Tag Archives: Indonesia

Moyo dan Satonda, Pulau Kecil bak Surga

DSC_4100

 

Perjalanan hari ke-2 (cerita perjalanan hari pertama ada di sini)

Pagi itu, kami terbangun atau lebih tepatnya dibangunkan oleh teriakan Seto, leader trip, yang khas “Ayo bangun, sunrise“.

Dan pagi itu, kami menikmati hembusan angin pagi dari geladak kapal, sambil menunggu antrian untuk naik ke perahu kecil yang akan membawa kami ke sebuah pulau kecil yang sangat terkenal, bahkan sampai ke luar negeri, Pulau Moyo.

 

EVY_1359
ini aliran sungai kecil yang airnya berasal dari air terjun di tengah pilau

 

Pulau Moyo merupakan pulau kecil yang berada di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pulau ini sangat tenang, masih alami dan sepi. Di Pulau Moyo ini terdapat sebuah air terjun yang melegenda, yaitu air terjun Mata Jitu.

Setelah kami menyeberang menggunakan perahu kecil, kami tiba di hamparan pasir yang sedikit kasar, Pulau Moyo! Ya, kami sudah sampai di pulau yang masih alami ini. Pohon-pohon besar, suara satwa dan segarnya udara di sana, langsung menyapa begitu kaki ini menjejak di atas butiran pasirnya.

 

sisi luar Pulau Moyo
sisi luar Pulau Moyo

 

"mas.... mas.... boleh pinjem ga kasurnya?"
“mas…. mas…. boleh pinjem ga kasurnya?”

 

Untuk mencapai lokasi air terjun, kami harus berjalan sekitar 30 menit. Melewati rimbunnya pepohonan besar, perdu yang rapat dan rumput liar yang memagari kanan kiri jalur tanah berpasir yang kami lewati. Perjalanan menembus rimbunnya hutan ini masih ditambah dengan berbagai suara satwa. Kicauan burung, monyet dan lain-lain. Menyenangkan!

 

ini trek menuju air terjun Mata Jitu di Pulau Moyo
ini trek menuju air terjun Mata Jitu di Pulau Moyo

 

rasanya seperti menjelajah alam liar :D
rasanya seperti menjelajah alam liar :D

 

serem-serem indah gitu deh...
serem-serem indah gitu deh…

 

Saya sempat menyeberangi aliran sungai kecil yang airnya berkurang karena musim kemarau yang sedang terjadi ini. Batu-batuan kali terlihat jelas dan menjadi titian untuk menyeberanginya. Airnya sangat jernih. Hanya sayang, di beberapa titik terlihat sampah-sampah yang tersangkut di sepanjang aliran sungai. Botol plastik bekas minuman, plastik pembungkus makanan ringan, sandal, dan lain-lain. Saya sedih, kenapa sepertinya kesadaran untuk menjaga kebersihan itu sangat kurang di kalangan masyarakat. Apakah mereka tidak peduli dengan keberlangsungan hidup lingkungannya?

Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, akhirnya saya dan teman-teman sampai di titik pertama air terjun. Dan ternyata hari itu pengunjungnya ramai sekali. Di depan saya terlihat barisan wisatawan asing dengan bikini dan celana pendek menanti giliran menyeberang dan memanjat untuk mencapai lokasi air terjun Mata Jitu.

 

DCIM100GOPROGOPR0695.
antri…………………..

 

ihiiiiyyy... banyak yang pake two pieces.... #tutupmata
ihiiiiyyy… banyak yang pake two pieces….

 

antrian melewati kolam untuk kemudian manjat tebing batu menuju Mata Jitu
antrian melewati kolam untuk kemudian manjat tebing batu menuju Mata Jitu

 

Seto: "nyemplung ga ya?"
Seto: “nyemplung ga ya?”

 

Pada saat saya tiba di sana memang cukup banyak wisatawan asing yang datang, dan mereka terlihat sangat antusias untuk memanjat tebing batu untuk mencapai lokasi air terjun Mata Jitu. Melihat ramainya pengunjung tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk tidak ikut memanjat, tapi cukup naik sedikit menuju lokasi kolam batu di sisi kanan, yang juga ada air terjun kecilnya. Lumayan lah kalau bisa membasahi badan dengan air tawar, karena selama sailing saya hanya bertemu air asin di kamar mandi.

 

hmm.... naik ga ya? nggak aja deh.....
hmm…. naik ga ya? nggak aja deh…..

 

liat medannya, trus liat ramenya, akhirnya memutuskan untuk nunggu di bawah aja :D
liat medannya, trus liat ramenya, akhirnya memutuskan untuk nunggu di bawah aja :D

 

EVY_1352
nontonin yang nyeberang dan manjat ke Mata Jitu

 

DCIM100GOPROGOPR0711.
tuh liat, seneng bener kayaknya….

 

Melipir ke sebelah kanan, saya menaiki kolam batu dan akhirnya berhasil mencapai aliran air terjun kecil yang ada di sana. Yes, saya nunggu teman-teman di sini aja, lumayan.. sambil berbasah-basahan.

 

DCIM100GOPROGOPR0704.
kita ngadem di sini aja ya friends….. lumayan kok airnya…

 

ini mas ABK-nya baik bener, mau manjat-manjat batu demi motoin kita dari atas :D
ini mas ABK-nya baik bener, mau manjat-manjat batu demi motoin kita dari atas :D

 

bisa tahan berjam-jam nih kayaknya kalo airnya seperti ini
bisa tahan berjam-jam nih kayaknya kalo airnya seperti ini

 

nyobain selfie, ternyata susah :D maaf yang cuma keliatan kakinya..... ahahahaha.....
nyobain selfie, ternyata susah :D
maaf yang cuma keliatan kakinya….. ahahahaha…..

 

Puas berbasah-basahan di aliran air terjun kecil sekitar 30 menit, dan sempat foto-foto juga dengan teman-teman, akhirnya kami dipaksa untuk turun. Iya, dipaksa! Ada serombongan mbak-mbak yang mau lewat, waktu diberi jalan mereka bilangnya ga bisa lewat, eh… setelah kami minggir cukup jauh, ternyata mereka malah duduk di tempat kami tadi dan foto-foto. Weeewww……

Duh, si mbak…..

Akhirnya saya dan teman-teman memilih untuk foto bareng aja di kolam batu yang ada di situ. Seru!!!

37 orang empet-empetan demi masuk frame. Makasih untuk mas Har, Wali, Seto yang udah rela out of frame demi kami yang langsung pasang tampang sumringah setiap mendengar aba-aba “bun………. cis…., cang kacang pan……. jang……., satu-dua-ti……. ga…….”

 

"bun....... ciiiiiiissss...... cang kacang pan..... jaaaaaaannnggggg...... satu-dua-ti........ gaaaaaaa......"
“bun……. ciiiiiiissss…… cang kacang pan….. jaaaaaaannnggggg…… satu-dua-ti…….. gaaaaaaa……”

 

Keluar dari lokasi air terjun, kami kembali ke kapal untuk meneruskan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Satonda.

 

pulangnya, dengan baju basah kuyup, melewati jalan yang sama
pulangnya, dengan baju basah kuyup, melewati jalan yang sama

 

Sampai di kapal, tanpa ganti baju langsung disambung dengan….. makan siang…… ah, yummy….

Mari kita lanjutkan perjalan menuju Pulau Satonda, capt!

 

Sedikit cerita mengenai Pulau Satonda. Pulau ini terletak di wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Yang membuat pulau ini unik karena pulau ini berupa daratan vulkanis yang terbentuk akibat letusan gunung api di dasar laut sedalam 1.000 meter sejak jutaan tahun yang lalu. Selain itu terdapat sebuah danau air asin di tengah-tengahnya dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) yang sangat tinggi dibandingkan air laut pada umumnya (berdasarkan penelitian 2 ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak pada tahun 1984, 1989 dan 1996).

Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan karena kaya akan potensi alam lautnya, serta terumbu karang di sekitar perairannya.

Kapal Halma Jaya yang membawa kami akhirnya tiba di depan Pulau Satonda, dan seperti biasa kami pun harus menyeberang menggunakan perahu kecil untuk mencapai bibir pantai.

ini dermaga kayu kecil di depan Pulau Satonda
ini dermaga kayu kecil di depan Pulau Satonda

Sebuah dermaga kayu kecil terlihat menjorok dari bibir pantai ke arah lautan. Dan di depan dermaga kayu, agak ke tengah pulau terdapat sebuah gerbang yang bertuliskan “Welcome to Satonda Island, Dompu”.

 

"Welcom to Satonda Island, Dompu" Mas Har, pas bener itu berdiri di gerbangnya
“Welcom to Satonda Island, Dompu”
Mas Har, pas bener itu berdiri di gerbangnya

Matahari di siang hari itu sangat panas. Dan saya pun harus memicingkan mata demi menghalau sinarnya. Sebelum snorkling, saya ingin melihat dulu danau air asin yang ada di tengah pulau, Kaki saya pun mulai menyusuri jalanan setapak terbuat dari beton. Di kanan kiri jalanan beton terlihat pepohonan yang sengaja diatur untuk membuat suasana sedikit teduh.

 

EVY_1375
ini jalanan beton menuju Danau Satonda

 

EVY_1380
lumayan adem jalanannya karena masih banyak pohon yang ditanam di kanan kirinya

Berjalan kurang lebih selama 15 menit, akhirnya saya tiba pada sebuah tangga beton menuju ke bawah, Danau Satonda. Pohon-pohon yang ada di kanan kiri tangga beton terlihat meranggas akibat musim kemarau panjang ini. Terbayang seandainya saya tiba di Satonda pada saat musim penghujan, pasti pohon-pohon yang ada menghijau dan bisa mengurangi panasnya sinar matahari.

 

EVY_1376
tangga beton menuju Danau Satonda

 

IMG_5953
tangganya lumayan curam, jadi hati-hati ya….

Di pinggir danau saya melihat sebuah pohon yang “berbuah batu”. Konon batu-batu itu sengaja digantungkan oleh wisatawan yang berkunjung kesana, karena dipercaya bahwa batu-batu yang digantung tersebut akan mewakili doa dan harapan orang-orang dan akan terkabul. Wallahualam.

 

IMG_5952
pohon yang “berbuah batu” yang konon dipercaya bisa mengabulkan doa dan harapan

 

pohon "berbuah batu" yang penuh dengan titipan doa dan harapan
pohon “berbuah batu” yang penuh dengan titipan doa dan harapan

 

IMG_5951
tepian Danau Satonda yang ternyata luas banget

 

Danau Satonda
Danau Satonda

 

IMG_5954
mari balik ke pantai… nyebur kita…..

Tidak berlama-lama di danau, saya segera balik menuju pantai karena di sini saya akan ber-snorkling ria, melihat keindahan air di perairan Satonda.

 

homestay yang terdapat di Pulau Satonda
homestay yang terdapat di Pulau Satonda

Walaupun panasnya matahari terasa menusuk kulit, tapi demi melihat ikan-ikan cantik, saya jalanin deh :D

Dan memang, ternyata alam bawah laut Satonda sangat cantik. Ikan-ikan beraneka macam dan warna terlihat berseliweran di antara ganggang dan terumbu karang yang ada di sana. Karena saya sedikit freaky dengan laut, jadi saya tidak berenang terlalu ke tengah, cukup di pinggir pantainya aja. Itu pun mata saya sudah sangat puas melihat ikan-ikan cantik yang beraneka macam bentuknya, dan tentu bermacam-macam juga warnanya.

DCIM100GOPROGOPR0733.
akhirnya……… nyebuuuuuurrrr…..

 

DCIM100GOPROGOPR0736.
suka liat ikan-ikannya…

Sebagai tambahan, untuk teman-teman yang kurang jago berenangnya, sebaiknya tidak terlalu ke tengah di saat snorkling, karena tidak jauh dari bibir patai Satonda, kita akan langsung ketemu palung laut yang sangat dalam. So, hati-hati ya kalau snorkling, tetap waspada agar tidak terbawa arus ke tengah laut.

Puas bermain bersama ikan, akhirnya saya dan teman-teman kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan. Kali ini sailing kami akan sangat panjang dan akan melewati perairan Tambora yang menurut informasinya memiliki gelombang yang lumayan besar.

Doakan semoga perjalanan sailing kami malam ini aman ya…. see you tomorrow….

