Legenda Malin Kundang di Pantai Air Manis, dan Pulau Pisang Cetek

— lanjutan Day-4 —



Oleh-oleh udah beres sekarang yuk kita jalan-jalan mengunjungi situs yang katanya perwujudan Malin Kundang yang durhaka sama ibunya.

Setelah make sure bahwa semua barang-barang di kamar udah beres, trus gw dan teman-teman check out deh dari Hotel Bunda.
Masukin seluruh carrier dan koper ke bagasi unyu, trus kami mulai perjalanan hari terakhir di Kota Padang.
Tujuannya hari ini adalah Pantai Air Manis.

Gw ga ngerti ya itu jalannya mengarah ke mana? yang jelas kami sempat melewati Pantai Padang lagi, trus makin lama jalannya makin kecil gitu…..
Sampe akhirnya di sebelah kanan jalan gw mulai ngeliat pantai….
Iya, itu Pantai Air Manis!
Pantai Air Manis terletak di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Turun dari unyu, gw dan teman-teman bergerak ke sisi kiri pantai untuk ngeliat batu (yang katanya adalah perwujudan) Malin Kundang. Masih inget kan dengan cerita Malin Kundang yang jadi batu setelah dikutuk oleh ibunya?
Nah… di pantai ini gw ngeliat batu yang bentuknya seperti seseorang yang sedang tersungkur.
Selain batu Malin Kundang, di pantai ini juga ada batu yang merupakan perwujudan dari kapalnya Malin Kundang.

Sisa-sisa kapal Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu
Pantai Air Manis sendiri merupakan pantai yang memiliki pasir berwarna coklat keputih-putihan. Ombak di pantai ini cukup bagus untuk ber-surfing ria. Pagi itu gw juga liat beberapa orang yang sedang surfing di sana. Suasana pantai rame…. banyak gw liat orang-orang yang sedang berjalan-jalan di tepian pantai. Beberapa orang gw liat sedang berenang dan bermain air.

surfing anyone?
Gw mencoba jalan menyusuri sepanjang pantai. Merasakan halusnya pasir coklat basah di telapak kaki gw, menghirup aroma laut dan merasakan cumbuan anginnya…… segeeeeeeeerrrrrr…..

Ada yang berani nyoba?
Tiba-tiba Dyni udah di sebelah gw “Mbak, klo ke arah kanan itu apa ya? Kayaknya itu ada pulau lagi” sambil nunjuk ke pulau kecil di sisi kanan pantai.
“Wah… ga ngerti juga ya Dyn…. ayo kita tanya Hendra aja” ajak gw.
Akhirnya gw sama Dyni nanya Hendra, itu pulau apa?
Kata Hendra, itu namanya Pulau Pisang Cetek (cetek dalam bahasa Minang artinya kecil).
Akhirnya gw, Dyni dan Hendra jalan tuh ke arah Pulau Pisang Cetek.
Keliatannya sih deket ya…. tapi ini udah jalan jauh berasa ga nyampe-nyampe :D

Pulau Pisang Cetek
Menurut Hendra, kalo sore kita ga bisa jalan kaki ke Pulau Pisang Cetek karena laut pasang. Jadi hamparan pasir coklat itu akan terendam air laut cukup tinggi.
Lucky us, kami sampe di sini pagi… jadi bisa ngerasain jalan kaki nyebrang ke Pulau Pisang Cetek.
Sebelum sampe ke Pulau Pisang Cetek, gw, Dyni dan Hendra ngelewatin hamparan pasir yang teksturnya kayak persawahan gitu… cakep banget!
Padahal itu karena arus dan gelombang air laut.
Hanya sayang….. masih banyak sampah yang berserakan di sana.
Sepertinya kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya blom dipahami oleh mayoritas orang….
Sedih liat pantai dipenuhi plastik bekas bungkus makanan kecil, botol air mineral dan sebagainya.

“persawahan” di pantai menuju Pulau Pisang Cetek
Narsis??? Tentu saja….. iya kan Dyn? :p
Finally… gw, Dyni dan Hendra sampe di Pulau Pisang Cetek.
Pemandangannya baguuuuuussssss….. tersepona…. eh, terpesona deh gw….. cowok ganteng? lewaaaaaaaaaaaattttttttt…… :))
Nih gw kasi beberapa foto di Pulau Pisang Cetek.

“mo ke sana Dyn? tapi kudu nyebrang pake perahu” :D
Ada Taman Siti Nurbaya di atas bukit nun jauh di seberang sana

Gimana? Bagus kan?
Klo di Pulau Pisang Cetek, sisi sebelahnya terdiri dari karang-karang pantai.
Hamparan karang berwarna coklat terlihat luas….
Di seberang sana ada Pulau Pisang Gadang….
Tapi gw ga singgah ke Pulau Pisang Gadang karena harus pake perahu lagi.

Aktivitas di Pulau Pisang Cetek dengan view Pulau Pisang Gadang di kejauhan

Sempet duduk-duduk menikmati udara laut di Pisang Cetek, dibonusin sebutir kelapa muda… sluuurrrpppp… segernyaaaa…. di tengah hari yang cukup panas ini…. hmm… delicious….

Sekitar jam 12-an akhirnya gw bareng Dyni dan Hendra balik lagi ke arah Pantai Air Manis.
Kasian teman-teman yang laen udah nunggu…. heheheheheh… sorry…. ditinggal maen ke pulau sebelah…. :D

Trus…. kami pun melanjutkan perjalanan….
Masih ada Taman dan Makam Siti Nurbaya yang akan kami datangi sebelum pulang.
Let’s go……




6 thoughts on “Legenda Malin Kundang di Pantai Air Manis, dan Pulau Pisang Cetek”

  1. I have to thank you for the efforts you’ve put in writing
    this website. I’m hoping to view the same high-grade content by you later on as well.
    In truth, your creative writing abilities has encouraged me to get my own blog now ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *