Komodo jantan biasanya mengikuti Komodo betina yang diincarnya. Dan Komodo jantan akan saling berkompetisi untuk mendapatkan betinanya.

Komodo betina akan bertelur sekitar 15-30 butir. Telur itu kemudian disimpan di dalam “kandang” yang berupa sebuah lubang vertikal dan horisontal di bawah permukaan tanah sepanjang 2 meter. Telur akan diletakkan pada bulan Agustus – September.  Dan menetas sekitar bulan April setiap tahunnya, di saat serangga sedang pada puncak populasinya. Komodo betina kemudian akan menjaga sarangnya sampai musim penghujan datang, di mana hujan akan memadatkan tanah di sekitar sarangnya sehingga jejak telur Komodo tidak tercium oleh predator pemangsa. Komodo betina juga akan membuat beberapa sarang palsu di sekitar sarang aslinya untuk mengelabui predator yang akan memangsa telur-telurnya. Telur Komodo akan menetas dalam waktu 8-9 bulan. Penetasan telur Komodo ini tergantung dengan suhu di dalam tanah. Dari keseluruhan jumlah telur yang ada, hanya sekitar 20% yang akan berhasil menetas.

Setelah menetas, anak Komodo biasanya hidup di atas pohon untuk menghindari predator yang akan memangsanya. Selama berada di atas pohon, anak Komodo tumbuh dan berkembang dengan memakan Tokek, Tikus, burung, serangga dan lain-lain.

Nah, selesai belajar tentang Komodo-nya, sekarang kita lihat apa yang akan kami temukan di Pulau Rinca?

 

EVY_1687
ini dermaga kayu yang menjadi pintu masuk ke Pulau Rinca

 

Kapal Halma Jaya yang saya dan teman-teman naiki sampai di depan sebuah dermaga kayu kecil di kawasan Loh Buaya. Di ujung jembatan kayu saya melihat sebuah papan peringatan yang bertuliskan “Be careful, Crocodile Area” lengkap dengan gambar buaya di sudutnya. Hiiiiiiiii……. Serem ya….. serius nih banyak buaya di sini? #terusmelipirgaberanidekatdekatair :D

 

EVY_1688
Be Careful Crocodile Area!!

 

EVY_1691
dari dermaga bisa melihat ikan-ikan yang ada di dasar laut

 

Dermaga kayu kecil itu terhubung dengan sebuah jembatan kayu kecil berakhir pada sebuah pintu gerbang dengan tulisan “LOH BUAYA”. Di depan gerbang telah menunggu beberapa bapak ranger yang akan mengantarkan kami untuk melihat spesies terbesar dari Kadal. Iya, kami akan melihat Komodo. Walaupun sedikit takut, karena berdasarkan informasi yang pernah saya baca, Komodo merupakan hewan buas dengan daya penciuman yang sangat tajam.

 

EVY_1692
peraturan yang berlaku di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca

 

Saya dan teman-teman sempat menunggu sejenak sebelum kemudian kami dengan dikawal sekitar 5 orang ranger mulai memasuki kawasan Taman Nasional Komodo yang ada di Pulau Rinca ini. Dari gerbang kami bergerak ke arah kanan mengikuti jalanan tanah yang merupakan akses keluar masuk satu-satunya ini. Jalanan tanah merah ini dibuat lebih tinggi dari kawasan di sekelilingnya, dan dibatasi dengan beton di kanan kirinya sebagai pembatas. Saya dan teman-teman terus mengikuti para ranger yang akan mengantarkan kami untuk melihat Komodo. Di depan kami sekarang terpampang sebuah gerbang selamat datang “Selamat Datang di Taman Nasional Komodo”. Gerbang ini terbuat dari beton cor dengan patung Komodo di kiri dan kanannya.

 

DSC_4848
hello….. we are here….. (courtesy by mas Har)

 

IMG_8789
say…… haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiii……… (courtesy by mas Har)

 

EVY_1695
Selamat Datang di Taman Nasional Komodo

 

EVY_1693
mari kita menjenguk Komodo

 

EVY_1694
papan promosi dalam rangka Sail Komodo di tahun 2013 yang lalu

 

Melewati gerbang selamat datang, mata saya disuguhi hamparan tanah kosong yang luas. Dengan latar belakang perbukitan yang gundul, coklat kering meranggas, ditambah matahari yang bersinar terik. Beberapa pohon kecil terlihat masih menyisakan daun hijaunya beberapa. Saya terus mengikuti rombongan hingga akhirnya kami tiba di kawasan yang ditumbuhi beberapa pohon rindang yang cukup besar. Dan di bawah pohon itu saya akhirnya melihat seekor Komodo besar yang sedang berteduh. Oh iya, Komodo ini hewan berdarah dingin sehingga di saat siang hari mereka lebih memilih untuk tidur dan beristirahat di bawah pohon atau tempat teduh lainnya (mungkin Komodonya takut hitam ya :p).

