Tag Archives: Kuliner

Desa Jaya – Desa Penghasil Roti Sagu di Tidore

 

Desa Jaya (biasa disebut Jay – dibaca Jayi) yang terletak di kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, provinsi Maluku Utara merupakan desa penghasil roti sagu. Siang itu, saat saya mengunjungi Desa Jay, suasana terasa tenang. Kami tiba di rumah Ci Anti, yang sehari-harinya membuat roti sagu sebanyak kurang lebih 300 lembar. Roti berukuran sekitar 15 – 25 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm ini dibuat dengan cara yang masih sangat sederhana. Roti ini nantinya akan dijual seharga Rp 10.000 untuk 6-7 lembarnya.

 

mesin parut, pembuat tepung tapioka

 

tepung tapioka, bahan dasar untuk membuat roti sagu

 

Saya berkesempatan melihat langsung proses pembuatan roti sagu. Roti sagu yang dibuat CI Anti berbahan dasar tepung tapioka (singkong/ubi kayu). Singkong atau Ubi Kayu yang telah dikupas dan dicuci bersih harus diparut terlebih dahulu dengan menggunakan sebuah mesin parut sederhana. Kemudian hasil parutan tersebut diperas untuk mengeluarkan sisa-sisa air yang masih terkandung di dalamnya. Hasilnya adalah tepung tapioka yang bertekstur halus dan sedikit lembap, namun tidak menggumpal.

 

cetakan roti sagu yang terbuat dari gerabah, dibakar di atas tungku tradisional hingga membara

 

cetakan roti sagu yang telah dibakar dan siap digunakan untuk mencetak lembaran roti sagu

 

kain dengan tangkai panjang yang digunakan untuk membersihkan sela-sela cetakan roti sagu sebelum diisi dengan tepung

 

Tepung yang telah melalui proses pemerasan kemudian akan dimasukkan ke dalam cetakan roti sederhana. Namun sebelumnya, cetakan tersebut telah dibakar di atas bara hingga panas. Sebelum tepung tapioka dimasukkan ke dalam cetakan, cetakan harus dibersihkan dengan menggunakan kain kecil yang berfungsi sebagai lap untuk membuang arang/debu pembakaran.

 

bambu yang digunakan sebagai alat bantu saat pengisian tepung ke cetakan – bagian yang dilubangi harus diletakkan tepat di atas lubang cetakan agar tepung bisa memenuhi cetakan

 

cetakan yang telah penuh diisi tepung tapioka

 

cetakan yang telah diisi dengan tepung kemudian didiamkan agar tepung matang

 

Setelah cetakan dibersihkan, kemudian tepung tapioka dimasukkan dengan menggunakan bantuan sebuah bambu yang bagian tengahnya telah dilubangi. Bambu ini berfungsi agar tepung yang dimasukkan ke dalam cetakan tidak tumpah karena lubang cetakan yang cukup kecil, kurang lebih hanya berukuran 1 cm. Tepung dituangkan ke atas bambu dengan menggunakan tangan, kemudian diratakan hingga memenuhi cetakan. Hal ini dilakukan untuk 10 lubang cetakan yang ada di dalam 1 cetakan besar. Setelah seluruh lubang cetakan dipenuhi dengan tepung, cetakan didiamkan sekitar 5-10 menit. Dan roti sagu sudah bisa dikeluarkan dari cetakan. Panas dari cetakan yang telah dibakar di dalam bara akan membuat tepung tapioka matang.

 

lembaran roti sagu yang telah matang dan siap dinikmati

 

roti sagu biasanya disajikan dengan segelas teh panas

 

Untuk roti sagu yang dihasilkan, rasanya masih original karena tidak diberi perasa atau aroma tambahan. Saat masih panas, roti sagu akan bertekstur lembut. Namun apabila telah dingin, maka teksturnya akan mengeras. Roti sagu biasanya dinikmati dengan segelas teh panas.

 

Ci Anti dan kegiatan pembuatan roti sagu di sudut dapurnya yang sederhana

 

Semoga cara pembuatan roti sagu secara tradisional ini tetap terjaga dan tidak hilang tergerus waktu.

 

Ternate – Transportasi, Akomodasi dan Kuliner

EVY_5632

Biasanya, sebelum merencanakan untuk pergi ke suatu daerah, saya sudah mengumpulkan informasi mengenai segala sesuatu yang akan dibutuhkan selama di sana, contohnya transportasi, penginapan, tempat kuliner, serta destinasi apa saja yang bisa didatangi. Di sini saya ingin bercerita mengenai transportasi, penginapan dan destinasi wisata yang sempat saya kunjungi selama Year-End Trip ke Ternate di akhir tahun kemarin.

I. Transportasi

Di Ternate, transportasi umum yang saya temui adalah angkot dan ojek motor. Untuk pengunjung yang membutuhkan transportasi yang lebih private, di sana banyak penyewaan mobil untuk berkeliling. Biasanya driver di sana merangkap juga sebagai tour guide, at least mereka paham destinasi-destinasi favorti yang biasa dikunjungi. Ini ada beberapa tips dalam menyewa mobil dan tour guide:

  1. Usahakan sudah mendapatkan transportasi sebelum berangkat ke Ternate. Sebaiknya cari informasi terlebih dulu dari mereka yang sudah pernah ke sana, biasanya akan diberi rekomendasi driver/tour guide;
  2. Pastikan bahwa harga yang kita inginkan telah disepakati dengan jelas. Karena, terkadang ada driver yang nakal, menaikkan tarif seenaknya dengan alasan ada tamu yang berani menawar dengan harga lebih tinggi, atau mengurangi jam penyewaan (umumnya harga yang ditawarkan adalah harga sewa selama 12 jam, biasanya sampai jam 8 malam);
  3. Sehari sebelum tiba di Ternate, informasikan penerbangan yang digunakan untuk memastikan waktu penjemputan;
  4. Berikan list destinasi yang akan dikunjungi supaya driver/tour guide bisa mengatur rute yang akan dilalui sehingga lebih efisien waktu;
  5. Apabila beruntung dan mendapatkan driver/tour guide yang paham dengan sejarah dan tempat-tempat unik di sana, berbahagialah J city tour pasti akan lebih menyenangkan.

