Category Archives: Karang Taraje

Bercumbu dengan Pantai dan Karang Cantik di Sawarna



Sabtu, 24 Agustus 2013
Menginjakkan kaki untuk ke-2 kalinya di Desa Sawarna, tapi kali ini dalam kondisi cuaca yang berbeda. Klo waktu pertama kali gw ke Sawarna itu pas musim ujan, sawah-sawah menghijau, pohon-pohon berdaun hijau segar,  deretan pohon nyiur pun gemulai dengan daunnya yang bewarna kuning kehijauan, serta rerumputan yang menebar bau basahnya yang khas. Tapi kali ini, gw datang ke Sawarna dalam kondisi musim panas, sawah-sawah hanya menyisakan tumpukan sekam yang mengering setelah panen, rumput-rumput bewarna coklat, pohon-pohon yang meranggas dan menggugurkan daun-daunnya, bahkan pohon nyiur pun terlihat tak secantik biasanya.
 
Setelah menempuh perjalanan persis 7 jam dari Jakarta, gw sampe di Desa Sawarna. Jam waktu itu nunjukin pukul 04.15 wib, subuh. Kali ini gw nginep di Homestay Widi. Dalam keadaan baru melek dari tidur di sepanjang perjalanan dari Jakarta, gw diharuskan menyeberangi jembatan gantung (atau jembatan goyang ya?) untuk mencapai homestay. Rasanya kesadaran gw baru ngumpul 50% waktu kaki gw tiba di bibir jembatan.

Bismillah…..
Weits…. kesadaran gw langsung full 100% waktu jembatan mulai bergoyang rusuh. Kan ceritanya kali ini gw jalan ke Sawarna bareng dengan 23 orang teman (baru) yang mungkin this is the first time-nya mereka ke Sawarna, jadi mereka ga tau itu gimana kalo jalan di jembatan goyang, jadi lah mereka jalannya kayak di jalanan biasa. Dan hasilnya, jembatan pun bergoyang dengan hebohnya :D
Baru deh tu, pada ribut nyari pegangan dan teriak-teriak… hehehehehehe. Gw sih sebenernya rada serem juga, gimana ga serem, masih subuh buta gitu, trus penerangan seadanya, sementara di bawah jembatan kedengeran suara air mengalir deras, jembatan goyang geal geol ga jelas, rame pula yang jalan di jembatan…
Pelan-pelan gw jalan, sambil tangan kanan kiri pegangan di sling yang menjadi pengaman jembatan. Hup, gw sampe di seberang dengan selamat. Yuk, lanjut jalan ke homestay.


antrian di Jembatan Gantung
pertama ke Sawarna, masih bisa foto-foto
di Jembatan Gantung

Sampe di homestay, bagi kamar, gw kebagian kamar 10 bareng Windy, Gita, Maria + Aci. Istirahat bentar, sambil nunggu subuh, sholat, trus mandi. Udah sholat subuh, mandi, beberes, jam 7 sarapan deh. Pagi ini menunya nasi goreng, telor ceplok, perkedel jagung sama kerupuk, hmm… yummy….

penghuni kamar 10


Beres sarapan, acara keliling ngukur jalan dan ngeritingin betis dimulai. Destinasi pertama, Goa Lalay. Dari homestay, (lagi-lagi) gw dan teman-teman harus nyeberang (lagi) lewat jembatan gantung. Nah…. karena udah pagi, keliatan jelas deh tu gimana bentuk jembatannya, sungai yang ngalir di bawahnya, dan