Category Archives: Culinary

Ternate – Transportasi, Akomodasi dan Kuliner

EVY_5632

Biasanya, sebelum merencanakan untuk pergi ke suatu daerah, saya sudah mengumpulkan informasi mengenai segala sesuatu yang akan dibutuhkan selama di sana, contohnya transportasi, penginapan, tempat kuliner, serta destinasi apa saja yang bisa didatangi. Di sini saya ingin bercerita mengenai transportasi, penginapan dan destinasi wisata yang sempat saya kunjungi selama Year-End Trip ke Ternate di akhir tahun kemarin.

I. Transportasi

Di Ternate, transportasi umum yang saya temui adalah angkot dan ojek motor. Untuk pengunjung yang membutuhkan transportasi yang lebih private, di sana banyak penyewaan mobil untuk berkeliling. Biasanya driver di sana merangkap juga sebagai tour guide, at least mereka paham destinasi-destinasi favorti yang biasa dikunjungi. Ini ada beberapa tips dalam menyewa mobil dan tour guide:

  1. Usahakan sudah mendapatkan transportasi sebelum berangkat ke Ternate. Sebaiknya cari informasi terlebih dulu dari mereka yang sudah pernah ke sana, biasanya akan diberi rekomendasi driver/tour guide;
  2. Pastikan bahwa harga yang kita inginkan telah disepakati dengan jelas. Karena, terkadang ada driver yang nakal, menaikkan tarif seenaknya dengan alasan ada tamu yang berani menawar dengan harga lebih tinggi, atau mengurangi jam penyewaan (umumnya harga yang ditawarkan adalah harga sewa selama 12 jam, biasanya sampai jam 8 malam);
  3. Sehari sebelum tiba di Ternate, informasikan penerbangan yang digunakan untuk memastikan waktu penjemputan;
  4. Berikan list destinasi yang akan dikunjungi supaya driver/tour guide bisa mengatur rute yang akan dilalui sehingga lebih efisien waktu;
  5. Apabila beruntung dan mendapatkan driver/tour guide yang paham dengan sejarah dan tempat-tempat unik di sana, berbahagialah J city tour pasti akan lebih menyenangkan.

Berikut beberapa tour guide/driver yang saya rekomendasikan:

  1. Rio – 081340366200;
  2. Gani – 081340536734;
  3. Ai – 08114315880.

II. Penginapan

Memilih penginapan untuk tempat beristirahat memang susah-susah gampang. Apalagi di daerah yang belum pernah kita kunjungi. Berikut beberapa penginapan yang sudah saya coba sendiri selama di Ternate.

  1. Hotel Surya Pagi
IMG_9585
Hotel Surya Pagi

Hotel ini terletak di Jalan Stadion No. 7, Tanah Tinggi Bar, Ternate Selatan, Kota Ternate. Bangunan hotel ini tidak lah baru. Dengan tembok berwarna krem dan kombinasi porselen putih. Bangunannya berlantai 3 dengan halaman parkir yang cukup luas. Di samping pintu masuk terdapat sebuah bangku besi panjang yang dicat putih dengan hiasan daun-daun berwarna kuning dan orange yang membuat kesan seperti sedang berada di taman bunga. Area front desk-nya luas dengan 2 set kursi tamu yang besar. Meja resepsionis berada tepat di depan pintu masuk, dengan meja kayu tinggi berwarna coklat dan beberapa pot bunga besar di sudut-sudutnya.

 

IMG_9583
area parikirnya luas

 

IMG_9581
kursi besi berwarna putih yang terdapat persis di samping pintu masuk Hotel Surya Pagi

 

IMG_9580
meja resepsionisnya penuh bunga

 

IMG_9496
lobi Hotel Surya Pagi

Saya mendapatkan kamar di lantai 2 yang terletak di bagian belakang. Dari area resepsionis, saya harus melewati lorong menuju bagian belakang hotel, melewati lorong yang ditata penuh bunga segar, kemudian berbelok ke kanan, melewati area tempat makan kemudian menaiki tangga beton. Saya dan teman-teman mendapatkan kamar nomor 215, 216 dan 217 yang letaknya saling bersebelahan. Kamar saya terdiri dari 2 tempat tidur single dengan sprei putih. Kamar mandi terletak di ujung kanan kamar, persis di sebelah meja porselen dengan kaca besar di atasnya. Kamar mandi menggunakan shower dan toilet duduk, serta sebuah wastafel yang terletak persis di sebelah kiri pintu masuk.

