Walking Drums, Tempat Nongkrong Baru yang Cozy Banget

IMG_7373

 

Halo… kali ini saya ingin menampilkan posting-an yang sedikit berbeda… Kalau biasanya saya bercerita tentang tempat-tempat indah di seantero Indonesia, kali ini saya ingin cerita, masih tentang suatu tempat juga, yang asyik didatangi untuk bersama sahabat, teman, keluarga, bahkan mungkin pasangan. Saya ingin cerita tentang 1 café baru yang terletak di Jalan Pati Unus Raya F4. Namanya Walking Drums.

Café ini baru saja buka, belum genap 1 bulan beroperasi. Bangunannya menyerupai container berwarna coklat, dengan kaca besar di sisi depannya. Letak persisnya di samping Lapangan Tenis Brata Bhakti. Bangunannya minimalis karena terdiri dari 2 body container yang dijadikan 1. Terasnya cukup luas, dengan meja dan kursi kayu. Bagian dalamnya juga terkesan minimalis, dengan meja dan kursi kayu setipe dengan yang ada di teras. Di bagian dalam, dekat pintu, ada sebuah pojok dengan sepasang sofa abu-abu yang sangat nyaman untuk berleha-leha. Katanya, pojok itu disebut “Pojok Cinta”, dengar-dengar sih katanya ada yang dijodohin di sofa itu :D

 

IMG_7372
suasana di bagian dalam Walking Drums Cafe

 

IMG_7216
nah, ini “Pojok Cinta” yang ada di Walking Drums. Asli, sofanya bikin mager :D

 

IMG_7217
rame-rame teman dan sahabat, bakal betah deh berlama-lama di sini

 

Lokasinya cukup strategis, karena terletak di pinggir jalan besar, dan mudah diakses oleh kendaraan umum. Apabila menggunakan bus TransJakarta, silakan turun di Halte Mesjid Al Azhar, kemudian jalan sedikit menuju Jalan Pati Unus kira-kira 7 menit untuk sampai di lokasi.

Ini adalah kunjungan saya yang ke-2. Apabila pada kunjungan pertama kami (saya dan teman-teman) hanya mencoba berbagai snack yang disediakan, kali ini saya ingin mencoba main course yang ada di list menu Walking Drums. Pesanan saya dan teman-teman kali ini cukup banyak, supaya bisa mencoba berbagai menu yang ada.

 

IMG_7365
seru kan??? ngobrol, sambil ngemil-ngemil cantik gitu….

 

Menu yang kami pesan adalah: Singaporean Chicken Wings Salted Egg, Lasagna Verde, Mac n Cheese, Baked Macaroni, Pizza Quatro Formagi, Panacotta, Carrot Cake, Banana Cake, Ice Lychee Tea, Latte Vanilla dan Green Tea. Saya akan coba review satu-persatu menu yang kemarin sempat kami coba.

 

  1. Singaporean Chicken Wings Salted Egg
IMG_0260
Singaporean Chicken Wings Salted Egg

 

Makanan yang 1 ini memang merupakan kegemaran saya, apalagi dengan baluran telur asin di seluruh permukaannya. Hmm….

Potongan sayap ayam + paha atas, diberi bumbu gurih, kemudian digoreng dengan baluran telur asin. Rasanya enak banget! Gurih, dengan sensasi lembut telur asin. Ini menu recommended banget. Enaknya ga nipu deh. Dijamin, bakal nambah dan nambah terus.

 

2. Lasagna Verde

IMG_0269
Lasagna Verde

 

Ini menu yang sudah pernah saya coba di kunjungan pertama ke Walking Drums. Daging cincang berbumbu yang ditutup dengan lapisan keju melting, hmm…. Cheesy dan creamy. Kejunya meleleh di lidah, dan dagingnya yang sangat lezat, pasti bikin nagih. Ini menu favorit saya selain Singaporean Chicken Wings Salted Egg.

 

3. Mac n Cheese

IMG_7214
Mac n Cheese

 

Ini adalah menu camilan di Walking Drums. Macaroni berbumbu, dicampur daging cincang dan keju yang dibentuk bulat, kemudian digoreng hingga kulitnya kecoklatan. Dimakan menggunakan saos sambal, hmm…… delicious.

 

4. Baked Macaroni

IMG_7370
Baked Macaroni

 

Macaroni berbumbu ditambah potongan daging asap dan sosis serta taburan keju, dipanggang hingga bagian atasnya kecoklatan, dimakan dengan menggunakan saos sambal. Ini juga rasanya sangat enak.

 

5. Pizza Quatro Formagi

IMG_0266
Pizza Formaggi

 

Nah… kalau mau nyobain pizza dengan kulit yang crispy, ini jagoannya. Pizza berbentuk persegi panjang ini memiliki kulit yang tipis dan crispy. Topping-nya tergantung pilihan kita. Kemarin, karena pesannya adalah Pizza Quatro Formagi, topping-nya terdiri dari keju melting + taburan daun kering beraroma pasta (sepertinya Oregano). Rasanya, asin, gurih, crispy, dan kejunya serasa meleleh di lidah. Enak banget deh…

 

6. Panna Cotta

IMG_0268
Panna Cotta with Strawberry Sauce

 

Ini adalah salah satu dessert yang kami pesan. Makanan penutup yang berasal dari Italia ini terbuat dari krim lembut yang manis dicampur dengan agar-agar. Sebagai penambah rasa, saat disajikan, ditambahkan saus Strawberry yang dibuat dari buah Strawberry segar. Rasanya? Hmm…… manis, lembut + sedikit asem manis segar dari saus Strawberry-nya. Recommended dessert!

 

7. Carrot Cake

IMG_7368
Carrot Cake

 

Ini adalah compliment menu yang kami dapatkan dari Walking Drums. Cake coklat dicampur dengan wortel, teksturnya lembut, disajikan dengan lemon cream yang ditaburi dengan bubuk kayu manis. Ini juga salah 1 recommended dessert. Enak banget soalnya.

 

8. Banana Cake

IMG_7366
Banana Cake

 

Ini juga salah satu compliment menu yang kami dapatkan. Cake yang dicampur dengan pisang dan coklat, dibakar matang, disajikan dengan krim Cheese Nut yang yummy. Teksturnya tidak selembut Carrot Cake, tapi kalau untuk ngemil sambil menghabiskan sore sembari bercanda dengan sahabat sih….. Rasanya juara! Apalagi ditemani segelas Vanilla Latte. Ga percaya? Cobain deh!

 

9. Ice Lychee Tee, Latte Vanilla & Green Tea

IMG_7400
Ice Lychee Tea – Green Tea – Latte Vanilla

 

IMG_7408
Hot Latte Caramel

 

Untuk minumannya, pesanan kami cukup bervariasi. Saya mencoba Ice Lychee Tea, es teh yang dicemplungin beberapa buah Lychee. Rasanya? Enak! Segarnya teh di-combined dengan sedikit rasa asem manis dari buah Lychee. Seger banget deh….

Untuk Latte Vanilla, tampilannya sangat menggoda. Tapi karena saya bukan penggemar kopi, jadi saya cukup menikmati tampilannya saja. Akhirnya saya mencoba menu ini :D
Begitu juga dengan Green Tea.

Mau update review menu Walking Drums nih…
Kemarin malam saya akhirnya mencoba Hot Latte Caramel. Untuk seorang yang bukan pencinta kopi, rasanya ternyata enak ya… Tidak terlalu kopi juga, dan yang bikin tambah yummy itu adalah cream-nya. Enak banget :D

 

10. Carbonara

IMG_7410
Carbonara

 

Nah, menu yang ini ternyata jagoan banget. Cream cheese-nya enak….. dan untuk penggemar keju, ini item yang must try. Spaghetti dengan potongan daging sapi, disiram krim keju yang creamy banget, kemudian diberi sentuhan khas daun Oregano yang aromanya pasta banget. Eh iya, ada sedikit taburan kejunya juga lho…

 

11. Nasi Goreng Ijo

IMG_7495
Nasi Goreng Ijo

 

Ini menu tradisional yang dibalut dengan selera masa kini. Nasi goreng dengan bumbu khas yang membuat butiran nasinya berwarna hijau, dengan aroma dan rasa yang khas. Kemudian dicampur dengan teri medan yang telah digoreng. Disajikan di dalam piring unik yang menyerupai penggorengan mini, lengkap dengan telur ceplok, irisan acar timun dan bawang merah, serta kerupuk udang. Rasanya? Untuk yang sangat lapar, harus mencoba menu ini, karena porsinya yang mengenyangkan dan rasanya yang bikin lidah menikmati hingga suapan terakhir.

 

12. Apple Cobbler

IMG_7502
Apple Cobbler

 

Ini merupakan menu dessert yang tersedia di Walking Drums. Potongan Apel yang dimasak hingga berkaramel, kemudian ditambah crunchy oat, dipanggang, dan disajikan dengan 1 scoop es krim homemade yang sangat yummy. Kombinasi rasa manis, asem, crunchy dan lembut dari es krim akan lumer di mulut, membuat ingin lagi…. lagi….. dan lagi….

 

13. Banoffee Cake

IMG_7505
Banoffee Cake

 

Saya sangat suka menu ini. Cake berlapis dengan rasa yang bikin mulut ingin terus mengunyah. Lapisan paling bawah adalah sejenis lapisan crunchy oat, kemudian di atasnya adalah lapisan yang Pisang banget, kemudian di atasnya lagi adalah lapisan krim manis yang ditambah parutan coklat kopi. Aroma kopinya sangat terasa, nge-blend dengan rasa pisang, enak!

 

14. Sweet Pao

IMG_7508
Sweet Pao

 

Ini pao mini yang kulitnya lembut banget, diisi dengan Ovomaltine yang meleleh saat digigit. Dimakan saat masih hangat, hmm…. enak di lidah.

 

Nah, kalau teman-teman butuh tempat nongkrong dan kumpul-kumpul yang nyaman, plus bisa sekalian isi perut juga, cobain deh ke Walking Drums. Dijamin bakal ngulang terus ke sana…. yang mau cari jodoh, bisa dicoba lho Pojok Cintanya…. Siapa tau, pulang dari sana langsung diajak ke penghulu :D

Cuma sedikit catatan, yang mau nyobain makan di sana, harus sedikit bersabar ya….  waktu pelayanannya agak sedikit lama sekarang sudah lebih express, pengalaman terakhir ke sana, baru pesan dan ga sampai 10 menit makanan sudah siap di atas meja. Sembari nunggu makanan diantar, masih bisa lho untuk foto-foto dulu jadi jangan ngamuk-ngamuk kalau makanannya ga langsung terhidang di atas meja. Sambil nunggu makanan siap, bisa foto-foto dulu aja…

 

IMG_7377
reramean emang paling seru…..

 

IMG_7378
teuteup….. abis ngobrol-ngobrol dan ngemil-ngemil, ga lupa poto-poto…

 

 

Perjalanan Panjang, Labuan Bajo – Ende – Kupang – Denpasar – Jakarta

EVY_1803 2

 

Selesai sudah perjalanan saya berkeliling lautan mulai dari Lombok hingga Labuan Bajo. Kapal Halma Jaya yang saya naiki telah mengarahkan buritannya menuju pelabuhan di Labuan Bajo. Perjalanan dari Pulau Kanawa menuju Labuan Bajo hanya memakan waktu 50 menit saja. Dan tanpa memakan waktu lama, kapal sudah memasuki daerah pelabuhan. Sebelum kapal bersandar, alhamdulillah, saya mendapat pemandangan sunset yang sangat luar biasa. The best sunset selama perjalanan sailing trip 4 hari 3 malam ini. Bola emas raksasa terlihat bergulir di langit sebelah barat, dengan background siluet pulau-pulau kecil, dan foreground kapal-kapal yang lalu lalang di area pelabuhan Labuan Bajo. Sinar keemasannya jatuh di atas permukaan air laut, menimbulkan bayangan tangga emas yang sesekali bergoyang terkena gelombang kapal yang lewat.

 

IMG_6072
pemandangan sore di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo

 

IMG_6075
sore itu pelabuhan Labuan Bajo cukup ramai

 

EVY_1795 2
perfect banget senja itu

 

EVY_1808 2
the best sunset!

