Category Archives: Tour De Belitung Timur

Tour De Belitung Timur 2013 #20 – Holiday is Over…. Bye…Bye Belitung Timur….



Dan…… akhirnya acara keliling-keliling Tour De Belitung Timur 2013 harus berakhir hari ini. Yup, Kamis, 26 September 2013 merupakan hari terakhir kami di Belitung Timur. Acara pagi itu dimulai dengan packing (untuk yang belum selesai packing tadi malam, kalo saya sih sebelum tidur udah memastikan bahwa seluruh bawaan udah rapi di dalam carrier, jadi paginya udah nyantai), kemudian sarapan pagi dan langsung check out.


yang mau borong kerupuk??
Nah, ternyata pulangnya ini ada 2 kloter. Saya dan sebagian besar teman-teman kebagian kloter 2, berangkat jam 11.45 wib dari Tanjung Pandan. Tapi ternyata ada beberapa teman-teman yang sudah harus flight jam 9 pagi. Dan pagi itu, di saat saya dan teman-teman lain baru sarapan, sebagian teman-teman yang lain ada yang sudah cuuusss ke bandara.


Karena penerbangan kami masih lumayan siang, pagi itu saya sempat ngikut teman-teman untuk berbelanja oleh-oleh. Saya sih ga belanja apa-apa, cuma ikut jajan di pasar Lipat Kajang :D


Seperti sebelumnya, di saat teman-teman yang lain sibuk belanja oleh-oleh, ya kerupuk, ikan asin, kopi (again) dan lain-lain itu, saya dengan gesit langsung menuju pojokan pasar yang menjual aneka jajanan pasar. Beli cemilan ah untuk di bus ke bandara… hehehehehe…


ga usah beli oleh-oleh, kita jajan ajah :D


Dan akhirnya, I have to say goodbye to Belitung Timur. Makasih bapak ibu dari Disbudpar Beltim, makasih bapak bupati, and tour guide, thank you so much for the trip. Nice to know u all…


Makasih untuk semuanya, semoga saya masih bisa balik lagi ke Belitung Timur, untuk liat-liat destinasi wisata yang kemarin belum sempat dikunjungi.


Terima kasih Manggar, Gantong, Damar, Kelapa Kampit, untuk keindahan yang telah diberikan selama saya di sana. Indonesia benar-benar surga! I love Indonesia!!! #dadahdadahdaripesawat 



Tour De Belitung Timur 2013 #19 – Malam Hiburan with Backpacker ^.*



Rangkaian acara Tour De Belitung Timur 2013 hari ke-3 ini ditutup dengan menghadiri acara malam keakraban di arena hiburan rakyat yang kebetulan sedang berlangsung di Belitung Timur. Jadilah malam itu, setelah ber-sunset ria di Bendungan Pice, bersih-bersih dan makan malam di penginapan, saya dan teman-teman berbondong-bondong menuju lokasi acara hiburan rakyat.


Di sana saya melihat banyak stand-stand yang menampilkan berbagai kerajinan rakyat Belitung, termasuk makanan khasnya. Beberapa kantor pemerintahan juga ikut berpartisipasi dan menampilkan produk-produk andalannya. Dan malam itu, diumumkan lah siapa yang meraih stand terbaik, dan berbagai pemenang doorprice yang jumlahnya cukup banyak. Ada seorang adik kecil yang beruntung memenangkan sebuah sepeda gunung, yang ukurannya jauh melebihi besar badannya. Jadi pada saat harus berfoto dengan hadiah yang dimenangkannya, si adek kecil itu terlihat lucu, hehehehehe…


atraksi perkelahian tradisional Belitung Timur


Di sana pula saya melihat atraksi tradisional Belitung Timur, berupa perkelahian semacam silat, namun sepertinya melibatkan tenaga dalam. Pada pertunjukan ini ada 2 orang laki-laki bertelanjang dada dengan menggunakan celana komprang hitam dan bertikat kepala dengan motif serupa, keduanya memegang sebilah tongkat panjang. Ada seorang tetua adat/dukun yang akan mendampingi mereka di arena perkelahian. Sebelum perkelahian dimulai, sang tetua adat akan mambacakan doa keselamatan agar kedua orang itu tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah aba-aba diberikan, kedua lelaki itu pun mulai berkelahi dengan mempergunakan tongkat yang mereka pegang. Masing-masing berusaha untuk memukul badan lawannya dengan tongkat tersebut.


Saya sebenarnya lumayan ngeri melihatnya. Kebayang perih dan sakitnya badan yang terkena sabetan tongkat itu. Tapi….. ternyata badan ke-2 pemain itu ga kenapa-kenapa lho. Setelah selesai pertunjukan, ke-2 pemain itu menunjukkan bagian tubuhnya yang terkena sabetan tongkat, dan tidak ada luka di situ!!! Wow….
Padahal saya sudah membayangnya pasti punggung mereka akan berdarah-darah terkena sabetan tongkat dari lawannya. Huft….


kebayang sakitnya disabet pake tongkat kayu itu…. hiiii….


Pertunjukan perkelahian itu adalah penutup acara pada malam hiburan tersebut. Dan akhirnya, rombongan Tour De Belitung Timur 2013 pun bergegas pulang ke penginapan untuk berkemas, karena besok adalah hari terakhir kami menjelajah Belitung Timur ini sebelum pulang ke Jakarta. Hiks…. masih belum puas keliling-kelilingnya…  


Tour De Belitung Timur 2013 #18 – Berburu Sunset di Bendungan Pice




Setelah tadi bersantai ria di Pantai Punai, tujuan terakhir rombongan Tour De Belitung Timur 2013 ini adalah sebuah bendungan, yaitu Bendungan Pice. Sekalian liat sunset gitu deh…



Bendungan Pice berada di hulu Sungai Lenggang, Kecamatan Gantong, Belitung Timur. Bendungan ini dibangun sekitar tahun 1936 – 1939 dengan panjang 50 meter, dan memiliki 16 pintu air dengan masing-masing ukuran pintu air sebesar 2.5 meter. Bendungan ini dibangun di hulu Sungai Lenggang, karena sungai ini merupakan sungai besar dan panjang yang membelah Kota Gantong, Belitung Timur.


Kenapa bendungan ini disebut Bendungan Pice?
Bendungan ini didirikan oleh seorang insinyur Belanda yang bernama “Sir Vance”. Karena pelafalan lidah masyarakat yang susah untuk menyebut “Vance”, akhirnya bendungan ini dikenal dengan nama Bendungan Pice.
Bendungan ini dibangun oleh perusahaan timah Belanda yang ada di Belitung sebagai alat pengatur tinggi rendahnya permukaan air Sungai Lenggang untuk mempermudah sistem kerja kapal keruk dalam melakukan eksplorasi timah.



Bendungan Pice sore ini



Saat ini, sebagian pintu air di Bendungan Pice masih bisa difungsikan, namun fungsinya sudah tidak sama sebagaimana fungsi awalnya, karena sejak penambangan timah dikelola oleh PT. Timah, tbk, kapal keruk sudah tidak dipergunakan lagi.


Senja itu, saat saya dan teman-teman tiba di lokasi bendungan, langit di Barat sudah mulai merona merah kekuningan. Cahaya biru, putih, semburat orange, kuning, dan ungu menjadi satu.
Air di Sungai Lenggang pun sangat tenang, merefleksikan kokohnya bangunan bendungan yang berdiri di atasnya.
Tiang-tiang Bendungan Pice bercat warna biru terang, yang sangat kontras dengan kaki-kaii betonnya yang berwarna coklat kehitaman.


Dan senja itu, saya menikmati kemilau sunset di langit Barat dengan bersantai sejenak di tepian bendungan. Duduk menggelosor di pinggir bendungan yang berupa bidang miring sambil menyelonjorkan kaki. Melihat kaki langit yang meyemburat jingga, menikmati kilau permukaan air Sungai Lenggang yang tenang tak bergelombang. Dan diselingi semilir angin senja yang cukup sejuk.



suka banget liat refleksinya senja itu, cakep!!!



Perjalanan hari ini ditutup dengan sempurna.
Dan ketika langit di ujung Barat semakin redup cahaya jingganya, dan suasana semakin gelap, saya dan teman-teman bergegas kembali ke bus untuk pulang ke penginapan. Nanti malam kami ditunggu di acara penutupan malam kesenian rakyat Belitung Timur.
Sekarang harus segera balik ke penginapan, bersih-bersih, makan malam dan siap cuss ke lokasi malam kesenian rakyat Belitung Timur.
  






Tour De Belitung Timur 2013 #17 – Yuk, Ke Pantai Punai





Selesai melihat dan mendengarkan cerita tentang Batu Buyong a.k.a Batu Bujangan, saya dan rombongan Tour De Belitung Timur 2013 kemudian diajak ke pantai (beneran) hehehehe….. akhirnya……


Kali ini, tujuan kami adalah Pantai Punai. Pantai yang terletak di Desa Tanjung Kelumpang, Simpang Pesak, Kecamatan Dendang, sekitar +/- 93 km dari pusat kota Tanjung Pandan. Seperti pantai yang ada di Pulau Belitung pada umumnya, pantai ini pun terdiri dari pasir putih yang halus, batu-batu granit besar dan kecil yang menghiasi pinggir-pinggir pantai, pohon-pohon nyiur, dan tentu saja air laut yang jernih kebiruan.


perahu nelayan yang sedang istirahat

Hanya saja, karena saya tiba di pantai itu dalam kondisi tengah hari, di mana matahari juga lagi getol-getolnya ngasi diskon, walhasil saya hanya ngadem di bawah pohon, tanpa berani mencoba untuk berjalan di sepanjang pantai (eike takut gosong booo…. :D)


Di salah satu sisi pantai terlihat puluhan kapal-kapal tradisional nelayan, yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk melaut (tentunya bagi mereka yang mata pencariannya nelayan ya…). Di pantai ini kita bisa melihat nelayan yang baru naik dari melaut dengan membawa hasil tangkapan mereka, dan itu bisa langsung kita beli lho…. Kebayang kan, gimana segarnya ikan-ikan yang baru ditangkap??? hmm…. yummy….


sambil ngadem di bawah pohon aja bisa dapat pemandangan bagus seperti ini

Di pantai ini juga menurut informasi yang saya dengar dari guide Disbudpar, sunset-nya ciamik. Saya berharap bisa mendapatkan sunset cantik di pantai ini.
Yang saya suka, pohon-pohon nyiur yang tumbuh di sana tinggi-tinggi dan rindang, dan tentu saja, dalam cuaca yang panas ini, yang terbayang di kepala saya adalah sebuah kelapa muda segar yang baru dipetik dari pohon, diminum dengan ditambah bongkahan batu es….. sluurrruuuuupppp…….. segaaaaarrrrr…..


perahu nelayan yang baru pulang melaut


Cuaca siang itu cerah banget (kalau ga mau dibilang panas :D), langit biru dihiasi beberapa gumpalan awan putih. Anginnya juga semilir, bikin mata saya mulai kriyep-kriyep :D


Menunggu sunset ternyata masih lama, dan akhirnya setelah berjumpa dengan semangkok indomie telor + es kelapa muda, saya dan rombongan harus meninggalkan Pantai Punai, menuju destinasi terakhir sore itu.
Ke mana???
Coba liat di sini. 

suka liat deretan pohon nyiur ini