Berikut beberapa tour guide/driver yang saya rekomendasikan:

  1. Rio – 081340366200;
  2. Gani – 081340536734;
  3. Ai – 08114315880.

II. Penginapan

Memilih penginapan untuk tempat beristirahat memang susah-susah gampang. Apalagi di daerah yang belum pernah kita kunjungi. Berikut beberapa penginapan yang sudah saya coba sendiri selama di Ternate.

  1. Hotel Surya Pagi
IMG_9585
Hotel Surya Pagi

Hotel ini terletak di Jalan Stadion No. 7, Tanah Tinggi Bar, Ternate Selatan, Kota Ternate. Bangunan hotel ini tidak lah baru. Dengan tembok berwarna krem dan kombinasi porselen putih. Bangunannya berlantai 3 dengan halaman parkir yang cukup luas. Di samping pintu masuk terdapat sebuah bangku besi panjang yang dicat putih dengan hiasan daun-daun berwarna kuning dan orange yang membuat kesan seperti sedang berada di taman bunga. Area front desk-nya luas dengan 2 set kursi tamu yang besar. Meja resepsionis berada tepat di depan pintu masuk, dengan meja kayu tinggi berwarna coklat dan beberapa pot bunga besar di sudut-sudutnya.

 

IMG_9583
area parikirnya luas

 

IMG_9581
kursi besi berwarna putih yang terdapat persis di samping pintu masuk Hotel Surya Pagi

 

IMG_9580
meja resepsionisnya penuh bunga

 

IMG_9496
lobi Hotel Surya Pagi

Saya mendapatkan kamar di lantai 2 yang terletak di bagian belakang. Dari area resepsionis, saya harus melewati lorong menuju bagian belakang hotel, melewati lorong yang ditata penuh bunga segar, kemudian berbelok ke kanan, melewati area tempat makan kemudian menaiki tangga beton. Saya dan teman-teman mendapatkan kamar nomor 215, 216 dan 217 yang letaknya saling bersebelahan. Kamar saya terdiri dari 2 tempat tidur single dengan sprei putih. Kamar mandi terletak di ujung kanan kamar, persis di sebelah meja porselen dengan kaca besar di atasnya. Kamar mandi menggunakan shower dan toilet duduk, serta sebuah wastafel yang terletak persis di sebelah kiri pintu masuk.

 

IMG_9571
kamar dengan twin bed

 

IMG_9573
meja porselen dengan kaca besar di atasnya, persis di sebelah pintu kamar mandi

 

IMG_9499
toilet duduk dengan shower dan wastafel

Kebersihan kamar cukup baik, begitu pula dengan kamar mandinya. Karena kamar saya berada di bagian tengah, konsekuensinya adalah tidak memiliki jendela. Kamar yang memiliki jendela adalah kamar nomor 215 yang letaknya di sebelah kiri kamar saya, ada sebuah jendela besar dengan tirai coklat bermotif.

 

IMG_9503
kamar 215 dengan jendela besar di sisi kirinya

 

IMG_9577
215 – 216 – 217

 

IMG_9579
rate kamar di Hotel Surya Pagi

Lokasi hotel ini sangat strategis karena hanya sekitar 15 meter dari persimpangan Jalan Kapitan Pattimura yang dilewati oleh angkutan umum. Oh iya, yang istimewa dari Hotel Surya Pagi adalah sarapannya. Hmm…. yummy dan bikin ingin nambah, lagi… lagi…. dan lagi….. Menu nasi dengan ikan khas, pisang goreng (asli, ini pisangnya enak banget! Saya sukses menghabiskan 3 potong besar pisang goreng saat sarapan) dan roti dengan berbagai toping, dijamin bikin kenyang. Dan yang terpenting, sarapan tersedia mulai jam 7 hingga jam 10 pagi, sepuasnya!

 

IMG_9587
dari persimpangan ini, beberapa angkutan umum lewat dengan berbagai tujuan

 

IMG_9589
act as a local, ceritanya lagi nunggu angkot untuk ke Pelabuhan Bastiong

 

 

2. Hotel Austine

IMG_0849
pemandangan Gunung Gamalama dari jendela kamar di lantai 3

Hotel kedua yang saya jadikan tempat menginap saat di Ternate adalah Hotel Austine, terletak di Jalan Christina Martha Tiahahu No. 188, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate. Hotel ini terbilang cukup baru dilihat dari kondisi bangunannya. Tersedia 2 jenis kamar, with view dan no view. Apabila ingin mendapatkan kamar dengan pemandangan Gunung Gamalama, mintalah kamar di lantai 3. Kondisi kamar rapi dengan kamar mandi yang bersih. ada kaca besar yang memisahkan kamar tidur dan kamar mandi, jadi agak berasa seperti di dalam akuarium, but don’t worry, ada tirainya kok. Untuk menu sarapan, I think it’s so so lah… :D

 

IMG_0812
this is my room, at third floor with view

 

IMG_0810
TV yang selama menginap tidak pernah dinyalakan (in every hotel), holiday = no TV

 

IMG_0813
toiletnya bersih banget

 

IMG_0816
shower with hot and cold water

 

IMG_0815
kamari tidur dilihat dari kaca besar yang ada di dinding kamar mandi

 

IMG_0835
restoran yang terletak di lantai 1

 

IMG_0834
menu sarapan pagi kali ini

Hotel ini dekat dengan Pasar Swering yang menjual kerajinan khas Ternate yang terbuat dari besi putih. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit dari hotel. Selain itu, hotel ini juga dekat dengan Pantai Falajawa, hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit untuk mencapai pantai dengan berjalan kaki. Point plus dari hotel ini, stafnya sangat helpfull dan friendly. Menyenangkan.

 

IMG_0838
jalanan di samping hotel menuju Pasar Swering

 

IMG_0839
Pasar Swering, tempat yang menjual suvenir besi putih khas Ternate

III. Kuliner

Bicara kuliner di Ternate, tentu tidak bisa terlepas dari kenikmatan aneka makanan laut. Ikan beraneka ragam yang bisa dimasak dengan berbagai cara, kaya bumbu, dan pasti bikin lidah menari. Berikut beberapa kuliner yang saya coba:

  1. Ikan Bakar Terminal
IMG_0828
ikan bakar terminal

 

Lokasinya di belakang terminal angkot. Berupa tenda sederhana, namun pengunjungnya sangat ramai. Ikan segar berjejer di atas meja yang terletak di samping tempat pemanggangan. Tinggal pilih dan bilang, mau dimasak apa?