Note. karena bakal melewati perairan Tambora yang gelombangnya ajib, setelah makan malam (yang lebih cepat) saya memutuskan untuk langsung tidur :D

Menjenguk Eksotisme Pulau Kenawa

 

EVY_1314

 

“Perjalanan itu bukan hanya pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi lebih pada pengalaman apa yang didapat”

 

Berbekal rasa penasaran dengan keindahan dan eksotisme dari wilayah Timur Indonesia tercinta ini, akhirnya saya mempertimbangkan ajakan seorang teman untuk mengikuti trip Sailing Komodo selama 4 hari 3 malam.

Setelah berburu tiket pesawat untuk pergi ke Lombok dan pulang dari Labuan Bajo, saya pun tinggal menghitung hari keberangkatan yang membuat adrenalin saya semakin terpacu.

 

Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Sabtu, 10 oktober 2015.

Pukul 3 subuh, taxi yang saya tumpangi sudah meluncur menuju bandara Soekarno Hatta. Jalanan Jakarta cukup ramai, namun lengang. Setelah check in bagasi, saya langsung menuju gate keberangkatan. Menunggu jam keberangkatan yang masih cukup lama saya isi dengan membaca “Titik Nol”. Ruang tunggu bandara kali ini lumayan ramai, sembari membaca saya menyempatkan untuk mengamati sekitar, dan akhirnya saya tertunduk khusyuk dengan kalimat-kalimat yang tertulis di dalam buku “Titik Nol” yang berada di atas pangkuan saya.

 

berangkat subuh, dan laper.... jadilah koki gendut ini untuk mengganjal perut :D
berangkat subuh, dan laper…. jadilah koki gendut ini untuk mengganjal perut :D ditemani dengan Titik Nol yang bercerita tentang perjalanan

 

Saya baru mengangkat wajah saat sepasang kaki mendekat, dan tepat sebelum saya terkejut (akan dikejutkan tepatnya). Ciwi hanya meringis karena gagal untuk mengejutkan saya :D

Sambil menungg boarding, saya akhirnya ngobrol dengan Ciwi. Sambil sesekali celingak-celinguk mencari teman-teman yang akan sama-sama berangkat menuju Lombok.

Di grup WA, beberapa teman juga ternyata 1 pesawat dengan saya dan Ciwi. Tapi…… di ruang tunggu ini saya ga bisa menemukan mereka :D

 

Waktu boarding tiba. See you again Jakarta…… Hello Praya…….

Flight kali ini lumayan panjang, sekitar 2 jam perjalanan.

Sambil menikmati pemandangan dari udara melalui jendela di sebelah kiri saya, saya kembali asyik dengan catatan “Titik Nol”. Hingga tak terasa, pesawat akan segera mendarat di bandara Praya, Nusa Tenggara Barat. Hello Lombok………

 

menu kesukaan kalau flight pagi, omelet :)
menu kesukaan kalau flight pagi, omelet :)

 

nuntasin "Doea Tanda Mata" selama di pesawat
nuntasin “Doea Tanda Mata” selama di pesawat

 

Hello Praya....... finally meet you :)
Hello Praya……. finally I meet you :)

 

Yeay, I'm on Praya...... let's the journey start....
Yeay, I’m on Praya…… let’s the journey begin….

 

Menurut informasi via grup WA, di bandara ini kami akan dijemput oleh trip organizer yang menyelenggarakan Sailing Komodo ini. Hingga akhirnya muncul sebuah gambar bus berwarna biru lengkap dengan nomor platnya di grup WA. Okay, setelah memberi beberapa cemilan di mini market yang harganya premium di depan pintu masuk bandara, dan setelah bertemu dengan beberapa teman yang akan menjadi teman seperjalanan selama 4 hari 3 malam nanti, akhirnya kami beranjak menuju parkiran untuk mencari bus yang akan mengantarkan rombongan ini menuju pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

 

ini nih bus yang akan mengantarkan kami menuju Pelabuhan Kayanga di Labuhan Lombok
ini nih bus yang akan mengantarkan kami menuju Pelabuhan Kayanga di Labuhan Lombok courtesy by Wuki Traveller

 

siap berangkat.......... let's go!!!
siap berangkat………. let’s go!!!

 

Cuaca di pagi menjelang siang di Lombok saat itu lumayan cerah (kalau ga mau dibilang panas :D). Mataharinya cetar banget, bersinar dengan semangat membara. Membuat ubun-ubun terasa berdenyut-denyut…. Hehehehehe….

 

barisan pertokoan dengan warna-warna cerah menghiasi sisi jalan menuju pelabuhan
barisan pertokoan dengan warna-warna cerah menghiasi sisi jalan menuju pelabuhan

 

ternyata masih ada areal yang menghijau di musim kemarau yang sangat panjang ini
ternyata masih ada areal yang menghijau di musim kemarau yang sangat panjang ini

 

Perjalanan dari bandara menuju pelabuhan memakan waktu sekitar 2 jam. Dari Lombok bagian Barat menuju Lombok Timur. Melewati areal persawahan, perumahan penduduk, pertokoan, pasar tradisional dan tanah lapang yang terlihat didominasi warna kuning kecoklatan, pengaruh dari musim kemarau yang sangat panjang ini. Perjalanan kami sempat tersendat saat melewati kawasan pasar tradisional. Kendaraan saling bersaing ingin cepat melewati kemacetan, sementara badan jalan yang bisa digunakan sedikit mengecil dengan adanya berbagai pedagang di pinggirnya. Melihat berbagai buah dan sayuran yang dijual di pinggir jalan, dalam cuaca yang aduhai panasnya, membuat saya menelan liur, membayangkan segarnya potongan semangka melewati kerongkongan…. Sluuuurrrrpppp…..

 

pasar tradisional dengan aneka sayur dan buah yang bikin liur menetes di tengah hari itu
pasar tradisional dengan aneka sayur dan buah yang bikin liur menetes di tengah hari itu

 

siang itu, jalanan yang membelah pasar tradisional di Lombok terlihat cukup padat
siang itu, jalanan yang membelah pasar tradisional di Lombok terlihat cukup padat

 

Sekitar pukul 11.35 waktu setempat, kami pun tiba di Pelabuhan Kayangan, di daerah Labuhan Lombok, Lombok bagian Timur.

 

mendekati areal pelabuhan, kembali menyaksikan areal tanah kering dengan 1-2 pohon yang meranggas
mendekati areal pelabuhan, kembali menyaksikan areal tanah kering dengan 1-2 pohon yang meranggas

 

pintu gerbang menujuu pelabuhan, yeeaaayyyy..... sampe.....
pintu gerbang menujuu pelabuhan, yeeaaayyyy….. sampe…..

 

cuaca di pelabuhan, terik!!!
cuaca di pelabuhan, terik!!!

 

Turun dari bus, langsung dikecup dengan sinar matahari yang panasnya cetar membahana :D

Kapal yang akan menjadi “rumah” saya dan teman-teman selama 4 hari ke depan sudah bersandar di sisi pelabuhan. Menurunkan ransel, dan perlengkapan yang akan menjadi bekal kami selama berlayar, dan kemudian satu-persatu kami menaiki kapal berwarna putih coklat itu.

 

itu kapal Halma Jaya, rumah kami selama 4 hari ke depan
itu kapal Halma Jaya, rumah kami selama 4 hari ke depan

 

dan ini adalah sebagian perbekalan kami untuk 4 hari selama berlayar
dan ini adalah sebagian perbekalan kami untuk 4 hari selama berlayar

 

Dan, kami siap berlayar…………… (mendadak inget lagu Popeye the Sailorman) :D hehehehehe….

 

kapal Halma Jaya mulai bergerak meninggalkan pelabuhan Kayangan, Labuhan Lombok
kapal Halma Jaya mulai bergerak meninggalkan pelabuhan Kayangan, Labuhan Lombok

 

pemandangan sepanjang perjalanan menuju Pulau Kenawa
pemandangan sepanjang perjalanan menuju Pulau Kenawa

 

yang bilang Indonesia ga indah, ga eksotis, sebaiknya periksa mata deh :p
yang bilang Indonesia ga indah, ga eksotis, sebaiknya periksa mata deh :p

 

sejauh mata memandang, ga ada yang ga indah
sejauh mata memandang, ga ada yang ga indah

 

Baru naik ke kapal, dan kapal mulai bergerak mengikuti ombak, para mas-mas ABK sudah menyediakan jamuan makan siang. Wah….. siang ini makannya sambil menikmati hembusan angina laut ditemani riak gelombang Laut Bali menuju Pulau Kenawa. Menu nasi putih hangat, sayur kol, plus ayam sungguh membuat mulut mengecap tak berhenti. Nikmatnya……….

 

menu makan siangnya yummy banget.... makasih mas-mas ABK....
menu makan siangnya yummy banget…. makasih mas-mas ABK….

 

laut yang sedikit bergelombang menemani perjalanan kami di siang itu
laut yang sedikit bergelombang menemani perjalanan kami di siang itu

 

Selesai makan siang, kami saling ngobrol di dek utama kapal Halma Jaya (itu nama kapal yang kami naiki selama sailing ini). Dan tak lama kemudian, kami tiba di tujuan pertama perjalanan ini, Pulau Kenawa. Pulau Kenawa merupakan bagian dari Pulau Sumbawa, NTB. Pulau ini adalah pulau kosong dengan sebuah bukit penuh perdu ilalang sebagai maskotnya. Pasir yang ada di pantainya terdiri dari pasir putih dengan butiran halus, begitu kontras dengan gradasi air laut, hijau terang, toska dan biru. Dan mata akan sangat termanjakan dengan pemandangan itu.

 

pasir putih halus, bersanding dengan air laut yang jernih bergradasi hijau biru
pasir putih halus, bersanding dengan air laut yang jernih bergradasi hijau biru

 

welcome to Kenawa island
welcome to Kenawa island

 

ilalang yang mengering membuat sepanjang bukit terlihat eksotis
ilalang yang mengering membuat sepanjang bukit terlihat eksotis

 

I'm here
I’m here

 

sebelum mendaki bukit batu yang menjadi ikonnya Pulau Kenawa, beberapa teman menyempatkan untuk ber-snorkling ria di sepanjang pantai
sebelum mendaki bukit batu yang menjadi ikonnya Pulau Kenawa, beberapa teman menyempatkan untuk ber-snorkling ria di sepanjang pantai

 

entah lah... pada galau soal apa? snorkling-nya 5 menit, 1 jamnya duduk mandangin laut :p
entah lah… pada galau soal apa? snorkling-nya 5 menit, 1 jamnya duduk mandangin laut :p

 

panasnya cetar.... bikin ga bisa melek :D
panasnya cetar…. bikin ga bisa melek :D

 

yang lain udah basah-basah abis snorkling, saya sih nggak :p
yang lain udah basah-basah abis snorkling, saya sih nggak :p

 

Menaiki bukit batu berpasir dengan ilalang yang mengering, ditemani angin sepoi-sepoi dan sayup-sayup suara deru gelombang yang pecah di pantai, hmm….. membuat perjalanan di sore itu sangat nikmat. Yah…. walau dengan napas yang sedikit memburu karena ternyata setelah dijalani, menaiki bukit batu yang terlihat landai itu ternyata membutuhkan stamina dan kekuatan kaki + dengkul yang cukup lumayan. Mendaki selama kurang lebih 30 menit, saya tiba pada sisi bukit yang lumayan landai dan lumayan luas. Melihat ke depan, masih ada tanjakan untuk mencapai puncak, tapi saya sudah sangat nyaman di bagian bukit yang sedang saya tapaki ini, akhirnya saya memutuskan untuk stay di situ saja, tanpa melanjutkan ke puncak.

 

IMG_5935
hei, I’ll wait for you here…

 

padang ilalang kering, gazeebo, laut jernih dan langit biru...... I love you......
padang ilalang kering, gazeebo, laut jernih dan langit biru…… I love you……

 

gazeebo kecil terlihat di sepanjang pantai di Pulau Kenawa
gazeebo kecil terlihat di sepanjang pantai di Pulau Kenawa

 

EVY_1312
cuma 1 kata, INDAH!

 

EVY_1321
sepanjang mata memandang, hanya warna coklat eksotis yang terlihat

 

gegayaan, selfie di bukit yang ada di Pulau Kenawa
gegayaan, selfie di bukit yang ada di Pulau Kenawa

 

yeay!!! kita udah sampe di sini, kamu kapan????
yeay!!! kita udah sampe di sini, kamu kapan????

 

yihaaaaa!!! We're on Kenawa!!!
yihaaaaa!!! We’re on Kenawa!!!