 

Langit senja begitu indah, awan abu-abu terlihat berarak di langit jingga. Pelabuhan Labuan Bajo terlihat sedikit ramai di senja itu. Dan ketika kapal Halma Jaya telah benar-benar merapat, kami pun turun dari kapal. Sebelum berpisah dengan teman-teman, karena sailing trip telah berakhir, malam ini kami akan makan bersama di kawasan Wisata Kuliner Kampung Ujung (udah kebayang nikmatnya ber-seafood ria nih).

Karena kapal yang saya naiki tidak bisa bersandar persis di tepi dermaga karena terhalang kapal yang sudah lebih dulu tiba, akhirnya kami harus melewati kapal tersebut untuk mencapai dermaga. Melompat dari kapal Halma Jaya ke kapal lainnya, barulah kami bisa menjejakkan kaki di dermaga Labuan Bajo.

 

IMG_6081
suasana malam di Pelabuhan Labuan bajo

 

Selanjutnya, mari kita makan……

Ketika berjalan menuju kawasan wisata kuliner, saya dihampiri oleh seorang bapak, penduduk asli Labuan Bajo yang menawarkan kain tenunnya. Ups! Waduh…. bisa kalap nih :D

Melihat beberapa helai kain tenun yang dipegang oleh si bapak, saya mulai menanyakan berapa harganya? Dan entahlah, mungkin itu keberuntungan saya, setelah memilih kain tenun, saya mendapatkan harga 300 ribu untuk 2 helai kain tenun. Alhamdulillah…… kesampaian juga keinginan untuk membelikan kain tenun tradisional untuk ibu di rumah.

Karena saya tidak membawa tas, dan si bapak juga tidak memberikan plastik, akhirnya 2 helai kain tenun itu saya pegang saja. 2 helai kain tenun tradisional, bernuansa merah dan biru tua, ah…. seperti menemukan harta karun :D

Dan sepanjang jalan menuju kawasan kuliner saya masih menemukan beberapa bapak yang juga menawarkan kain tenun serupa. Kalau saja tidak ingat bahwa ransel yang dibawa sudah gendut, mungkin saya akan tergoda untuk membeli lagi :D #duh #tutupmatarapetrapet

 

IMG_6078
Kawasan Wisata Kuliner Kampung Ujung

 

Akhirnya kami sampai di salah satu warung tenda yang menyediakan menu seafood. Langsung deh, pesen ikan, udang, cumi, tumis kangkung dan tak lupa nasi putih hangat. Hmm……. Yummy………

 

IMG_6080
ini bapak yang punya warung seafood tempat kami berpesta :D

 

Ga pake lama, semua menu yang tersaji di atas meja di depan kami, amblas tak bersisa. Yang ada sekarang tinggal elus-elus perut yang kenyang #happytummy

Sekarang, kami harus kembali ke kapal untuk unloading barang bawaan, karena malam ini kami akan menginap di hotel yang telah dipesan masing-masing. Saya kebetulan sudah melakukan pemesanan kamar di Exotic Komodo Hotel, yang menurut informasi lokasinya sangat dekat dengan bandara. Hal ini menjadi pertimbangan saya karena besok pagi saya akan kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi. Dan sebelum sampai di pelabuhan, saya telah menelepon pihak hotel untuk menjemput saya di sana.

Belum juga kaki saya melewati gerbang pelabuhan, tiba-tiba handphone saya bergetar, sebuah panggilan dari nomor yang tidak saya kenal. Who is this? Dan ketika saya menekan tombol hijau di layar telepon, ternyata itu adalah driver dari pihak hotel. Wah… cepat sekali ya…

Tanpa menunggu lama, setelah mengambil ransel dari kapal, akhirnya saya, Ciwi, Windy, Nadine dan Irma harus say goodbye and see you again ke teman-teman yang lain. See you again teman-teman…. kami duluan ya…..

