Category Archives: pasir putih

Tour De Belitung Timur 2013 #17 – Yuk, Ke Pantai Punai





Selesai melihat dan mendengarkan cerita tentang Batu Buyong a.k.a Batu Bujangan, saya dan rombongan Tour De Belitung Timur 2013 kemudian diajak ke pantai (beneran) hehehehe….. akhirnya……


Kali ini, tujuan kami adalah Pantai Punai. Pantai yang terletak di Desa Tanjung Kelumpang, Simpang Pesak, Kecamatan Dendang, sekitar +/- 93 km dari pusat kota Tanjung Pandan. Seperti pantai yang ada di Pulau Belitung pada umumnya, pantai ini pun terdiri dari pasir putih yang halus, batu-batu granit besar dan kecil yang menghiasi pinggir-pinggir pantai, pohon-pohon nyiur, dan tentu saja air laut yang jernih kebiruan.


perahu nelayan yang sedang istirahat

Hanya saja, karena saya tiba di pantai itu dalam kondisi tengah hari, di mana matahari juga lagi getol-getolnya ngasi diskon, walhasil saya hanya ngadem di bawah pohon, tanpa berani mencoba untuk berjalan di sepanjang pantai (eike takut gosong booo…. :D)


Di salah satu sisi pantai terlihat puluhan kapal-kapal tradisional nelayan, yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk melaut (tentunya bagi mereka yang mata pencariannya nelayan ya…). Di pantai ini kita bisa melihat nelayan yang baru naik dari melaut dengan membawa hasil tangkapan mereka, dan itu bisa langsung kita beli lho…. Kebayang kan, gimana segarnya ikan-ikan yang baru ditangkap??? hmm…. yummy….


sambil ngadem di bawah pohon aja bisa dapat pemandangan bagus seperti ini

Di pantai ini juga menurut informasi yang saya dengar dari guide Disbudpar, sunset-nya ciamik. Saya berharap bisa mendapatkan sunset cantik di pantai ini.
Yang saya suka, pohon-pohon nyiur yang tumbuh di sana tinggi-tinggi dan rindang, dan tentu saja, dalam cuaca yang panas ini, yang terbayang di kepala saya adalah sebuah kelapa muda segar yang baru dipetik dari pohon, diminum dengan ditambah bongkahan batu es….. sluurrruuuuupppp…….. segaaaaarrrrr…..


perahu nelayan yang baru pulang melaut


Cuaca siang itu cerah banget (kalau ga mau dibilang panas :D), langit biru dihiasi beberapa gumpalan awan putih. Anginnya juga semilir, bikin mata saya mulai kriyep-kriyep :D


Menunggu sunset ternyata masih lama, dan akhirnya setelah berjumpa dengan semangkok indomie telor + es kelapa muda, saya dan rombongan harus meninggalkan Pantai Punai, menuju destinasi terakhir sore itu.
Ke mana???
Coba liat di sini. 

suka liat deretan pohon nyiur ini


Tour De Belitung Timur 2013 #6 – Pantai Burung Mandi




Setelah foto-foto dan menikmati sore di Danau Mangpayak, saya dan teman-teman kembali menaiki kendaraan menuju destinasi selanjutnya.
Destinasi selanjutnya tidak terlalu jauh dari Danau Mangpayak, tapi kali ini saya benar-benar ketemu pantai. Ya… Pantai Burung Mandi.
Pantai ini berlokasi di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur.
Dari Kota Manggar jaraknya sekitar 20 km dan dari pusat Kota Tanjung Pandan jaraknya sekitar 90 km. Ga terlalu jauh kan?


langit senja, pasir putih, perahu Kater

Seperti pantai-pantai di yang ada di Pulau Sumatera pada umumnya, Pantai Burung Mandi ini pun memiliki hamparan pasir putih dengan butirannya yang terasa halus di kaki.
Pantai ini sangat landai, sehingga nyaman untuk disusuri di sore itu.
Riak gelombang yang datang membelai sang bibir pantai hanya lah riak-riak kecil, yang memberikan sedikit suara berkecipak.
Di sepanjang pantai terlihat pohon-pohon pinus berdiri dengan rapinya. Yang melengkapi indahnya pemandangan yang tertangkap oleh mata. Dan pohon-pohon pinus itu pun berfungsi sebagai tempat berteduh untuk menghindari panasnya sinar matahari yang menyengat.


suasana senja di Pantai Burung Mandi


Langit senja hari itu berwarna biru pucat dengan semburat jingga yang mulai pudar, seiring semakin rendahnya sang surya di ujung Barat. Beberapa gumpalan awan putih terlihat berarak di langit yang pucat.
Angin bertiup perlahan, membelai daun-daun pohon pinus sehingga menimbulkan suara-suara yang khas.
Sementara itu, di sepanjang pantai berjejer perahu-perahu tradisional Belitung yang disebut Perahu Kater denga warnanya yang semarak.
Berderet-deret Perahu Kater warna-warni, hijau, kuning, merah, biru, coklat, orange, dan sebagainya memenuhi sisi pantai.


Teman-teman dari Jakarta tentunya ga menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan obyek foto cantik dong…
Ga perlu nunggu instruksi, langsung aja mereka mencari perahu yang paling cantik warnanya, pasang gaya dan…. taaadaaaa….. seperti biasa, narsis :D


ayo, dipilih….. dipilih….


its name is MARATON


Di sisi Barat pantai, menjorok ke tengah laut, sebuah Perahu kater terlihat terombang-ambing dipermainkan ombak. Seutas tali tambang panjang terlihat menjulur dan terikat di sebuah tonggak kayu sebagai pengamannya agar tidak hanyut terbawa gelombang.
Dengan latar belakang langit senja berwarna biru kekuningan, kecipak suara gelombang yang menghempas bibir pantai, dan gemulainya gerak perahu mengikuti alunan gelombang, sungguh lukisan alam sangat cantik.
Saya menikmati semuanya sambil menghirup perlahan udara laut yang segar dengan baunya yang khas.
Ah….. I Love You, Indonesia. More and more!!!
mau bilang apa kalo liat yang seperti ini?
sendiri, di senja itu
Ssstttt… setelah dari Pantai Burung Mandi ini, masih ada 1 destinasi lagi yang akan saya kunjungi sebelum malam tiba.
Yuk, ikuti saya, kita akan mengunjungi Vihara Dewi Kwan Im yang legendaris itu.