 

Memandang hamparan bukit berbatu dengan ilalang dan perdu yang mengering, kecoklatan, membuat eksotis bukit di Pulau Kenawa sore itu. Di sepanjang tepian pantai, terlihat beberapa gazeebo yang bisa digunakan untuk beristirahat. Hampir seluruh ilalang yang ada di Pulau Kenawa coklat mengering, hanya beberapa yang masih menyisakan sedikit warna hijau kekuningan. Pemandangan bukit dengan ilalang yang mengering ini sungguh sangat indah, eksotis. Mungkin beberapa orang yang hanya melihat foto tempat ini tidak akan yakin bahwa ini adalah Indonesia. Feels like in Africa!!

 

EVY_1313
musim kemarau yang sangat panjang membuat hampir seluruh ilalang dan perdu di Pulau Kenawa kering

 

EVY_1306
mari mendaki bukit itu, dan menikmati sunset di sana

 

EVY_1325
sisi kiri dari Pulau Kenawa, dilihat dari bukit batu

 

Sore itu kami akan menikmati sunset Indah dari Pulau Kenawa.

Perlahan langit mulai berwarna jingga keemasan, dan matahari pun tampak semakin rendah mendekati garis cakrawala. Cahaya kuning jingga keemasan itu pun perlahan semakin redup, sebelum kemudian menghilang di balik gumpalan awal tebal di sisi Barat.

 

senja itu, mataharinya terasa hangat
senja itu, mataharinya terasa hangat

 

segumpal awan tebal menjadi peraduan matahari senja itu
segumpal awan tebal menjadi peraduan matahari senja itu

 

Seiring kembalinya sang surya ke peraduan, kami pun bergerak menuju kapal untuk melanjutkan perjalanan. Besok, rencananya kami akan mengunjungi Pulau Moyo dan Satonda yang indah itu. Ada apa ya di sana?

Penasaran kan……..

 

DCIM100GOPROGOPR0678.
ahahahahaha….. itu pada ngapain sih???

 

EVY_1324
senja, bukit eksotis, dan teman-teman yang menyenangkan, what a perfect journey ^.*

 

EVY_1336
menikmati senja, menunggu matahari terbenam di sisi Barat

 

see you Kenawa.... I'll be back someday
see you Kenawa…. I’ll be back someday

 

 

 

 

Belajar dari @rumbelraw

IMG_0236

 

18 Oktober 2015

Cerita perjalanan kali ini sedikit berbeda dengan cerita perjalanan yang biasa saya tulis. Kali ini perjalanan saya hanya di seputaran Jakarta, tepatnya di daerah Jakarta Timur. Cukup dekat kan? Tapi, kenapa saya mengatakan ini perjalanan? Karena di tempat ini lah saya melihat sesuatu yang berbeda, yang memberikan pengalaman baru bagi saya. Mau tahu bagaimana perjalanan saya seharian ini di Jakarta Timur? Yuk, dibaca….

Perjalanan ini berawal dari sebuah mention seorang teman di social media mengenai kegiatan di akhir Minggu di sebuah Rumah Belajar di daerah Rawamangun sekitar sebulan yang lalu. Saya diminta mendongeng untuk adik-adik di sana, hanya karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, membuat saya belum bisa memenuhi undangan itu. Hingga tiba lah di hari Minggu ini, saya berusaha memenuhi janji untuk datang ke sana. Tapi itu pun masih menunggak janji untuk mendongeng, karena persiapan yang belum ada.

Berbekal petunjuk rute dari hasil chat dengan Egy, jadilah tadi pagi saya menyusuri jalanan Jakarta yang Alhamdulillah lancar banget, sehingga rute Sudirman – Rawamangun ditempuh hanya dengan 45 menit menggunakan bus Trans Jakarta. Juara kan?

Acara hari ini di Rumah Belajar Rawamangun sebenarnya jam 9 pagi. Dan dengan pertimbangan karena saya menggunakan transportasi umum, saya pun memutuskan untuk berangkat lebih pagi, ya….. ga terlalu pagi sebenarnya, sekitar jam 7.30 wib. Tapi karena jalanan Jakarta lancar jaya, jadilah jam 8 lebih 10 menit saya sudah duduk manis menunggu Egy di Halte UNJ.

Dan….. karena Egy baru mau berangkat, saya pun diberi ancer-ancer lokasi @rumbelraw. Baiklah, mari kita cari lokasinya.

Turun dari halte UNJ, saya mengambil jalan ke arah tempat cuci mobil untuk mencari Gang Pemuda III A. Memasuki gang yang tidak terlalu besar itu, saya melangkah kan kaki menyusuri jalanan beton itu untuk mencari Bakso Pakde yang menjadi ancer-ancer lokasi yang paling dekat dengan @rumbelraw.

Tempat Bakso Pakde ketemu, tapi waktu saya bertanya dengan penghuni di sana, ternyata bapak itu tidak mengetahui di mana lokasi @rumbelraw. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menunggu Egy tiba, baru kemudian ke @rumbelraw.

Sekitar 10 menit kemudian Egy sampai, dan ternyata lokasi @rumbelraw itu sederet dengan Bakso Pakde. Agak mengherankan juga ya, kenapa waktu saya tanya bapak tadi beliau ga tau di mana lokasinya? :D

Saya tiba di sebuah bangunan terbuka, boleh dibilang permanen, berdinding dan berlantai semen kasar, dengan sehelai karpet karet di salah satu sudutnya. Di sudut yang lain terlihat sebuah meja pingpong tergeletak, berdebu. Di dinding yang paling luas, terpampang sebuah kertas kuning mengkilat dengan tulisan Rumah Belajar Belajar Rawamangun dengan huruf beraneka warna. Saat saya tiba di sana, beluam ada terlihat adik-adik yang akan mengikuti kegiatan pagi itu. Saya dan Egy kemudian duduk dan menunggu adik-adik datang, dan benar saja… tak lama kemudian muncul 3 adik perempuan kecil, Bunga, Naysilla dan Indah.

yang pake baju merah itu namanya Bunga, adik kecil yang datang paling cepat ke @rumbelraw
yang pake baju merah itu namanya Bunga, adik kecil yang datang paling cepat ke @rumbelraw

 

Kami menunggu hingga adik-adik yang datang cukup banyak. Hari ini rencananya adik-adik akan diajak bermain “Amazing Race”.

adik-adik yg datang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok
adik-adik yg datang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok

 

ayo, yel-yelnya dihapalin
ayo, yel-yelnya dihapalin

 

Setelah adik-adik yang datang mencapai angka sekitar 21 anak, dan kakak-kakaknya juga lumayan banyak, sekitar pukul 09.30 pun acara dimulai.