 

IMG_0823
silakan dipilih ikannya…

 

IMG_0825
ikan bakar, tumis kangkung, nasi putih panas dan sambal……

 

IMG_0826
pengunjung yang datang silih berganti, ramai!

 

 

2. Restoran Royal

Pertama kali berkunjung di Ternate, saya dan teman-teman mencoba untuk makan di restoran ini, karena letaknya yang dekat dengan hotel tempat kami menginap. Waktu yang tidak memungkinkan kami untuk berkeliling mencari tempat makan, akhirnya membawa kami ke sini. Menu yang disajikan khas menu restoran dengan harga yang tidak berbeda dengan restoran di Jakarta.

 

IMG_9574
udang telur asin – sop ikan – capcay – cumi goreng tepung -nasi putih

 

3. RM. Kamis

IMG_9504
RM. Kamis

 

Rumah makan ini saya singgahi begitu mendarat di Ternate untuk pertama kalinya. Sebuah rumah makan yang terletak di gang kecil diapit tembok rumah penduduk, namun nasi kuning dan lontong sayurnya, jagoan! Alamatnya di Jl. MT Habib Abubakar Al Attas, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

 

IMG_9505
nasi kuning Ternate

 

IMG_9506
lontong sayur Ternate

 

Beberapa tempat makan kecil, namun dengan menu yang sangat lezat di lidah.

IMG_0027
es alpukat (saya lupa nama tempat makannya, namun lokasinya di depan Taman Nukila)

 

IMG_0806
nasi goreng cakalang (lokasinya di dekat Pasar Swering)

 

IMG_0867
ikan bakar (lokasinya lupa)

 

IMG_0868
aneka ikan bakar yang namanya baru saya dengar di sana

 

TXMZ4456
es kacang merah, namu di Ternate namanya beda (lagi-lagi lupa namanya)

Antara Wisata Kuliner, Museum Angkut dan Sunset Indah di Gunung Banyak

EVY_0781

 

Mendengar kata “Malang”, yang terbayang di kepala saya adalah sebuah kota yang dingin dan tenang, dan itulah tujuan perjalanan saya kali ini. Mengulang perjalanan ke Malang untuk yang ke-2 kalinya dalam setahun ini. Apabila di perjalanan yang pertama saya lakukannya seorang diri, di perjalanan ke-2 ini saya ditemani (lebih tepatnya mengantarkan) 4 orang teman saya yang ingin menjelajahi indahnya Malang, Batu dan Bromo. Ouw, Bromo again! Ini adalah perjalanan ke-3 saya ke Bromo :D

Seperti biasa, hunting tiket sudah dilakukan jauh-jauh hari. Sepakat, berangkatnya menggunakan kereta dan pulangnya menggunakan pesawat karena beberapa orang teman akan langsung masuk kantor.

Dan seperti biasa, percakapan di grup chatting sebelum keberangkatan diisi dengan berbagai rencana wiskul, mau makan apa selama di Malang dan Batu? Ditambah dengan berbagai perlengkapan yang harus dibawa, jaket, sepatu, sweater, kaus kaki dan sebagainya.

Dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu, Jumat 31 Juli 2015.

 

ini nih persiapan jalan-jalan kali ini
ini nih persiapan jalan-jalan kali ini

 

Berbekal ijin masuk kantor ½ hari, jadilah jam 2 siang itu saya sudah on the way pulang untuk kemudian berangkat lagi menuju stasiun Gambir. Di grup chatting, teman-teman juga menginfokan kalau sudah siap-siap.

 

ini waktu berangkat sendirian bulan Maret kemarin
ini waktu berangkat sendirian bulan Maret kemarin

 

ini teman perjalanan Maret kemarin
ini teman perjalanan Maret kemarin

 

nah, yang ini waktu berangkat rame-rame akhir Juli tadi, sepatunya masih sama :D
nah, yang ini waktu berangkat rame-rame akhir Juli tadi, sepatunya masih sama :D

 

Setelah menukar pakaian dan memeriksa lagi perlengkapan yang harus dibawa, sore itu saya segera menuju ke Stasiun Gambir dengan menggendong ransel merah kesayangan + tas kamera kecil. Alhamdulillah traffic tidak seberapa macet, perjalanan menuju stasiun hanya saya tempuh kurang dari 30 menit.

Voila…. Stasiun Gambir sore itu sangat padat.

 

rameeeee........
rameeeee……..

 

Saya melipir ke samping kantor layanan pelanggan KAI dan memberitahukan di grup bahwa saya sudah tiba di stasiun. Ternyata 2 orang teman saya juga telah sampai, hanya saja kami masing-masing masuk dari pintu yang berbeda :D

Saya segera menyusul ke lokasi teman-teman saya, dan here they are!

Singkat cerita, setelah menunggu beberapa waktu, kami memutuskan untuk naik menuju peron karena panggilan bagi penumpang kereta Gajayana tujuan Malang sudah terdengar melalui speaker. Sempat singgah sebentar untuk membeli penganan sebagai bekal di kereta, akhirnya kami ber-4 masuk ke kereta (masih ada 1 orang teman yang sedang ngantri masuk di pintu pemeriksaan tiket).

Komplit ber-5 di kereta, dan tidak seberapa lama kemudian, KA Gajayana pun mulai bergerak perlahan menuju arah Timur. Malang, here we come :)

Menghitung perjalanan Jakarta – Malang yang akan memakan waktu sekitar 15 jam, dan melihat itinerary yang lumayan padat, saya memutuskan untuk lebih banyak beristirahat di kereta. Sempat ngobrol dan becanda dengan teman-teman, sebelum akhirnya saya sukses tertidur.

Sempat terbangun beberapa kali karena dinginnya kereta (dan lapar :D), akhirnya saya benar-benar terjaga di subuh yang sangat indah itu. Keadaan di luar mulai terang, dan mata ini disuguhi dengan hijaunya pepohonan, sawah dan perkampungan yang terlihat di ke-2 sisi jendela kereta. Dan ketika semburat jingga  di kaki langit semakin terang, pemandangan pagi dari balik jendela kereta pun menjadi semakin indah.

Melewati Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Kepanjen dan akhirnya kami tiba di Stasiun Malang tepat pukul 09.25 wib.

Dan hei, itu si white chevy sudah siap menunggu di depan stasiun, dan itu mas Dani leader-nya OurTrip1st, yang akan menemani kami selama meng-explore Malang-Batu-Bromo sudah menunggu.

Hap, atur ransel di bagasi dan jok belakang (cukup ga ya?), dan perjalanan kami di Malang akan segera dimulai. Horeeeeeeeee……

 

ini kendaraan dinas kami selama ngubek-ubek Malang - Batu #courtesy by @OurTrip1st
ini kendaraan dinas kami selama ngubek-ubek Malang – Batu
#courtesy by @OurTrip1st

 

yeeeaaaayyyyy.... ready untuk ngubek-ubek Malang dan Batu, let's go!!!
yeeeaaaayyyyy…. ready untuk ngubek-ubek Malang dan Batu, let’s go!!!

 

Saya kebagian duduk di depan, kemudian itu 3 temen cewek yang lain umpel-umpelan di jok tengah, menyisakan 1 temen cowok di jok belakang sendirian, dan tujuan pertama kami adalah Guesthouse Lily :D

Yeeeeaaaaayyyy….. bisa mandi dulu sebelum keliling…..

Saya sempat tebak-tebakan dengan Windy, jangan-jangan di Lily nanti kami akan menempati kamar yang sama dengan kamar setahun yang lalu, kamar 303. Dan……. benar aja, saya dan Windy kebagian kamar 303, Iyus di kamar 302, Ciwi dan Devin di kamar 306 yang letaknya di seberang kamar Iyus.

Kami hanya punya waktu sekitar 30 menit untuk mandi dan berganti pakaian, dan langsung cuuusssss….. tujuan pertama wisata kuliner di pagi menjelang siang ini adalah Cui Mie yang terletak di Jalan Kawi. Ah, tapi sepertinya kami kurang beruntung karena ternyata sesampainya di sana H & T Cui Mie tutup dan ada pemberitahuan bahwa Cui Mie baru akan buka tanggal 2 Agustus, besok :p (maaf, kalian kurang beruntung teman-teman, silakan coba lagi).

 

ini nih tempat yang jual Cui Mie enak
ini nih tempat yang jual Cui Mie enak

 

Jadi gimana? Mau makan apa untuk sarapan???

Setelah berembug, akhirnya diputuskan kami akan mencoba Mie Dempo. Oh iya, di perjalanan pertama saya di bulan Maret kemarin, sepertinya saya sangat beruntung karena sempat mencicipi Cui Mie untuk sarapan. Boleh dong ya saya ceritakan sedikit apa rasanya Cui Mie? :D

 

Cui Mie dengan mangkok pangsitnya yang sangat yummy
Cui Mie dengan mangkok pangsitnya yang sangat yummy

 

Cui Mie adalah sajian mie yang serupa dengan mie ayam, hanya saja menggunakan topping daging ayam yang dicincang halus menyerupai abon yang berbumbu gurih. Pada saat perjalanan saya di bulan Maret kemarin, saya mencoba cui mie dengan mangkok yang terbuat dari pangsit goreng. Adonan pangsit dibentuk menyerupai sebuah mangkok dan kemudian digoreng. Mangkok pangsit goreng ini kemudian diletakkan di atas mangkok asli, kemudian diisi dengan segulung mie, sejumput sawi yang telah dilayukan, ditaburi daging ayam goreng yang dipotong dadu dan kemudian disiram dengan kuah asam manis yang berisi potongan bawang bombay. Sebuah mangkok kecil berisi kuah beraroma gurih melengkapi pilihan saya. Untuk pilihan minumannya, saya memilih Es Shanghai. Sluuuuurrrrpppp……

 

ini es Shanghai pelengkap Cui Mie pangsit tadi
ini es Shanghai pelengkap Cui Mie pangsit tadi

 

Balik lagi ke cerita jalan-jalan kemarin, akhirnya kami tiba di Es Teler Dempo No. 7. Dan saya mencoba memesan Mie Dempo Campur (yang artinya kuahnya langsung dituang ke dalam mangkok mie, tidak dipisah), yang katanya rasanya lebih yummy ketimbang yang kuahnya dipisah. Mari kita coba……

Saya mencelupkan ujung sendok ke dalam mangkok dan mencicipi kuahnya, hmmm…… gurih, enak #jilatinbibir

Menikmati gulungan mie di ujung garpu, dan menyeruput kuah dari ujung sendok, huuuuuwwwoooooo….. nikmat…..

 

menu saya siang itu, mie bakso + pangsit dan semangkok es Duren
menu saya siang itu, mie bakso + pangsit dan semangkok es Duren

 

Tidak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan seporsi mie rebus ini (bahkan, teman di samping dan depan saya nambah lagi lho porsi mie-nya :D). selesai menyantap mie, saya mulai menggeser mangkok berisi es Duren yang sedari tadi sengaja saya diamkan, for the last bite :D

Sekali lagi saya menyeruput, kali ini adalah es Duren, dari ujung sendok, hmmmm…….. seger, enak!

Beberapa butir biji Duren lengkap dengan dagingnya tergeletak pasrah di mangkok, menunggu untuk diklomoti :D

Aaaaaakkkkk…. Sarapan hari ini enak ya….. kenyang……

Selain mie, di sini juga ada menjual Gado-gado Dempo yang ngehits itu. Dan saya (lagi-lagi sangat beruntung) sudah pernah juga mencobanya di perjalanan pertama saya. Potongan lontong dan sayuran disiram kuah kacang kental dan manis, hmmm…… endues pokoknya.

 

ini Gado-gado yang bisa jadi alternatif pilihan di warung Es Teler Dempo No. 7
ini Gado-gado yang bisa jadi alternatif pilihan di warung Es Teler Dempo No. 7

 

dan ini es Alpukat Duren yang bikin pengen nambah mulu :p
dan ini es Alpukat Duren yang bikin pengen nambah mulu :p

 

Selesai makan, kami segera meneruskan perjalanan menuju Kota Batu. Iya, siang ini kami akan ngubek-ubek Museum Angkut. Dan bagi saya, ini adalah kunjungan ke-2 saya ke Museum Angkut.