 

EVY_1697
tanah lapang, kering, dan matahari yang terik, kombinasi yang perfect ya untuk menggosongkan kulit :D

 

EVY_1699
itu dia! Varanus Komodoensis

 

EVY_1700
walaupun Rusa adalah makanannya, tapi siang itu Komodonya cuek aja walau ada Rusa di dekatnya

 

EVY_1704
Rusa, juga merupakan hewan yang cukup banyak di TN Komodo ini

 

Di bawah pohon itu saya juga melihat beberapa ekor Rusa yang sedang leyeh-leyeh. Dan walaupun Rusa merupakan makanan Komodo, tapi Komodo yang saya lihat sepertinya anteng-anteng saja dengan keberadaan Rusa di sekitarnya (mungkin udah kenyang ya…).

 

EVY_1702
di bagian depan kawasan TN Komodo, pemandangan seperti ini yang akan ditemui

 

EVY_1703
musim kemarau panjang membuat pohon-pohon yang ada menjadi kering dan meranggas

 

EVY_1707
itu adalah rumah kayu yang menjadi tempat tinggal ranger selama bertugas di TN Komodo

 

Saya kemudian melihat sebuah rumah kayu dengan ukuran yang cukup panjang, yang merupakan tempat tinggal bagi para ranger selama bertugas di Pulau Rinca ini. Dan di sekitar rumah kayu itu terlihat beberapa ekor Komodo yang sedang berjalan mencari tempat berteduh. Asli deh, rasa penasaran, takut, serem, pengen foto jadi satu. Tapi sepertinya rasa penasaran saya kalah dengan rasa takut dan was-was. Walhasil saya hanya berani mengambil foto dari jauuuuuuuhhhhhh…… Dengan memaksimalkan jangkauan zoom dari lensa kamera, akhirnya saya berhasil mendapatkan beberapa foto dari para Komodo itu. Untuk selfie? Makasiiiiiiiiihhhhh….. serem liat cakarnya yang gede itu :p

 

EVY_1710
hai Komodo…. #dadahdadahdarijauh

 

EVY_1711
siapa yang ga serem coba? liat cakarnya yang tajam + badannya yang segede itu

 

Perjalanan kami masih berlanjut. Kali ini kami melewati deretan pohon-pohon yang meranggas karena kemarau yang panjang ini. Daun-daunnya berguguran memenuhi tanah di sekitarnya. Dahan-dahan pohon itu gundul. Di sana saya menjumpai seekor Komodo betina yang sedang berjaga di sekitar sarangnya. Hmm….. berarti ada telur yang sedang dijaganya, yang akan menetas sekitar bulan April nanti. Dan pastinya banyak sarang-sarang palsu juga di sekitar situ.

 

EVY_1714
pohon-pohon kering dengan hamparan dedaunan yang gugur menjadi pemandangan yang menarik di sepanjang TN Komodo

 

EVY_1715
jalannya harus mengikuti para ranger itu, karena mereka sudah sangat hapal dan menguasai TN Komodo

 

EVY_1716
itu adalah Komodo betina yang sedang menjaga sarangnya

 

EVY_1718
perjalanan dilanjutkan melewati hamparan daun yang gugur dan pohon-pohon yang mengering

 

Perjalanan terus berlanjut. Kali ini saya tiba di kaki sebuah bukit kecil dengan rumput-rumput kering di kanan kiri jalan setapak yang saya lalui. Pulau Rinca ini merupakan pulau dengan bukit-bukit kecil, yang sangat cantik apabila dilihat dari atas. Rombongan saya dan teman-teman mulai terbagi menjadi beberapa kelompok. Kaki ini mulai terasa berat untuk menaiki bukit yang kata mas-mas ranger-nya sih ga tinggi. Tapi tetap saja saya merasa kaki ini berat banget untuk terus mendaki. Tapi ketika mata melihat sekeliling, huuuuaaaaaaa…… cakep banget………

 

DSC_4902
ayo… semangat sampe puncak bukitnya!!! (courtesy by mas Har)

 

EVY_1719
ayo… biar ga terasa capek, jalannya sambil foto-foto ya….

