Menjemput Senja Bersama Dancing Mangrove di Walakiri

 

 

Senja dan pantai. 2 hal itu menurut saya tidak bisa dipisahkan. Karena tempat terbaik untuk menikmati senja adalah pantai. Apalagi bila di pantai tersebut ada sesuatu yang unik dan tidak terdapat di pantai lainnya. Hmm… seperti apa ya indahnya senja apabila dinikmati di pantai yang ditumbuhi dengan mangrove-mangrove kerdil yang meliuk-liuk bagaikan sosok seorang penari?

 

para penikmat senja menunggu moment kembalinya matahari ke peraduannya

 

laki-laki dan senjanya

 

Rasa penasaran saya dengan pemandangan senja yang cantik, ditemani oleh liukan mangrove-mangrove kerdil akhirnya membawa saya ke Pantai Walakiri yang berada di Sumba Timur. Secara geografis, Pantai Walakiri berada di Watumbaka, Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Apabila kita memulai perjalanan dari kota Waingapu, maka kita harus mengambil arah menuju kecamatan Melolo, sekitar 24 km atau 30 menit berkendara.

 

mangrove-mangrove kerdil yang tumbuh meliuk-liuk di Pantai Walakiri

 

Saat paling tepat untuk mengunjungi Pantai Walakiri adalah di waktu sore, menjelang moment matahari kembali ke peraduannya, dan di saat air laut mulai surut. Seperti pantai pada umumnya, Pantai Walakiri juga memiliki hamparan pasir putih yang luas dengan jajaran pohon Kelapa yang memberikan suasana teduh dan nyaman bagi para pengunjungnya. Pasir yang terhampar di sepanjang Pantai Walakiri memiliki 2 tekstur, pasir yang berada di tepi pantai memiliki tekstur seperti pasir pada pantai kebanyakan, yaitu butiran-butiran berwarna putih kekuningan, sedangkan pasir yang berada pada area yang lebih dekat dengan laut, dan akan menjadi hamparan pasir pada saat laut surut, teksturnya akan seperti bedak atau semen basah, yang kemudian akan kering dan mengeras. Uniknya, garis batas antara kedua tekstur pasir ini terlihat jelas.

 

dancing mangrove!

 

dan ketika senja semakin merah, siluet mangrove pun semakin cantik

 

deretan mangrove kerdil yang menjadi tumbuhan khas Pantai Walakiri

 

Pantai Walakiri sangat terkenal dengan mangrove-mangrove kerdilnya yang memiliki bentuk yang tidak biasa. Apabila selama ini kita mengenal mangrove sebagai tumbuhan tepi pantai yang bentuknya seperti pohon pada umumnya, maka mangrove yang terdapat di Pantai Walakiri sangatlah berbeda. Dancing mangrove! Ya, itulah sebutan bagi mangrove yang tumbuh di Pantai Walakiri. Hal itu disebabkan oleh bentuk tumbuhnya mangrove yang tidak biasa. Bentuk batang yang biasanya tegak, namun mangrove di Pantai Walakiri tumbuh meliuk-liuk bak seorang penari. Satu lagi, ukuran mangrove yang tumbuh di Pantai Walakiri juga tidak setinggi pohon mangrove pada umumnya, namun kerdil, kurang lebih hanya setinggi orang dewasa.

 

starfish/bintang laut yang banyak terdapat di Pantai Walakiri

 

perahu nelayan di Pantai Walakiri

 

Saat air laut surut, maka di hamparan pasir pantainya akan banyak ditemui bintang laut – bintang laut kecil. Pengunjung yang akan menikmati senja di Pantai Walakiri sebaiknya berhati-hati saat melangkah, agar tidak menginjak bintang laut – bintang laut tersebut. Dan ketika bola jingga keemasan semakin mendekati horison, nikmatilah moment yang sangat artistik, ketika warna merah, kuning, jingga, dan ungu menimpa siluet dancing mangrove, jangan salahkan diri anda apabila anda terhipnotis dengan keindahannya. Cobalah untuk memejamkan mata, rasakan hangatnya cahaya senja di permukaan wajah, semilir angin yang bertiup perlahan, desiran permukaan air laut yang terkena hembusan angin, serta musik indah dari gesekan daun-daun mangrove yang tertiup angin.

 

dan senja semakin merah

 

dan bola kuning keemasan semakin mendekati batas cakrawala

 

let’s go home

 

 

 

Please follow and like us:
0

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.