Perjalanan menuju Kota Batu sangat lengang, jalanan hanya dilalui 1-2 kendaraan bermotor, sungguh berbeda dengan Jakarta yang macet. Mematikan AC mobil, membuka jendela, dan membiarkan udara segar yang sedikit dingin masuk ke mobil, sungguh menyenangkan. Saya menghirup pelan-pelan udara yang segar itu, seakan sayang untuk dilewatkan. Walaupun kami tiba di Kota Batu pada tengah hari, tapi udaranya tidak lah panas. Pokoknya sangat menyenangkan.

Sebelum menuju Museum Angkut, kami singgah dulu untuk menikmati Wisata Petik Apel. Berasa piknik, duduk di bawah pohon Apel sambil menikmati buah Apel yang dipetik sendiri sambil cerita-cerita dan becanda dengan teman-teman.

 

nah, ini gerombolan rusuh trip kali ini.... ayo, makan apelnya yang banyak :D #coutesy by Ciwi
nah, ini gerombolan rusuh trip kali ini…. ayo, makan apelnya yang banyak :D
#coutesy by Ciwi

 

1 Apple a day, makes the doctor away. Nah, makan Apel 1 biji setiap hari akan menjauhkan kita dari dokter. Ayo, makan Apel yang banyak!

 

1 Apple a day, makes the doctor away
1 Apple a day, makes the doctor away

 

Selesai petik Apel, foto-foto, bayar belanjaan (tentunya buah Apel), kami beranjak menuju Museum Angkut. Tapi….. lho, itu Ciwi dan Devin terlihat sedang memilih beberapa jenis bibit tanaman yang dijual di pintu masuk ke kebun Apel. Dengan serenteng bibit tanaman di tangan, Ciwi dan Devin senyum-senyum menghampiri saya, Windy, Iyus dan mas Dani. Emang bener ya…… sisa-sisa jaman kuliah ga bakal kelupaan. Bibit Jagung ga lupa kan Wi??? :D

 

rame banget ya......
rame banget ya……

 

antri...antri...
antri…antri…

 

kami juga antri kok...
kami juga antri kok… #courtesy by @OurTrip1st

 

here we are!!! let's have fun!
here we are!!! let’s have fun!

 

2x ke Museum Angkut, ternyata tiketnya beda warna
2x ke Museum Angkut, ternyata tiketnya beda warna

 

Ngeeeeennngggg…. Kami menuju Museum Angkut. Dan………. ternyata siang itu suasana di sana sangat ramai. Setelah mendapatkan tiket dari mas Dani, kami pun masuk. Hiks, rame bener ya….. kalau dulu, saya menghabiskan hampir 8 jam untuk menyusuri semua sudut museum ini (2-3 jam digunakan untuk nonton filmnya Charlie Chaplin), hari itu saya hanya memerlukan waktu kurang dari 4 jam untuk menyelesaikan melihat-lihat koleksi dari Museum Angkut. Alasan utamanya “karena terlalu ramai”, sehingga agak sulit untuk melihat koleksi-koleksi museum dengan detil.

 

naksir banget sama si ungu ini... huhuhuhu...
naksir banget sama si pink ini… huhuhuhu…

 

Museum angkut ini terbagi-bagi menjadi beberapa bagian.  setelah melewati pintu masuk, kita bisa melihat aneka macam mobil kuno, mulai dari Roll Royce, Ford, Lincoln Mark, Chevrolet, Allard, Chrysler Windsor Deluxe yang menjadi kendaraan Presiden pertama Indonesia – Ir. Soekarno, Porche, Dodge, dan lain-lain. Kemudian kita juga akan menemukan berbagai jenis sepeda antik, helikopter kepresidenan Indonesia, serta berbagai miniatur mobil antik yang ada di dunia.

 

ini apa
Roll Royce Phantom, tahun 1962 – 6230 CC

 

sadasd
Ford Model A, tahun 1931 – 3300 CC

 

sdsdgftrh
Lincoln Mark IV, tahun 1973 – 7538 CC

 

hjdhdfva
Chevrolet Series BA, tahun 1932 – 3179 CC

 

fgah
Ford Cobra, tahun 1982 – 5735 CC

 

mobil dan helikopter kenegaraan Republik Indonesia yang dikendarai oleh Presiden pertama, Ir. Soekarno
Chrysler Windsor Deluxe, tahun 1952 – 4100 CC yang merupakan mobil kenegaraan Presiden RI 1, Ir. Soekarno dan helikopter kenegaraan Republik Indonesia

 

Di salah 1 sudut ruangan terlihat sederet sepeda onthel. Yang menarik adalah kalimat yang tertera di dinding yang menjadi latar belakang sepeda-sepeda onthel tersebut “Tahukah anda? Pabrik motor dan mobil terkenal di dunia juga pernah memproduksi sepeda onthel”.

 

deretan sepeda onthel dari pabrik-pabrik mobil dan potor ternama di dunia
deretan sepeda onthel dari pabrik-pabrik mobil dan potor ternama di dunia

 

motor-motor antik produksi pabrik ternama dunia
motor-motor antik produksi pabrik ternama dunia

 

Naik ke lantai 2, kita akan melihat berbagai jenis angkutan dari seluruh Indonesia. Ada pedati kerbau pedati Minang, becak medan, becak Semarang, becak Situbondo, dan lain-lain.

 

pedati yang biasa ditemui di pedesaan sebagai sarana transportasi dan pendukung pekerjaan masyarakatnya
pedati yang biasa ditemui di pedesaan sebagai sarana transportasi dan pendukung pekerjaan masyarakatnya

 

Pedati Minang
Pedati Minang

 

Becak Yogya
Becak Medan

 

Becak Semarang
Becak Semarang

 

Becak Situbondo
Becak Situbondo

 

Masih di lantai yang sama, kita bisa melihat aneka jenis miniatur kapal. Ada miniatur Kapal Titanic yang melegenda itu – kapal pesiar terbesar yang digadang-gadang tidak akan bisa tenggelam, Kapal Pinisi, kapal Cina, dan lain-lain.