Adik-adik kemudian dibagi menjadi 4 kelompok, yang masing-masing kelompok akan didampingi oleh seorang kakak untuk memonitor mereka di lapangan. Ditetapkan bahwa untuk permainan ini akan ada 3 pos yang harus didatangi oleh adik-adik. Dan di setiap pos tersebut nantinya adik-adik akan menerima sejumlah soal dalam bentuk hitungan dan Bahasa Inggris.

Bersiap mengikuti Amazing Race, ayo baris yang rapi
Bersiap mengikuti Amazing Race, ayo baris yang rapi

 

Berbaris di lapangan yang ada di depan Rumah Belajar, adik-adik mulai belajar membuat yel-yel untuk kelompoknya. Seru melihat mereka menghapal yel-yel dengan berbagai gaya. Setelah semua hapal, permainan pun dimulai.

berlatih yel-yel kelompok biar Amazing Race-nya semakin semangat
berlatih yel-yel kelompok biar Amazing Race-nya semakin semangat

 

Kelompok 1 yang beranggotakan Indah, Bunga dan Naysilla mulai membaca petunjuk yang diberikan oleh kak Yaya. Petunjuk yang dibuat di selembar kertas origami biru bertuliskan “Di sini, adik-adik bisa belajar mengaji”. Adik-adik dari kelompok 1 membaca dengan cepat dan segera menuju pos 1 yang terletak di depan sebuah musholla. Di sana sudah menunggu kak Fenti dan seorang kakak lainnya. Di pos ini adik-adik dihadapkan pada beberapa soal Matematika sederhana, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Indah, Bunga dan Naysilla bekerja cepat, membaca soal yang ada di potongan-potongan karton kuning, menghitung dan mencari jawabannya di karton kuning kecil lainnya. Soal-soal tersebut harus mereka selesaikan dalam waktu 5 menit.

ayo, coba soalnya dihitung dengan benar, kemudian cari jawabannya
ayo, coba soalnya dihitung dengan benar, kemudian cari jawabannya

 

semua belajar, semua berhitung
semua belajar, semua berhitung

 

Selagi kelompok 1 menyelesaikan soal-soal yang ada, Kelompok 2 ternyata sudah tiba di pos 1. Ini adalah kelompok yang anggotanya adik cowok semua, Udin, Ramzi, Riski, Radit, Ipul dan Ikhsan. Kehebohan mulai muncul karena Kelompok 1 sedang berjuang menyelesaikan soal yang ada, sementara Kelompok 2 sudah mulai penasaran untuk segera melihat soal yang diberikan. Dan akhirnya Kelompok 1 berhasil menyelesaikan soal-soal tersebut dan melanjutkan permainan ke pos selanjutnya. Kelompok 2 pun mulai melihat dan mencoba menyelesaikan soal Matematika di pos 1. Dan….. Kelompok 3 ternyata juga sudah tiba di pos 1. Heboh, rame….

Kelompok 2 berhasil menyelesaikan seluruh soal Matematika dan mulai bergerak k epos selanjutnya. Giliran Kelompok 3 yang mencoba menyelesaikan soal-soal hitungan yang ada, dengan ditunggu oleh Kelompok 4 yang juga sudah tiba di pos 1 tersebut.

di pos 2, belajar mencocokkan kata dalam Bahasa Inggris.... grandmother, pasangannya apa coba?
di pos 2, belajar mencocokkan kata dalam Bahasa Inggris…. grandmother, pasangannya apa coba?

 

Selanjutnya, di pos 2, adik-adik dihadapkan pada sejumlah soal padanan kata dalam Bahasa Inggris. Dengan durasi waktu yang sama, 5 menit, setiap kelompok harus mencoba menyelesaikan semua soal tersebut.

nunggu giliran menjawab soal, mari kita foto-foto dulu
nunggu giliran menjawab soal, mari kita foto-foto dulu

 

sambil nunggu giliran, yel-yelnya jangan lupa....
sambil nunggu giliran, yel-yelnya jangan lupa….

 

Melihat mereka membaca, berpikir dan mencari jawabannya dengan cepat, cukup membuat saya terkesima. Mereka terdiri dari anak usia sekolah dasar dengan kelas yang bervariasi. Tapi pemahaman mereka terhadap Matematika dan Bahasa Inggris, menurut saya cukup baik. Dan itu suatu hal yang membanggakan, dengan melihat fasilitas yang mereka miliki.

ayo, dicari pasangan katanya
ayo, dicari pasangan katanya

 

Setelah menyelesaikan soal-soal padanan kata dalam Bahasa Inggris di pos 2, adik-adik lanjut lagi menuju pos 3. Di sini pun mereka diberikan soal-soal dalam Bahasa Inggris. Hanya saja kali ini adalah mereka harus mencocokkan gambar macam-macam buah dan sayuran dengan namanya dalam Bahasa Inggris.

 

walaupun harus berpanas-panasan di lapangan terbuka, tetap semangat!
walaupun harus berpanas-panasan di lapangan terbuka, tetap semangat!

 

hayo, avocado itu artinya apa? longbean apa?
hayo, avocado itu artinya apa? longbean apa?

 

Kalau kita yang biasa menonton acara The Amazing Race di televisi, kita akan melihat petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam bentuk yang sangat unik, diletakkan di tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tapi permainan Amazing Race yang dilakukan oleh adik-adik ini jauh lebih sederhana dari yang biasa kita saksikan di televisi. Pos-pos permainan menggunakan menggunakan teras kecil sebuah musholla, teras sebuah Taman Kanak-Kanak dan halaman terbuka. Adik-adik harus jalan menyusuri gang dan berpanas-panas dari pos yang satu ke pos yang lain. Tapi, tidak satu pun wajah mereka yang menunjukkan kelelahan, kebosanan. Yang terlihat adalah wajah-wajah antusias dan bersemangat, walau keringat mulai membasahi wajah dan baju yang mereka gunakan.

udah selesai Amazing Race, leha-leha dulu sambil nunggu dongeng dari kak Catur
udah selesai Amazing Race, leha-leha dulu sambil nunggu dongeng dari kak Catur

 

Setelah seluruh kolompok menyelesaikan semua soal yang diberikan dari 3 pos yang ada, kemudian semua berkumpul kembali di lokasi @rumbelraw.