Perjalanan menuju hotel sangat saya nikmati. Melihat deretan pertokoan di sepanjang jalanan di areal pelabuhan, berganti dengan kantor-kantor pemerintahan dan beberapa rumah penduduk, melewati aspal hitam yang bergelombang sesuai dengan kontur tanah di sana yang cenderung merupakan perbukitan, akhirnya mobil pun berbelok ke kanan dan menyeberangi jalanan utama yang kami lewati. Sebelum berbelok, bapak sopirnya sempat bilang “Di sebelah kiri itu bandaranya mbak”. Sekilas saya sempat melihat ke arah kiri, dan terlihatlah bangunan bandara Labuan Bajo yang masih terlihat sangat baru itu. Yeay…. Hotelnya benar-benar persis di seberang bandara :D

Setelah mengurus administrasi kamar, saya, Windy dan Ciwi akhirnya tiba di depan pintu (lupa kemarin itu di kamar nomor berapa? Kalau ga salah B4 deh :D). Senangnya….. membayangkan malam ini bakal mandi, keramas dengan air tawar berlimpah….. #mataberbinarbinar

 

IMG_6084
dan akhirnya…… kasuuuuuuuuurrrrrr…….

 

IMG_6087
furniture kamarnya minimalis, tapi cakep

 

Kamar yang kami tempati berkapasitas 3 orang dengan 1 bed double dan 1 bed single. Kamarnya bersih, cukup luas. Dan yang menyenangkan adalah kamar mandinya, luas dan bersih. Oh iya, tempat tidurnya terkesan minimalis dengan rangka dari kayu dengan kasur berseprai putih plus sehelai kain tenun tradisional berwarna hitam bercorak aneka warna di ujung kasur sebagai pemanis.

 

IMG_6086
horeeeee…… air tawar….. keramaaaaasssss…..

 

IMG_6085
toiletnya bagus, bersih

 

Karena sudah 4 hari 3 malam tidak bertemu dengan air tawar, jadilah malam ini semua rebutan untuk mandi dan keramas. Dan saya memilih untuk giliran terakhir saja, supaya lebih puas mandinya. Saya menuju ke lobi untuk mengakses wifi, karena 3 hari terakhir provider yang saya gunakan tidak ada sinyalnya :D

Jadilah malam itu saya nongkrong di lobi untuk sekedar mengecek email dan sosmed, kali-kali aja ada yang penting :D

Sekitar 1 jam kemudian, saya kembali ke kamar dan menemukan Ciwi dan Windy dengan kepala masing-masing berbalut handuk. Duh, mereka udah mandi dan keramas, senangnya…. Saya bergegas ke kamar mandi, dan begitu air mengucur dari shower, mengguyur kepala, rasanya………….

Selesai mandi, saya memutuskan untuk langsung packing isi carrier supaya besok pagi tidak berburu-buru, mengingat penerbangan saya adalah jam 9 pagi. Dan setelah carrier rapi, saya memutuskan untuk langsung tidur, kasurnya seperti memanggil-manggil dengan manja. Masih sempat terdengar sayup-sayup Windy dan Ciwi ngobrol tentang chat di group sebelum akhirnya semua hening.

Saya terbangun ketika alarm berbunyi, sudah jam 5 pagi. Rasanya baru sebentar terlelapnya dengan tubuh lurus di atas kasur yang empuk, ternyata sudah pagi. Mumpung Windy dan Ciwi belum bangun, saya bergegas mandi dan siap-siap. Jam 7 pagi saya sudah duduk manis di restoran hotel untuk menikmati sepiring omelet sebagai menu sarapan. Hmm….. menikmati matahari pagi, udara segar, suasana yang cukup sepi sambil menyeruput air putih dan sepiring omelet, bahagia………

 

IMG_6128
pemandangan bandara dari depan hotel

 

IMG_6135
nah, itu Hotel Exotic Komodo dilihat dari bandara

 

Karena penerbangan saya lebih dulu daripada flight yang digunakan oleh Ciwi dan Windy, saya pun meninggalkan kamar lebih dulu dari mereka. Dari hotel, saya hanya harus menyeberangi jalan raya untuk mencapai bandara Komodo. Bangunan bandara ini masih baru, bersih dan rapi. Pemeriksaan penumpang pun lebih ketat dengan standar internasional. Sewaktu akan melewati detektor logam, petugasnya dengan sopan meminta penumpang untuk menempatkan barang-barang seperti handphone, jam tangan, kunci, ikat pinggang dan lain-lainnya ke dalam sebuah tempat plastik agar tidak memicu alarm dari alat detektor tersebut. Suasana bandaranya cukup ramai.