 

Titanic
Titanic

 

yang ini lupa kapal apa? kalau ga salah kapal Panglima Cheng Ho
yang ini lupa kapal apa? kalau ga salah kapal Panglima Cheng Ho

 

yang ini kalau tidak salah adalah kapal Pinisi
ini adalah Kapal Majapahit

 

Di lantai yang sama kita juga bisa melihat bangkai mobil Tucuxi, Purwarupa mobil listrik buatan Indonesia yang mengalami kecelakaan pada saat uji coba dari Solo menuju Surabaya. Kala itu, yang melakukan test drive adalah Bapak Dahlan Iskan. Mobil berwarna merah dengan 2 pintu itu terlihat mengalami rusak yang cukup parah pada bagian body belakangnya.

 

Tucuxi, mobil listrik pertama produksi Indonesia
Tucuxi, mobil listrik pertama produksi Indonesia yang mengalami kecelakaan saat uji coba pertamanya

 

kerusakan bemper kiri belakangnya lumayan parah ya...
kerusakan bemper kiri belakangnya lumayan parah ya…

 

Di sisi seberang dari posisi bangkai mobil Tucuxi, kita akan menjumpai berbagai jenis mobil antik menyerupai kereta yang biasanya hanya bisa kita lihat di film-film dengan setting masa lalu. Ada Ford Model T, Ford Model A, serta Dodge Depot Hack. Oh iya, masih di lantai yang sama, kita juga bisa melihat beberapa jenis sepeda antik. Ada sepeda Roper 1 dan Roper 2 dengan dinamo besar di batang tengahnya, sepeda roda 3 dengan 2 roda besar di bagian kanan dan kirinya, sepeda kayu dengan rodanya yang tidak sama besar – roda depan lebih besar daripada roda belakang.

 

fgafbh
Ford Model T, tahun 1919 – 2900 CC

 

hstgefe
mobil uap

 

fagegtag
replika Roper 1 & Roper 2

 

gherag
sepeda antik, tahun 1860 – 1870

 

gbsfgbsedgv
ini juga sepeda antik beroda 3, ditanggung ga bakal ngguling deh kalo naik ini :D

 

fgefgqer
Ford Model A, tahun 1929 – 330 CC

 

gdbvdfv
Dodge Depot Hack, tahun 1924 – 3500 CC

 

Dari lantai 2 ini kita bisa melihat sebagian Kota Batu dengan latar belakang Gunung Welirang.

 

view Kota Batu dari lantai 2 Museum Angkut
view Kota Batu dari lantai 2 Museum Angkut

 

Menuruni bangunan museum, kita akan menemukan berbagai angkutan publik seperti bajaj, Morris Traveler, angkot, becak, Chevrolet Apache 2300, sepeda penjual keranjang ikan, sepeda penjual blek bekas, gerobak, mobil pick up, dan lain-lain.

 

ada bajaj juga lho di Museum Angkut :D
ada bajaj juga lho di Museum Angkut :D

 

holaaaaa.... kita sampai di Stasiun Kota.... #dadahdadah
holaaaaa…. kita sampai di Stasiun Kota…. #dadahdadah

 

"jual keranjang ikan"
“jual keranjang ikan”

 

"jual blek bekas" tau ga apa itu "blek"???
“jual blek bekas”
tau ga apa itu “blek”???

 

Meninggalkan area dengan setting-an Pelabuhan Sunda Kelapa, pasar ikan dan Stasiun Kota Jakarta, kita akan memasuki bangunan yang menyimpan aneka motor kuno. Eh tapi sebelum masuk, yuk kita makan pecel dulu di kedai sebelah, sepertinya enak deh :D

 

enak banget ya Wi? gayanya aseeeeeeekkkkk.....
enak banget ya Wi? gayanya aseeeeeeekkkkk…..

 

Nah, sekarang giliran aneka motor + mobil antik (yang di dalam film pun saya belum pernah lihat) yang bisa kita lihat. Motor BSA Sidewalve buatan Inggris, mobil Chevrolet Belair, mobil Nash Rambler, aneka motor buatan Jerman, motor Honda – Hella – Fuji buatan Jepang, mobil Morris Traveler (yang ini asli bikin saya ngiler banget), mobil Toyota, dan masih banyak lagi.

 

dfasgfebge
“Sepeda motor, kecil tapi jangan diremehkan. Luar Biasa!”

 

dvsfbfsb
motor-motor jadul buata Inggris

 

hnsfbsf
nah, yang ini adalah motor jadul buatan Jerman

 

hgdgssfvg
kalo yang ini pasti hapal banget deh… yoi, ini aneka motor buatan Jepang

 

bfsgadfvd
Chevrolet Belair, tahun 1954 – 3300 CC

 

Di sudut dekat pintu keluar, ada sebuah meja kayu yang mengingatkan saya dengan meja kayu kuno di rumah bertahun-tahun yang lewat. Sebuah sudut ruangan yang dilengkapi dengan meja kayu kuno + kursi kayu, lemari kayu dengan ukiran pada pintunya, sebuah radio antik di atas meja, beberapa radio antik di atas lemari, setrika arang dengan hiasan ayam jago pada pegangannya (saya sempat merasakan nyetrika dengan setrika ini lho dulu..), toples kaca besar dengan tutupnya yang terbuat dari kaleng, lampu petromax kecil dan beberapa ceret kaleng. Ah…. ingatan saya terbang melintasi mesin waktu, kembali mengingat masa kecil. Di dekat pintu, berdiri sebuah kulkas besar berwarna biru. Kemudian ada sepeda jengki yang masih terlihat bersih, berdiri dengan standar gandanya di depan lemari kayu, tepat di samping mobil Morris Traveler putih yang membuat saya jatuh cinta.

 

tatanan kuno di salah 1 sudut ruangan membuat saya jatuh cinta #tsaaaahhhhh :p
tatanan kuno di salah 1 sudut ruangan membuat saya jatuh cinta #tsaaaahhhhh :p

 

nah, ini dia sponsor jalan-jalan saya di Malang-Batu bulan Maret lalu :D Makasih mas Dani, makasih Martha, udah diajakin main, mulai dari pantai, kuliner, sampai museum #ciumsatusatu :D
nah, ini dia sponsor jalan-jalan saya di Malang-Batu bulan Maret lalu :D
Makasih mas Dani, makasih Martha, udah diajakin main, mulai dari pantai, kuliner, sampai museum #ciumsatusatu :D

 

pengen punya ini untuk jalan-jalan, seru kayaknya...
pengen punya ini untuk jalan-jalan, seru kayaknya…

 

Kaki kami terus menyusuri area museum.