 

IMG_9571
kamar dengan twin bed

 

IMG_9573
meja porselen dengan kaca besar di atasnya, persis di sebelah pintu kamar mandi

 

IMG_9499
toilet duduk dengan shower dan wastafel

Kebersihan kamar cukup baik, begitu pula dengan kamar mandinya. Karena kamar saya berada di bagian tengah, konsekuensinya adalah tidak memiliki jendela. Kamar yang memiliki jendela adalah kamar nomor 215 yang letaknya di sebelah kiri kamar saya, ada sebuah jendela besar dengan tirai coklat bermotif.

 

IMG_9503
kamar 215 dengan jendela besar di sisi kirinya

 

IMG_9577
215 – 216 – 217

 

IMG_9579
rate kamar di Hotel Surya Pagi

Lokasi hotel ini sangat strategis karena hanya sekitar 15 meter dari persimpangan Jalan Kapitan Pattimura yang dilewati oleh angkutan umum. Oh iya, yang istimewa dari Hotel Surya Pagi adalah sarapannya. Hmm…. yummy dan bikin ingin nambah, lagi… lagi…. dan lagi….. Menu nasi dengan ikan khas, pisang goreng (asli, ini pisangnya enak banget! Saya sukses menghabiskan 3 potong besar pisang goreng saat sarapan) dan roti dengan berbagai toping, dijamin bikin kenyang. Dan yang terpenting, sarapan tersedia mulai jam 7 hingga jam 10 pagi, sepuasnya!

 

IMG_9587
dari persimpangan ini, beberapa angkutan umum lewat dengan berbagai tujuan

 

IMG_9589
act as a local, ceritanya lagi nunggu angkot untuk ke Pelabuhan Bastiong

 

 

2. Hotel Austine

IMG_0849
pemandangan Gunung Gamalama dari jendela kamar di lantai 3

Hotel kedua yang saya jadikan tempat menginap saat di Ternate adalah Hotel Austine, terletak di Jalan Christina Martha Tiahahu No. 188, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate. Hotel ini terbilang cukup baru dilihat dari kondisi bangunannya. Tersedia 2 jenis kamar, with view dan no view. Apabila ingin mendapatkan kamar dengan pemandangan Gunung Gamalama, mintalah kamar di lantai 3. Kondisi kamar rapi dengan kamar mandi yang bersih. ada kaca besar yang memisahkan kamar tidur dan kamar mandi, jadi agak berasa seperti di dalam akuarium, but don’t worry, ada tirainya kok. Untuk menu sarapan, I think it’s so so lah… :D

 

IMG_0812
this is my room, at third floor with view

 

IMG_0810
TV yang selama menginap tidak pernah dinyalakan (in every hotel), holiday = no TV

 

IMG_0813
toiletnya bersih banget

 

IMG_0816
shower with hot and cold water

 

IMG_0815
kamari tidur dilihat dari kaca besar yang ada di dinding kamar mandi

 

IMG_0835
restoran yang terletak di lantai 1

 

IMG_0834
menu sarapan pagi kali ini

Hotel ini dekat dengan Pasar Swering yang menjual kerajinan khas Ternate yang terbuat dari besi putih. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit dari hotel. Selain itu, hotel ini juga dekat dengan Pantai Falajawa, hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit untuk mencapai pantai dengan berjalan kaki. Point plus dari hotel ini, stafnya sangat helpfull dan friendly. Menyenangkan.

 

IMG_0838
jalanan di samping hotel menuju Pasar Swering

 

IMG_0839
Pasar Swering, tempat yang menjual suvenir besi putih khas Ternate

III. Kuliner

Bicara kuliner di Ternate, tentu tidak bisa terlepas dari kenikmatan aneka makanan laut. Ikan beraneka ragam yang bisa dimasak dengan berbagai cara, kaya bumbu, dan pasti bikin lidah menari. Berikut beberapa kuliner yang saya coba:

  1. Ikan Bakar Terminal
IMG_0828
ikan bakar terminal

 

Lokasinya di belakang terminal angkot. Berupa tenda sederhana, namun pengunjungnya sangat ramai. Ikan segar berjejer di atas meja yang terletak di samping tempat pemanggangan. Tinggal pilih dan bilang, mau dimasak apa?