 

EVY_1720
semangat!!!

 

EVY_1737
kita harus sampe ke sana!

 

EVY_1738
padang rumput (kering), perbukitan, beberapa pohon, ah… jadi kepikiran mau camping kan?

 

Gundukan-gundukan bukit, saling berbaris menyusun bentuk yang indah. Di lembahnya terlihat beberapa pohon rindang yang masih menyisakan daun hijaunya. Dengan warna coklat kering yang mendominasi, warna hijau dari pohon dan perdu itu bagaikan pemanis di sebuah lukisan. Dan ketika saya menoleh ke sebelah kiri, terlihat lah lautan nan luas berwarna biru nun jauh di sana. Ditambah langit biru cerah dengan beberapa gumpalan awan, saya hanya bisa menarik napas panjang. Hilang semua capek dan panas yang saya rasakan di sepanjang perjalanan. Semua terbayar dengan pemandangan dan “rasa” yang saya saksikan dari atas bukit ini.

 

EVY_1721
pemandangan dari atas bukit di Pulau Rinca

 

EVY_1722
lihat sekeliling, pemandangannya seperti ini semua…. cakeeeeeeppppp….

 

EVY_1736
lihat, di sana ada laut!

 

EVY_1734
akhirnya ada foto bareng juga ya Lis, Win, Ky… :p (makasih mas ranger yang udah motoin)

 

EVY_1730
serasa ga ingin pergi dari tempat ini

 

EVY_1729
kebayang ya kalau bukit ini menghijau, pasti indah banget

 

EVY_1728
langit ikut bikin perjalanan ini menyenangkan, cerah…..

 

Setelah melintasi bukit dengan pemandangan yang spektakuler itu, akhirnya saya dan teman-teman tiba kembali di depan bangunan kayu yang menjadi titik kumpul bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Rinca ini. Dan yang saya cari adalah…… minuman dingin…….. #glek

 

EVY_1739
haus… haus… mana minuman dinginnya???

 

Sebotol minuman dingin habis tandas melewati tenggorokan saya. Segaaaaaaarrrr……

 

EVY_1740
ini bangunan kantor tempat penjualan tiket untuk berkeliling di TN Komodo yang ada di Pulau Rinca

 

Setelah beristirahat sejenak, akhirnya saya dan teman-teman harus meninggalkan Pulau Rinca ini. kami akan melanjutkan perjalanan menuju sebuah pulau kecil yang cantik lainnya, sebelum menuju Labuan Bajo yang menjadi titik akhir dari perjalanan Sailing Trip Komodo ini. Hiks…. sedih, perjalanan ini sudah hampir berakhir :(

 

EVY_1741
mari kita pulang…..

 

Melewati jalan setapak, gerbang selamat tinggal, akhirnya saya tiba di dermaga kayu kecil itu lagi. Dan…. dermaganya sekarang ramai sekali. Kapal-kapal berbaris rapi di ujung dermaga.

 

EVY_1749
waktu nunggu kapal, liat ini nih di dekat gerbang masuk

 

EVY_1744
waktu datang, dermaganya masih sepi, sekarang rame banget

 

EVY_1745
yang mana kapal kita?

 

Bye… bye… Komodo…. See you again Rinca….

 

IMG_6054
bukti nih kalau beneran udah sampe di TN Komodo, Pulau Rinca

 

 

 

Gili Laba, The Place You Must Hike Once in A Lifetime

EVY_1410

 

 

Di pagi ke-3 ini, kembali saya dan teman-teman terbangun dengan masih ditemani oleh ayunan lembut gelombang di sekitar kepulauan Taman nasional Komodo. Setelah kemarin berbasah-basah ria, hari ini apa yang akan saya temui?

Dan pagi ini, ketika kapal berjalan semakin melambat, dan suara mesin pun perlahan menghilang, di depan mata saya telah terbentang salah satu pemandangan paling indah di Indonesia. Bukit-bukit berwarna coklat terbentang sambung-menyambung, sangat kontras dengan gradasi air yang menjadi foreground-nya. Gili Laba!

 

EVY_1421
Gili Lawa Darat a.k.a Gili Laba

 

Gili Laba, atau yang dikenal sebagai Gili Lawa Darat merupakan “pintu gerbang” menuju Taman Nasional Kepulauan Komodo. Gili Laba terbagi 2, yaitu Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut. Letak ke-2 Gili ini berseberangan, Gili Lawa Darat terletak di antara Gili LAwa Laut dan Pulau Komodo.