Keluar dari ruangan tadi, kami langsung memasuki area terbuka dengan setting luar negeri. Roma, Paris, Berlin, London??? Hayo, mau pilih yang mana?

 

hayo, mau pilih ke mana???
hayo, mau pilih ke mana???

 

Area ini terbagi menjadi beberapa zona, ada zona “Gangster Town”, “Broadway” (yang pada kunjungan pertama saya, sukses membuat saya  nongkrong di Broadway Theater dan terpingkal-pingkal selama lebih dari 2 jam menyaksikan film bisu Charlie Chaplin), “National Bank of America”, kedai french fries bertema koboi, dan masih banyak lagi.

 

yang ini.... entah lah apa maksudnya? ngapain juga itu meteran dinding dibaca khusyuk begitu :p
yang ini…. entah lah apa maksudnya?
ngapain juga itu meteran dinding dibaca khusyuk begitu :p

 

"Gangster Town" owemji #gasp
“Gangster Town” owemji #gasp

 

National Bank of America (tentu saja cuma replikanya... :p)
National Bank of America, awas….. ada bandit yang kabuuuurrrr……….

 

We are on the Broadway.....
We are on the Broadway…..

 

nonton film bisu Charlie Chaplin di sini, seruuuuu...... sampe ga sadar udah 3 jam aja :D
nonton film bisu Charlie Chaplin di sini, seruuuuu……
sampe ga sadar udah 3 jam aja :D

 

pengen nyobain nongkrong sambil ngopi-ngopi cantik di kedai ala koboi ini? saya sudah! :D
pengen nyobain nongkrong sambil ngopi-ngopi cantik di kedai ala koboi ini? saya sudah! :D

 

Dari outdoor area, kita memasuki indoor area. Dan kita akan langsung disambut oleh miniatur Menara Eiffel. Kali ini setting-nya adalah negara-negara di Eropa, ada Perancis dan Jerman (ada miniatur suasana di Tembok Berlin yang runtuh pada tahun 1989.

 

di Paris ketemu pelukis kece :D bonjour Monsieur....
di Paris ketemu pelukis kece :D
bonjour Monsieur….

 

hooollllaaaaaa..... we're in Paris..... #dadahdadah
voila….. bienvenue, nous sommes a Paris….. #dadahdadah

 

 

mobil-mobil yang ada di area Paris ini bagus banget, warna-warni pula #mupeng
mobil-mobil yang ada di area Paris ini bagus banget, warna-warni pula #mupeng

 

afdhsd
willkommen in Deutschland

 

ilustrasi Tembok Berlin
ilustrasi Tembok Berlin

 

kita di mana????? Jerman dong :D
kita di mana????? Jerman dong :D

 

fdfFA
mau ngojek, mas? :p

 

ga mau kalah dengan masnya, mbak ini juga mau ngojek :p
ga mau kalah dengan masnya, mbak ini juga mau ngojek :p

 

yang mau belanja buah di pasar tradisional Eropa juga ada lho....
yang mau belanja buah di pasar tradisional Eropa juga ada lho….

 

neng ojek, lagi telepon siapa sih??? #kepo
neng ojek, lagi telepon siapa sih??? #kepo

 

Keluar dari bangunan dengan setting negara-negara di Eropa, kita akan langsung disambut oleh megahnya Buckingham Palace. Istana megah kebanggaan rakyat Inggris. Bangunan megah berwarna putih dengan pilar-pilarnya yang besar, sebuah kolam air mancur dengan patung wanita pada tengahnya, taman bunga warna warni di depannya, keren deh pokoknya.

 

Buckingham Palace replikanya aja bagus begini, apalagi aslinya ya... kapan deh bisa ke sana???
Buckingham Palace
replikanya aja bagus begini, apalagi aslinya ya… kapan deh bisa ke sana???

 

megah banget, padahal cuma replikanya doang lho
megah banget, padahal cuma replikanya doang lho

 

Kali ini lagi-lagi saya merasa sangat beruntung karena tiba di lokasi miniatur Buckingham Palace dalam kondisi langit masih terang (dulu, saya sampai di tempat ini setelah hujan), tapi sayangnya terlalu banyak pengunjung, yang membuat proses memotret kesenggol-senggol oleh pengunjung yang berjalan di kanan kiri saya.

 

saking ramenya pengunjung di area Buckingham Palace, jadi bingung gimana mau motretnya. alhasil cuma berhasil motret patung dewi yang ada di tengah-tengah tamannya :(
saking ramenya pengunjung di area Buckingham Palace, jadi bingung gimana mau motretnya. alhasil cuma berhasil motret patung dewi yang ada di tengah-tengah tamannya :(

 

di halaman Buckingham Palace, tamannya dipenuhi bunga ini, bagus deh
di halaman Buckingham Palace, tamannya dipenuhi bunga ini, bagus deh

 

Meninggalkan halaman Buckingham Palace, kita akan memasuki sebuah ruangan yang menurut saya memiliki interior paling mewah dari seluruh area di Museum Angkut ini. Sebuah ruangan besar dengan setting-an yang sangat Inggris, langit-langit ruangan yang dipenuhi lampu kristal tergantung dengan cahaya kuningnya, ukiran indah yang menghiasi dinding dan plafonnya, serta lantai kayu coklat muda yang menambah kesan mewahnya. Di ruangan ini kita bisa melihat sebuah mobil Roll Royce Silver Shadow warna coklat muda mengkilat. Yang menjadi pusat perhatian di ruangan ini adalah sebuah miniatur “Big Bus Tour” berwarna merah. Bis tingkat dengan tulisan “Sightseeing Tours of London” itu benar-benar mencuri perhatian. Dengan ukurannya yang paling besar, dan warnanya yang sangat mencolok, wajar rasanya kalau semua yang masuk ke dalam ruangan itu langsung tersedot perhatiannya.

 

ini adalah ruangan dengan interior termegah di kawasan Museum Angkot, menurut saya
ini adalah ruangan dengan interior termegah di kawasan Museum Angkot, menurut saya

 

itu bis tingkat warna merah yang jadi trend-nya ruangan ini
itu bis tingkat warna merah yang jadi trend-nya ruangan ini

 

Di sudut lain ruangan, terlihat sebuah Bentley Mark VI dan Land Rover Royal Ceremonial lengkap dengan sosok Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip.