 

IMG_0823
silakan dipilih ikannya…

 

IMG_0825
ikan bakar, tumis kangkung, nasi putih panas dan sambal……

 

IMG_0826
pengunjung yang datang silih berganti, ramai!

 

 

2. Restoran Royal

Pertama kali berkunjung di Ternate, saya dan teman-teman mencoba untuk makan di restoran ini, karena letaknya yang dekat dengan hotel tempat kami menginap. Waktu yang tidak memungkinkan kami untuk berkeliling mencari tempat makan, akhirnya membawa kami ke sini. Menu yang disajikan khas menu restoran dengan harga yang tidak berbeda dengan restoran di Jakarta.

 

IMG_9574
udang telur asin – sop ikan – capcay – cumi goreng tepung -nasi putih

 

3. RM. Kamis

IMG_9504
RM. Kamis

 

Rumah makan ini saya singgahi begitu mendarat di Ternate untuk pertama kalinya. Sebuah rumah makan yang terletak di gang kecil diapit tembok rumah penduduk, namun nasi kuning dan lontong sayurnya, jagoan! Alamatnya di Jl. MT Habib Abubakar Al Attas, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

 

IMG_9505
nasi kuning Ternate

 

IMG_9506
lontong sayur Ternate

 

Beberapa tempat makan kecil, namun dengan menu yang sangat lezat di lidah.

IMG_0027
es alpukat (saya lupa nama tempat makannya, namun lokasinya di depan Taman Nukila)

 

IMG_0806
nasi goreng cakalang (lokasinya di dekat Pasar Swering)

 

IMG_0867
ikan bakar (lokasinya lupa)

 

IMG_0868
aneka ikan bakar yang namanya baru saya dengar di sana

 

TXMZ4456
es kacang merah, namu di Ternate namanya beda (lagi-lagi lupa namanya)

Walking Drums, Tempat Nongkrong Baru yang Cozy Banget

IMG_7373

 

Halo… kali ini saya ingin menampilkan posting-an yang sedikit berbeda… Kalau biasanya saya bercerita tentang tempat-tempat indah di seantero Indonesia, kali ini saya ingin cerita, masih tentang suatu tempat juga, yang asyik didatangi untuk bersama sahabat, teman, keluarga, bahkan mungkin pasangan. Saya ingin cerita tentang 1 café baru yang terletak di Jalan Pati Unus Raya F4. Namanya Walking Drums.

Café ini baru saja buka, belum genap 1 bulan beroperasi. Bangunannya menyerupai container berwarna coklat, dengan kaca besar di sisi depannya. Letak persisnya di samping Lapangan Tenis Brata Bhakti. Bangunannya minimalis karena terdiri dari 2 body container yang dijadikan 1. Terasnya cukup luas, dengan meja dan kursi kayu. Bagian dalamnya juga terkesan minimalis, dengan meja dan kursi kayu setipe dengan yang ada di teras. Di bagian dalam, dekat pintu, ada sebuah pojok dengan sepasang sofa abu-abu yang sangat nyaman untuk berleha-leha. Katanya, pojok itu disebut “Pojok Cinta”, dengar-dengar sih katanya ada yang dijodohin di sofa itu :D

 

IMG_7372
suasana di bagian dalam Walking Drums Cafe

 

IMG_7216
nah, ini “Pojok Cinta” yang ada di Walking Drums. Asli, sofanya bikin mager :D

 

IMG_7217
rame-rame teman dan sahabat, bakal betah deh berlama-lama di sini

 

Lokasinya cukup strategis, karena terletak di pinggir jalan besar, dan mudah diakses oleh kendaraan umum. Apabila menggunakan bus TransJakarta, silakan turun di Halte Mesjid Al Azhar, kemudian jalan sedikit menuju Jalan Pati Unus kira-kira 7 menit untuk sampai di lokasi.

Ini adalah kunjungan saya yang ke-2. Apabila pada kunjungan pertama kami (saya dan teman-teman) hanya mencoba berbagai snack yang disediakan, kali ini saya ingin mencoba main course yang ada di list menu Walking Drums. Pesanan saya dan teman-teman kali ini cukup banyak, supaya bisa mencoba berbagai menu yang ada.

 

IMG_7365
seru kan??? ngobrol, sambil ngemil-ngemil cantik gitu….

