Menelusuri Peninggalan Perang Dunia II di Morotai Lewat Koleksi Unik pak Muhlis Eso

Menelusuri Peninggalan Perang Dunia II di Morotai Lewat Koleksi Unik pak Muhlis Eso

  Kalau berkunjung ke Morotai jangan sampai tidak singgah ke Jalan Amerika, Desa Tubela, Bom Magolong! Apalagi untuk pecinta sejarah. Itu adalah tempat yang wajib dan harus dikunjungi. Memangnya ada apa di sana?   Let me tell you a story…. Di Desa Tubela, berdiri sebuah rumah permanen berdinding semen kasar, berada di tengah kebun kelapa. Di dinding bagian luar rumah terbentang sebuah bendera Merah Putih panjang, dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah papan nama sederhana bertuliskan:…

Read More

Berkunjung ke “Bekas Rumah Presiden Soeharto” di Weda

Berkunjung ke “Bekas Rumah Presiden Soeharto” di Weda

  Di pagi menjelang siang hari itu, sepulang mengelilingi Weda menggunakan perahu, saya diajak bu Tantry untuk singgah ke rumah Nenek Jubaeda Samdi. Kebetulan hari itu adalah hari terakhir saya di Weda, sebelum menyeberang ke Tidore. Hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit (kami berangkat langsung dari daerah pelabuhan), akhirnya kami tiba di depan sebuah rumah bercat dan berpagar putih. Kondisi rumah terlihat sepi, namun pintu rumah dalam keadaan terbuka. Bu Tantry mengucap salam, dan…

Read More

Year-End Trip #1 – Ternate, Finally I Met You

Year-End Trip #1 – Ternate, Finally I Met You

  Roda pesawat yang saya tumpangi akhirnya menyentuh aspal hitam landasan pacu Bandara Sultan Babullah. Penerbangan panjang sejak pukul 23.00 waktu Jakarta itu akhirnya selesai juga pukul 08.25 waktu Ternate. Huft…… perjalanan yang cukup panjang.     Keluar dari lambung pesawat, sinar matahari terasa menggigit di kulit, dan membuat saya harus memicingkan mata untuk melihat sekeliling. Sembari menunggu bagasi keluar, saya sempat memperhatikan ruang kedatangan di Bandara Sultan Babullah ini. Bandara Sultan Babullah ini tidak…

Read More

Serenceng Dongeng di Tepi Sungai Thames

Serenceng Dongeng di Tepi Sungai Thames

  Ariel: “Haaa, itu dua pangeran Bantam yang bikin seantero kota demam! Sungguh beda dari lakon tokohmu, Caliban, mereka tak bertaring pun berbulu! Yang dibayangkan Shakespeare tentang orang Timur, huh, ternyata ngawur!” Caliban: “Sebaliknya, mereka nampak beradab. Lihat berdirinya — sungguh tegap! Dari ujung sorban hingga ujung kasut, sutra Shantung membalut Pisau kesatria yang disebut keris? Bertahta berlian, safir, dan amethyst!” (diambil dari cuplikan percakapan pentas Serenceng Dongeng di Tepi Sungai Thames by Teater Koma)    …

Read More