Di tengah cuaca yang sangat panas siang itu, segelas air mineral yang dibagikan kepada adik-adik dan kakak-kakak yang hadir di sana cukup menyegarkan tenggorokan. Terlebih setelah datangnya 2 teko besar es teh manis yang diantarkan oleh salah seorang ibu. Segeeeeeeerrrrrr……

horeeee.... kak Catur datang.....
horeeee…. kak Catur datang…..

 

Siang itu, setelah Amazing Race, ternyata @rumbelraw kedatangan tamu istimewa, yaitu kak Catur dan boneka Tono. Kak Catur akan mendongeng untuk adik-adik di sana. Dengan ditemani boneka Tono, kodok dan harimau, kak Catur pun mendongeng mengenai perilaku terhadap sesama, yaitu tidak boleh sombong. Mengambil ilustrasi dari kehidupan binatang di hutan, dengan percakapan antara kodok dan harimau yang saling membantu dengan mengharapkan imbalan, ada pesan tersirat di balik cerita itu, yaitu jangan pamrih apabila membantu yang lain, dan jangan lah sombong dengan kelebihan yang kita punya.

 

kak Catur dan boneka Tono siap mendongeng untuk adik-adik di @rumbelraw
kak Catur dan boneka Tono siap mendongeng untuk adik-adik di @rumbelraw

 

adik-adik excited banget mendengarkan dongeng dari kak Catur, boneka Tono, kodok dan harimau
adik-adik excited banget mendengarkan dongeng dari kak Catur, boneka Tono, kodok dan harimau

 

Setelah dongeng selesai, boneka Tono membantu membacakan hasil permainan Amazing Race. Disebutlah nama Udin, Naysilla dan seorang lain adik perempuan sebagai peserta yang paling aktif. Kemudian nama Lean dan Putri sebagai peserta yang paling heboh :D

Udin, Naysilla dan seorang adik lainnya menjadi peserta paling aktif selama Amazing Race
Udin, Naysilla dan seorang adik lainnya menjadi peserta paling aktif selama Amazing Race

 

Acara hari ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Radit dan Riski.

baca doa sebelum pulang, dipimpin Radit dan Riski
baca doa sebelum pulang, dipimpin Radit dan Riski

 

Terima kasih adik-adik, hari ini kakak senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan kalian. Tetap jaga semangat untuk selalu belajar ya…. Fasilitas bukan lah segalanya untuk sukses. Selama kalian punya semangat, insyaallah kalian bisa sukses. Semangat!!!

udah Amazing Race, udah dengar dongeng, sekarang mari foto bareng....
udah Amazing Race, udah dengar dongeng, sekarang mari foto bareng….

 

 

 

Olahraga di Gunung Kelud

483238_10150968279913149_1206238888_a

 

Setelah beberapa waktu yang lalu saya sempat posting cerita mengenai Trowulan dan Mojokerto, kali ini saya ingin sharing cerita mengenai Gunung Kelud. Masih dalam rangkaian marathon trip keliling Trowulan – Mojokerto – Bromo – Sempu – Madakaripura, sore itu perjalanan kami lanjutkan menuju Gunung Kelud. Gunung ini merupaka gunung berapi aktif yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, dengan jarak kira-kira sekitar 27 km sebelah timur dari pusat Kota Kediri.

 

 

tukang fotonya gitu amat ya gayanya? :p (ini foto di jalan menuju terowongan yang menghubungkan area parkir dengan lokasi Gunung Kelud)
tukang fotonya gitu amat ya gayanya? :p
(ini foto di jalan menuju terowongan yang menghubungkan area parkir dengan lokasi Gunung Kelud)

 

Saat kami tiba di sekitar lokasi Gunung Kelud, hari sudah menjelang sore. Parkiran kendaraan sudah mulai sepi, hanya tertinggal 2 mobil berukuran sedang. Oh iya, jalanan menuju Gunung Kelud cenderung menanjak. Jalanan beraspal mulus yang bisa dilalui 2 kendaraan roda 4 berpapasan itu dikelilingi tanaman perdu di kiri dan kanannya. Kira-kira di setengah perjalanan, akan ada 1 area yang sedikit menyimpan “misteri”. Kenapa dibilang menyimpan “misteri”, karena di area tersebut, kendaraan bisa berjalan tanpa harus kita menekan gas. Bisa dibayangkan, dengan kondisi jalan yang menanjak, kendaraan dalam posisi normal, bisa berjalan sendiri tanpa perlu menekan gas.

Saya mendapat cerita itu dari driver mobil yang saya tumpangi. Begitu mendekati area tersebut, driver kami langsung memberitahu. Dan di sebelah kiri jalan saya membaca sebuah papan pemberitahuan berwarna merah cerah yang bertuliskan “Jalan Misteri”.

 

Papan penunjuk "Jalan Misteri" di arah jalan masuk menuju lokasi wisata Gunung Kelud
Papan penunjuk “Jalan Misteri” di arah jalan masuk menuju lokasi wisata Gunung Kelud

 

Dan benar saja, begitu melihat papan pemberitahuan tersebut, driver pun segera mematikan mesin mobil. Sungguh ajaib, walaupun mesin mobil dalam keadaan mati, namun mobil kami bergerak mengikuti jalanan yang menanjak. Kondisi ini terus berlangsung selama kurang lebih 5 menit sampai kami melihat lagi papan merah bertuliskan “Jalan Misteri” di sisi yang berbeda.

Wah…. pengalaman pertama saya mengalami hal ini. Tapi ternyata, di mobil yang saya tumpangi ini tidak semua teman ngeh dengan kejadian tadi. Kami ber-11 di dalam mobil, yang ngeh mungkin hanya saya + 2 orang teman saya yang duduk di depan. Ah, ruginya teman-teman yang tidak menyadari fenomena tadi.

 

Sebelum mulai trekking ke Gardu Pandang nih.... mukanya masih senyum-senyum, liat aja nanti :p
Sebelum mulai trekking ke Gardu Pandang…. mukanya masih senyum-senyum, liat aja nanti :p

 

Dari parkiran kendaraan, kami harus melewati sebuah terowongan untuk tiba di area Gunung Kelud. Sore itu, terowongannya sepi…….. hanya ada kami dan sekeluarga pengunjung yang melintasinya. Kondisi terowongan yang temaram karena kurangnya sarana penerangan, bikin suasana sedikit spooky (dikit aja sih, beneran deh. Yang banyakan justru riuhnya kami :D).