 

Menu yang kami pesan adalah: Singaporean Chicken Wings Salted Egg, Lasagna Verde, Mac n Cheese, Baked Macaroni, Pizza Quatro Formagi, Panacotta, Carrot Cake, Banana Cake, Ice Lychee Tea, Latte Vanilla dan Green Tea. Saya akan coba review satu-persatu menu yang kemarin sempat kami coba.

 

  1. Singaporean Chicken Wings Salted Egg
IMG_0260
Singaporean Chicken Wings Salted Egg

 

Makanan yang 1 ini memang merupakan kegemaran saya, apalagi dengan baluran telur asin di seluruh permukaannya. Hmm….

Potongan sayap ayam + paha atas, diberi bumbu gurih, kemudian digoreng dengan baluran telur asin. Rasanya enak banget! Gurih, dengan sensasi lembut telur asin. Ini menu recommended banget. Enaknya ga nipu deh. Dijamin, bakal nambah dan nambah terus.

 

2. Lasagna Verde

IMG_0269
Lasagna Verde

 

Ini menu yang sudah pernah saya coba di kunjungan pertama ke Walking Drums. Daging cincang berbumbu yang ditutup dengan lapisan keju melting, hmm…. Cheesy dan creamy. Kejunya meleleh di lidah, dan dagingnya yang sangat lezat, pasti bikin nagih. Ini menu favorit saya selain Singaporean Chicken Wings Salted Egg.

 

3. Mac n Cheese

IMG_7214
Mac n Cheese

 

Ini adalah menu camilan di Walking Drums. Macaroni berbumbu, dicampur daging cincang dan keju yang dibentuk bulat, kemudian digoreng hingga kulitnya kecoklatan. Dimakan menggunakan saos sambal, hmm…… delicious.

 

4. Baked Macaroni

IMG_7370
Baked Macaroni

 

Macaroni berbumbu ditambah potongan daging asap dan sosis serta taburan keju, dipanggang hingga bagian atasnya kecoklatan, dimakan dengan menggunakan saos sambal. Ini juga rasanya sangat enak.

 

5. Pizza Quatro Formagi

IMG_0266
Pizza Formaggi

 

Nah… kalau mau nyobain pizza dengan kulit yang crispy, ini jagoannya. Pizza berbentuk persegi panjang ini memiliki kulit yang tipis dan crispy. Topping-nya tergantung pilihan kita. Kemarin, karena pesannya adalah Pizza Quatro Formagi, topping-nya terdiri dari keju melting + taburan daun kering beraroma pasta (sepertinya Oregano). Rasanya, asin, gurih, crispy, dan kejunya serasa meleleh di lidah. Enak banget deh…

 

6. Panna Cotta

IMG_0268
Panna Cotta with Strawberry Sauce

 

Ini adalah salah satu dessert yang kami pesan. Makanan penutup yang berasal dari Italia ini terbuat dari krim lembut yang manis dicampur dengan agar-agar. Sebagai penambah rasa, saat disajikan, ditambahkan saus Strawberry yang dibuat dari buah Strawberry segar. Rasanya? Hmm…… manis, lembut + sedikit asem manis segar dari saus Strawberry-nya. Recommended dessert!

 

7. Carrot Cake

IMG_7368
Carrot Cake

 

Ini adalah compliment menu yang kami dapatkan dari Walking Drums. Cake coklat dicampur dengan wortel, teksturnya lembut, disajikan dengan lemon cream yang ditaburi dengan bubuk kayu manis. Ini juga salah 1 recommended dessert. Enak banget soalnya.

 

8. Banana Cake

IMG_7366
Banana Cake

 

Ini juga salah satu compliment menu yang kami dapatkan. Cake yang dicampur dengan pisang dan coklat, dibakar matang, disajikan dengan krim Cheese Nut yang yummy. Teksturnya tidak selembut Carrot Cake, tapi kalau untuk ngemil sambil menghabiskan sore sembari bercanda dengan sahabat sih….. Rasanya juara! Apalagi ditemani segelas Vanilla Latte. Ga percaya? Cobain deh!

