Pantai Mandorak, Surga Mungil di Balik Tebing

 

 

Sumba, terkenal dengan keeksotisan alamnya serta pantai-pantai cantik yang tersebar di sekeliling pulau yang tidak terlalu besar ini. Salah satu pantai cantik yang masih belum terlalu dikenal adalah Pantai Mandorak. Pantai dengan pasir putih yang sangat halus dan tebing-tebing batu terjal yang mengelilingi, mejadikan pantai ini unik dan tidak akan mudah dilupakan.

Pantai Mandorak, terletak di Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini berjarak sekitar 50 km dari pusat Kota Wateebula, ibukota Sumba Barat Daya. Untuk mencapai pantai ini dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau 4. Dari kota Wateebula kendaraan harus diarahkan ke arah Barat, menuju Desa Pero Batang, Kodi terlebih dahulu. Dari desa tersebut, sekitar 30 menit kemudian, barulah tiba di Pantai Mandorak.

 

pasir putihnya sangat halus

 

Ukuran pantai ini tidak terlalu besar, hanya sekitar 50 meter. Pantainya landai dan dipenuhi dengan pasir putih yang halus. Pepohonan hijau yang menghasilkan bebunyian indah saat daun-daunnya saling bersentuhan saat angin bertiup terlihat di sekeliling pantai. Tebing batu tinggi menjulang terlihat melindungi pantai dari gelombang pantai yang menderu-deru.

 

pantai ini dikelilingi oleh tebing batu yang menjaganya dari hantaman gelombang dari Samudra Hindia

 

Air laut yang sampai ke hamparan pasir putih di bibir pantai, masuk melalui “pintu” kecil berupa celah selebar 3 meter di antara 2 tebing batu. Dan air berwarna hijau kebiruan dan jernih akan menyapa pasir putih yang menghampar di sepanjang pantai. Bersantai sambil menikmati segarnya air laut dan halusnya pasir pantai merupakan aktivitas yang wajib dilakukan apabila mengunjungi pantai ini. Apabila ingin berenang, usahakan jangan terlalu jauh dari garis pantai, karena gelombang yang berasal dari Samudra Hindia ini cukup besar.

 

menikmati hangatnya matahasi Sumba sambil berendam di pinggir pantai

 

Gelombang yang sambung-menyambung dari Samudra Hindia berkejaran menuju pantai. Namun sebelum mencapai bibir pantai akan dihadang oleh tebing-tebing batu terjal yang berdiri di sepanjang sisi kanan dan kiri pantai. Buih putih pun pecah saat gelombang menghantam dinding batu.

Di atas tebing batu di sisi kiri pantai, berdiri sebuah resort dengan arsitektur khas Sumba. Resort tersebut dikelola oleh seorang berkewarganegaraan Perancis, dan menjadi satu-satunya resort yang ada di Pantai Mandorak.

 

buih putih gelombang yang pecah saat menabrak tebing merupakan pemandangan yang indah

 

di atas tebing banyak ditemukan pohon Kelapa dan pepohonan besar yang cukup rindang

 

Penduduk asli di sekitar pantai memanfaatkan pantai untuk bersantai, serta menjadi tempat untuk menambatkan perahu yang biasanya mereka gunakan untuk melaut.

Tebing batu yang terdapat di sekitar pantai bisa didaki karena treknya tidak terlalu berbahaya. Dari atas tebing batu, akan terlihat pemandangan lepas ke Samudra Hindia. Dari atas tebing batu akan terlihat hamparan pasir putih di pantai sedikit bersemburat merah muda, seperti Pink Beach yang terdapat di Pulau Komodo.

 

berdiri di atas tebing, dan kita bisa melihat luasnya Samudra Hindia

 

menikmati sore sambil berjalan di atas tebing, melihat riak gelombang yang pecah di bebatuan dan hangatnya sinar matahari sore

 

Apabila ingin menikmati seluruh pemandangan yang ada di sekitar Pantai Mandorak, naiklah ke atas tebing. Dan pemandangan indah 360 derajat akan memanjakan mata.

 

dari atas tebing ini, pemandangan laut lepas, tebing, dan pantai terlihat jelas

 

ayo, kita ke mana lagi???

 

 

 

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.