 

Hayo, mau pilih yang mana?
Hayo, mau pilih yang mana?

 

itu terowongan yang harus dilewati untuk mencapai Gunung Kelud
itu terowongan yang harus dilewati untuk mencapai Gunung Kelud

 

ayo kita ke Gardu Pandang......
ayo kita ke Gardu Pandang……

 

nah, ini lagi di dalam terowongannya.... gelap....
nah, ini lagi di dalam terowongannya…. gelap….

 

Sampai di ujung terowongan, udara terasa segar. Gunung Kelud tampak di kejauhan seperti tumpukan batu yang menggunung tinggi. Kami berjalan menuju Gardu Pandang yang terletak di atas bukit. Untuk mencapainya, kami harus melewati berpuluh-puluh anak tangga yang lumayan curam (kalau tidak salah 600 anak tangga), yang tentunya sukses membuat saya dan teman-teman ngos-ngosan untuk mencapai puncaknya. Di kiri dan kanan tangga beton tersebut tumbuh ilalang-ilalang liar.

 

ini tangga yang harus dilewati untuk mencapai Gardu Pandang (ga banyak kok, cuma 600 anak tangga ajah :D)
ini tangga yang harus dilewati untuk mencapai Gardu Pandang
(ga banyak kok, cuma 600 anak tangga ajah :D)

 

Gimana kak Geget? budhe Kim? finish strong ya....
Gimana kak Geget? budhe Kim? finish strong ya….

 

Menaiki anak tangga yang segitu banyak, saya tidak berani forsir. Naik pelan-pelan, kalau capek ya saya berhenti dulu, foto-foto deh :D

 

kalo capek naik tangganya, ya kita foto-foto dulu yaaaa....
kalo capek naik tangganya, ya kita foto-foto dulu lah…. :D

 

And here we are! Gardu Pandang Gunung Kelud
And here we are!
Gardu Pandang Gunung Kelud

 

mumpung udah di Gardu Pandang, dan mumpung hari masih terang, narsis-narsis dulu kita...
mumpung udah di Gardu Pandang, dan mumpung hari masih terang, narsis-narsis dulu kita…

 

Setelah menaiki ratusan anak tangga itu, akhirnya sampai lah saya dan teman-teman di Gardu Pandang yang menjadi pusat pengamatan Gunung Kelud dan anak Gunung Kelud. Kami tiba di Gardu Pandang bertepatan dengan sunset yang mulai menguning di ujung Barat. Angin yang bertiup perlahan membuat ingin berlama-lama menikmati bola emas raksasa yang semakin lama semakin menghilang di ujung cakrawala.

 

 

yeay! step on Puncak Gardu Pandang Kelud
yeay! step on Puncak Gardu Pandang Kelud

 

 

Yes! Sampe juga di Gardu Pandang
Yes! Sampe juga di Gardu Pandang

 

Itu kepundan Gunung Kelud yang terus-menerus mengeluarkan asap belerang
Itu kepundan Gunung Kelud yang terus-menerus mengeluarkan asap belerang

 

sunset dari puncak Gardu Pandang
sunset dari puncak Gardu Pandang

 

Namun karena hari semakin gelap, akhirnya kami pun bergegas untuk turun (dan lagi-lagi harus menyiapkan betis dan dengkul untuk berjuang menuruni 600 anak tangga). Ternyata, turun lebih serem daripada waktu naik tadi. Dari atas, tangganya terlihat sangat curam, jadi harus ekstra hati-hati. Harus pegangan kanan kiri, plus menjaga keseimbangan badan dan pijakan kaki.

 

pemandangan jalur anak tangga dari puncak Gardu Pandang
pemandangan jalur anak tangga dari puncak Gardu Pandang

 

Sampai di bawah, kami kemudian berjalan menuju terowongan untuk kembali ke parkiran. Keluar dari parkiran, hari sudah semakin gelap walaupun belum malam. Saya dan beberapa teman memutuskan untuk sekalian mencoba sumber air panas yang ada di sebelah kiri jalan. Tapi, lagi-lagi kami harus menjumpai ratusan anak tangga (kali ini jumlah anak tangganya justru lebih banyak dari jumlah anak tangga menuju Gardu Pandang) #eluseluslutut

 

lumayan, bisa ngerendem kaki
lumayan, bisa ngerendem kaki

 

Sampai di bawah (akhirnya…….) saya pun segera membuka sepatu dan mencoba merendam kaki yang sudah sangat lelah ini ke dalam kolam air panas alami. Enaaaaaaaaaaaaakkkkk….. Kakinya seperti dipijit-pijit.

Merendam kaki sampai betis, merasakan sensasi pijitannya ternyata sedikit menghilangkan rasa penat di kaki yang sudah digunakan berkeliling seharian ini. Kalau saja tidak memikirkan hari yang semakin gelap, mungkin berendamnya bakal sampai leher deh :D

Nah, waktu mau naik dan liat anak tangga yang jumlahnya bejibun itu, lutut saya lemes lagi :D hihihihihihi…. Kebayang capeknya…

Huft, perjuangan banget ini mau naik dan jalan ke parkiran. Rasanya kakinya jadi beraaaaaaaaattttt…… banget! Saya sampai harus memaksa kaki dan badan dengan cara menarik badan sambil berpegangan pada besi yang menjadi pembatas anak tangga. Memaksa kaki untuk terus menapaki anak tangga satu demi satu. Hiks….. capeknyaaaaa………

Dan akhirnya…. Setelah memaksa kaki dan badan hampir 1 jam, saya pun akhirnya sampai di parkiran, dan…… diketawain dong dengan teman-teman yang lain. Ya gimana ga diketawain, kami tiba di parkiran dengan baju basah oleh keringat dan wajah mengkilat + merah :D huft….

 

Sampe di parkiran, haduuuuuuuhhhhh..... betisnya mau copot....
Sampe di parkiran, haduuuuuuuhhhhh….. betisnya mau copot….

 

Setelah sejenak mengeringkan keringat, kami pun kembali menaiki kendaraan dan melanjutkan perjalanan menuju Sendang Biru, sebelum menyeberang ke Pulau Sempu keesokan harinya. Dan karena kelelahan, saya pun memutuskan untuk istirahat dan tidur sepanjang perjalanan menuju Pantai Sendang Biru. Bye bye semua….. istirahat dulu ya… besok kita sambung lagi ceritanya di Sendang Biru…………. zzzzzzzzzzzzz