 

EVY_1423
perbukitan di Gili Laba, atau yang dikenal dengan Gili Lawa Darat, “gerbang” menuju Taman Nasional Komodo

 

Kapal kecil putih pun telah siap untuk mengantarkan saya menjejakkan kaki di salah satu pulau yang ada di depan sana. Gemericik air laut yang memercik di samping kanan kiri kapal terasa segar, belum lagi angin laut yang terasa harum di hidung, hmm…. pagi ini perfect banget. Bahagia :)

Tidak berapa lama, kaki saya pun menjejak pasir putih nan halus yang terbentang luas membatasi laut dan perbukitan. Hati pun bimbang, main air atau mendaki bukit tanah berpasir? Angin laut yang menyapa, membuat ilalang kering di sabana serempak bergoyang, dan akhirnya memaksa kaki saya untuk menapaki jalan setapak menuju perbukitan.

Hari belum terlalu siang, tapi matahari telah bersinar dengan sempurna, dan cukup membuat keringat perlahan keluar menembus pori-pori di sekujur tubuh saya. Baiklah, mari kita mendaki! Mari kita lihat ada apa di atas bukit sana.

 

EVY_1424
tepian Gili Laba bercampur antara pasir dan batuan laut kasar

 

kapal kami parkir di area yang tidak ber-coral
kapal kami parkir di area yang tidak ber-coral

 

Menapaki jalan tanah berpasir coklat dengan padang ilalang di sekitarnya, serta beberapa pohon perdu yang berusaha mempertahankan kehijauan daunnya di tengah musim kemarau yang sangat panjang ini. Angin yang bertiup membuat butiran halus debu tanah coklat beterbangan setiap kaki menjejaknya. Sepanjang perjalanan menuju puncak bukit, mata saya tak henti berkedip dengan landscape yang terbentang luas ini. Benar adanya, surga itu ada di Indonesia! Lautan luas dengan warna airnya yang bergradasi, pulau-pulau kecil terlihat sambung-menyambung membentuk gugusan cantik bak lukisan.

 

tidak ada spot yang tidak indah di sepanjang Gili Laba
tidak ada spot yang tidak indah di sepanjang Gili Laba

 

dari atas, terlihat jelas hamparan coral di dasar lautan
dari atas, terlihat jelas hamparan coral di dasar lautan

 

pemandangan dari atas Gili Laba
pemandangan dari atas Gili Laba

 

Dan sesampainya di puncak pertama setelah berjalan kurang lebih 30 menit, ketika saya memutar badan sejauh 180 derajat……. di depan mata saya terbentang salah satu landscape terindah yang pernah saya lihat. Hey Indonesia, you are so beautiful! You are a masterpiece!

 

EVY_1413
what a beautiful landscape?!

 

gugusan pula, lautan luas dan kapal-kapal yang berlabuh, menjadi pemandangan yang sangat cantik
gugusan pula, lautan luas, kapal-kapal yang berlabuh, sabana coklat dengan perdu-perdu hijau menjadi pemandangan yang sangat cantik

 

What can I say? Pemandangan yang ada di depan mata saya membuat saya terdiam. Tuhan bekerja dengan caranya. Rasa syukur tak henti terucap. Trip yang awalnya hanya untuk refreshing, menghilangkan penat dan jenuh, ternyata membuat saya bisa lebih memaknai hidup. Lebih bersyukur. Tanpa pernah berharap akan mendapatkan seluruh keindahan ini, ternyata yang saya dapatkan dari perjalanan ini sungguh tak terkira.

Dan seperti biasa, di puncak bukit pun terjadi antrian untuk berfoto di spot favorit. Dan antriannya…. panjaaaaaaaaannnnngggggg……

 

antrian foto di spot favorit di puncak Gili Laba
antrian foto di spot favorit di puncak Gili Laba

 

EVY_1403
antri, sambil update status :D

 

EVY_1402

itu mas-mas ABK yang setia nemani kami selama 4 hari 3 malam menjelajah TN Kepulauan Komodo…. terima kasih mas ABK!

 

EVY_1395
“lapor dulu sama ayang di rumah” <– kata Ripar :D

 

Puas menikmati indahnya landscape, saya dan teman-teman bergerak menuruni bukit. Perjalanan kami masih panjang, masih banyak destinasi yang pastinya tidak kalah cantik yang akan kami datangi.

 

EVY_1407
pulang? belum dong… kita akan menjelajahi dan melihat keindahan Indonesia lainnya…. let’s go!

 

EVY_1409
dan…… nemu cowok brewok berpayung di Gili Laba :p