 

9. Ice Lychee Tee, Latte Vanilla & Green Tea

IMG_7400
Ice Lychee Tea – Green Tea – Latte Vanilla

 

IMG_7408
Hot Latte Caramel

 

Untuk minumannya, pesanan kami cukup bervariasi. Saya mencoba Ice Lychee Tea, es teh yang dicemplungin beberapa buah Lychee. Rasanya? Enak! Segarnya teh di-combined dengan sedikit rasa asem manis dari buah Lychee. Seger banget deh….

Untuk Latte Vanilla, tampilannya sangat menggoda. Tapi karena saya bukan penggemar kopi, jadi saya cukup menikmati tampilannya saja. Akhirnya saya mencoba menu ini :D
Begitu juga dengan Green Tea.

Mau update review menu Walking Drums nih…
Kemarin malam saya akhirnya mencoba Hot Latte Caramel. Untuk seorang yang bukan pencinta kopi, rasanya ternyata enak ya… Tidak terlalu kopi juga, dan yang bikin tambah yummy itu adalah cream-nya. Enak banget :D

 

10. Carbonara

IMG_7410
Carbonara

 

Nah, menu yang ini ternyata jagoan banget. Cream cheese-nya enak….. dan untuk penggemar keju, ini item yang must try. Spaghetti dengan potongan daging sapi, disiram krim keju yang creamy banget, kemudian diberi sentuhan khas daun Oregano yang aromanya pasta banget. Eh iya, ada sedikit taburan kejunya juga lho…

 

11. Nasi Goreng Ijo

IMG_7495
Nasi Goreng Ijo

 

Ini menu tradisional yang dibalut dengan selera masa kini. Nasi goreng dengan bumbu khas yang membuat butiran nasinya berwarna hijau, dengan aroma dan rasa yang khas. Kemudian dicampur dengan teri medan yang telah digoreng. Disajikan di dalam piring unik yang menyerupai penggorengan mini, lengkap dengan telur ceplok, irisan acar timun dan bawang merah, serta kerupuk udang. Rasanya? Untuk yang sangat lapar, harus mencoba menu ini, karena porsinya yang mengenyangkan dan rasanya yang bikin lidah menikmati hingga suapan terakhir.

 

12. Apple Cobbler

IMG_7502
Apple Cobbler

 

Ini merupakan menu dessert yang tersedia di Walking Drums. Potongan Apel yang dimasak hingga berkaramel, kemudian ditambah crunchy oat, dipanggang, dan disajikan dengan 1 scoop es krim homemade yang sangat yummy. Kombinasi rasa manis, asem, crunchy dan lembut dari es krim akan lumer di mulut, membuat ingin lagi…. lagi….. dan lagi….

 

13. Banoffee Cake

IMG_7505
Banoffee Cake

 

Saya sangat suka menu ini. Cake berlapis dengan rasa yang bikin mulut ingin terus mengunyah. Lapisan paling bawah adalah sejenis lapisan crunchy oat, kemudian di atasnya adalah lapisan yang Pisang banget, kemudian di atasnya lagi adalah lapisan krim manis yang ditambah parutan coklat kopi. Aroma kopinya sangat terasa, nge-blend dengan rasa pisang, enak!

 

14. Sweet Pao

IMG_7508
Sweet Pao

 

Ini pao mini yang kulitnya lembut banget, diisi dengan Ovomaltine yang meleleh saat digigit. Dimakan saat masih hangat, hmm…. enak di lidah.

 

Nah, kalau teman-teman butuh tempat nongkrong dan kumpul-kumpul yang nyaman, plus bisa sekalian isi perut juga, cobain deh ke Walking Drums. Dijamin bakal ngulang terus ke sana…. yang mau cari jodoh, bisa dicoba lho Pojok Cintanya…. Siapa tau, pulang dari sana langsung diajak ke penghulu :D

Cuma sedikit catatan, yang mau nyobain makan di sana, harus sedikit bersabar ya….  waktu pelayanannya agak sedikit lama sekarang sudah lebih express, pengalaman terakhir ke sana, baru pesan dan ga sampai 10 menit makanan sudah siap di atas meja. Sembari nunggu makanan diantar, masih bisa lho untuk foto-foto dulu jadi jangan ngamuk-ngamuk kalau makanannya ga langsung terhidang di atas meja. Sambil nunggu makanan siap, bisa foto-foto dulu aja…

 

IMG_7377
reramean emang paling seru…..

 

IMG_7378
teuteup….. abis ngobrol-ngobrol dan ngemil-ngemil, ga lupa poto-poto…