 

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip
Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip di atas Land Rover Royal Ceremonial

 

Nah, setelah keluar dari ruangan ber-setting Britania Raya, kita akan menemui sebuah area terbuka dengan aneka profil orang-orang ternama. Ada Elvis Presley, Marylin Monroe, Hulk (ah, ini sih karakter film ya…), dan lain-lain. Eh iya, itu ada mobil Scooby Doo lho…. lucu……. Eh iya, ada sedikit sudut yang ber-setting-kan Patung Lyberty dan Firaun. Dan di sini saya menemukan mobil gagah berwarna kulit yang sangat keren, Hummer H2 Limousine :D #pengenpunya

 

Marylin Monroe ada di sini!!!
Marylin Monroe ada di sini!!!

 

Spinx...... ada Firaun :D
Spinx…… ada Firaun :D

 

Tahun 2015, "Liberty" udah ga pegang obor lagi, tapi cukup pegang smartphone :p
Tahun 2015, “Liberty” udah ga pegang obor lagi, tapi cukup pegang smartphone :p

 

hihihihihi.... ada mobil Scooby Doo lho.....
hihihihihi…. ada mobil Scooby Doo lho…..

 

yang ini nih, TOP banget dah...
yang ini nih, TOP banget dah…

 

Eh, ada yang ketinggalan. Di salah satu sudut area terakhir ini kita akan menemukan sebidang pagar besi dengan gembok-gembok yang menempel padanya. Bagaikan melihat area “Love Locks” :)

 

Love locks?
Love locks?

 

Keluar dari museum, Ciwi senyum-senyum dan bilang “Nyate yuk! Tadi lewat, wangi banget aromanya”. Hehehehehe…. Laper ternyata. Yuk!!!

Kami pun bergerak menuju lokasi pusat jajanan di samping kiri bangunan museum. Lihat sana sini, mulai menimbang-nimbang “Makan apa ya?” Nasi campur Madura, sate, mie, lumpia, gado-gado, nasi rames, sosis, hmm….. pilih apa nih?

Akhirnya saya memilih nasi campur Madura. Nasi putih dengan sayur oseng-oseng buncis + jagung muda, empal dan perkedel kentang. Enak!

 

Selesai makan, kami diajak mas Dani ke Gunung Banyak untuk melihat paralayang. Sebenarnya Gunung Banyak tidak termasuk ke dalam itinerary kami, tapi sewaktu di mobil tiba-tiba Windy nanya “Mas Dani, kalau Gunung Banyak itu di mana ya? Kata temenku kalau ambil timelapse di sana bagus banget, pergerakan awannya cepat”. Dan akhirnya, di situ lah kami. Gunung Banyak, lokasi start untuk paralayang di Kota Batu ini. Makasih mas Dani, dapat bonus ke sini.

 

pemandangan jalanan menuju Gunung Banyak dari puncaknya
pemandangan jalanan menuju Gunung Banyak dari puncaknya

 

suasana di puncak Gunung Banyak senja itu
suasana di puncak Gunung Banyak senja itu

 

kami di sini........
kami di sini……..

 

hoooooorrrreeeeeee.....
hoooooorrrreeeeeee…..

 

asfaesdg
yeeeeaaaaaayyyyyy….. kami di Gunung Banyak!!! mana suaranya???

 

Perjalanan menuju Gunung Banyak bak perjalanan mengejar matahari senja. Sambil menyusuri jalanan aspal yang mendaki menuju parkiran, di sebelah kiri terlihat bulatan jingga besar yang semakin rendah menggantung di langit. Warna jingga bercampur merah dan keemasan membuat semburat cantik di langit Barat. Hanya sayang, kami sedikit tertinggal untuk mendapatkan foto sunset yang bulat sempurna. Sewaktu kami tiba di puncak Gunung Banyak, bulatan emas itu telah terbenam di balik deretan pegunungan, menyisakan semburat warna-warni di langit Batu.

 

cuma kebagian (sedikit) sunset :(
asoy bener ya… menikmati sunset ber-2-an gitu….. iriiiiii……. ahahahahahahaha…..

 

paralayang terakhir yang terbang senja itu
paralayang terakhir yang terbang senja itu

 

Cukup puas melihat sisa-sisa semburat sunset di langit Kota Batu, menikmati pemandangan kota dari atas, melihat lampu-lampu yang perlahan menyala, berkelap-kelip seperti kunang-kunang yang sangat banyak. Di kejauhan, bayangan Gunung Welirang terlihat sangat gagah berdiri.

 

suka banget dengan siluet senja seperti ini
suka banget dengan siluet senja seperti ini

 

bayangan itu....
bayangan itu….

 

night landscape Kota Batu
night landscape Kota Batu

 

Hari yang semakin malam dan gelap akhirnya memaksa kami untuk meninggalkan Gunung Banyak. Eits, jangan lupa, besok subuh kita akan menjelajahi Bromo, mari pulang, jangan sampai besok kesiangan bangunnya.

Sebelum meninggalkan Kota Batu, kami singgah dulu ke Ketan Legenda. Tapi sepertinya Iyus, Windy dan Devin tidak berselera untuk mencoba jajanan ketan yang ngehits ini. Jadilah saya dan Ciwi yang antri untuk mencicipinya.

 

Pos Ketan Legenda - 1967 beneran enak ternyata..... #jilatbibir
Pos Ketan Legenda – 1967
beneran enak ternyata….. #jilatbibir

 

ketan duren - ketan susu keju - ketan item
ketan duren – ketan susu keju – ketan campur

 

Ternyata, teman-teman ingin makan malam yang mengenyangkan. Ok, kita singgah ke pujasera. Yuk, makan yang bikin kenyang.

Udah selesai makan, kenyang, mari kita pulang ke Malang. Siap-siap istirahat, dan jangan sampai kesiangan ya bangunnya…. Ingat lho, jam 12 malam kita akan dijemput mas Bidin untuk jalan-jalan ke Bromo.

Makasih mas Dani, yang udah jemput dan nganterin wiskul-wiskul keliling Malang dan Batu.

 

 

Note: thanks to Ciwi, Devin, Iyus, Windy untuk foto-fotonya