 

IMG_6131
bandaranya baru, bersih, rapi, teratur

 

IMG_6133
tuh, masih baru banget bangunannya, masih bersih abiiiiiiiisssss……

 

IMG_6130
menyenangkan itu adalah……. melihat bocah-bocah itu bermain dengan wajah penuh senyuman

 

Selesai check-in, saya menuju ruang tunggu di lantai 2. Dan sebelum masuk ke ruang tunggu, mata saya melihat sebuah counter mini yang menjual aneka kain tenun dan suvenir khas dari NTT. Mata saya tergoda melihat kain tenun aneka warna, tapi mengingat carrier sudah gendut, akhirnya saya hanya membeli kopi khas NTT sebagai oleh-oleh. Ibu yang menjaga counter ini sangat ramah. Selama melihat-lihat kain tenun, beliau dengan sabar menjelaskan motif-motif, warna dan penggunaan dari kain-kain tenun tersebut. Dan ketika terdengar panggilan bagi penumpang yang akan flight ke Jakarta, saya segera masuk ke ruang tunggu dan langsung menuju pintu untuk boarding.

 

IMG_6142
nemu counter ini di depan ruang tunggu bandara, rasanya…………… :D

 

IMG_6143
kain tenunnya bikin kalap

 

IMG_6140
nah, itu ibu yang punya toko, ntar… cari kartu namanya dulu…lupa :D

 

IMG_6136
ruang tunggu bandara Komodo ini juga bersih banget

 

Dari ruang tunggu saya berjalan menuju lorong kaca menuju landasan bandara, di mana sebuah pesawat ATR telah siap diberangkatkan. Karena Labuan Bajo merupakan bandara kecil, amka pesawat yang bisa mendarat di sini adalah pesawat berjenis ATR atau pesawat berbaling-baling. Kalau biasanya saat di pesawat posisi seat berada lebih tinggi dari sayap pesawat, kali ini posisi sayap berada di atas seat. Dan seperti biasa, saya mendapatkan seat persis di samping jendela. Yeay…. Saya siap menikmati indahnya alam Indonesia Timur dari udara!

 

IMG_6144
Bandar udara Komodo – Labuan Bajo

 

IMG_6145
dan di sepanjang lorong itu, karpetnya juga bersih…. tiap hari disedot pake vacuum cleaner kayaknya :D

 

IMG_6146
itu pesawat ATR yang akan saya naiki

 

IMG_6147
ga pake garbarata, ga pake bus, jalan kaki menujuu pesawat ditemani sinar matahari yang aduhai….

 

Dari Labuan Bajo, pesawat yang saya naiki akan transit sebentar di Kota Ende. Let’s fly…….

 

IMG_6148
bismillah…… let’s fly….

 

Melihat alam Indonesia bagian Timur dari udara merupakan pengalaman pertama bagi saya. Menyaksikan daratan berbukit-bukit bagaikan lukisan, dengan kelompok-kelompok pemukiman masyarakat yang tersebar, sungguh indah. Bukit-bukit berwarna coklat bercampur hijau yang saling sambung-menyambung membuat mata saya tidak berhenti melihatnya. Awan putih terlihat berarak rendah, seolah-olah menyentuh perbukitan itu. Nun jauh di sebelah kanan saya, terlihat sebuah gunung dengan rangkaian awan putih di sekitarnya. Mendekati Kota Ende, mata saya disuguhi pemandangan gradasi air laut dan buih putih gelombang, pemukiman penduduk, kebun pisang, dan perbukitan.

 

IMG_6149
pemandangan seperti ini yang bisa dilihat selama perjalanan Labuan Bajo – Ende

 

IMG_6155
pemandangan dari jendela pesawat ATR Labuan Bajo – Ende

 

IMG_6152
setelah sekian lama ga pernah naik pesawat berbaling-baling, akhirnya…

 

IMG_6158
perbukitan, pemukiman, awan, langit…

 

Di Kota Ende, pesawat transit sekitar 30 menit untuk menurun/naikkan penumpang yang akan menuju ke Kupang. Sekilas dari jendela pesawat saya melihat bangunan bandara Ende, sebuah bangunan 1 lantai, beratap kuning. Setelah penumpang yang akan menuju Kupang naik ke pesawat, penerbangan pun dilanjutkan. Kali ini saya akan transit kembali di Kota Kupang, ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur.

 

IMG_6165
mendekati Kota Ende, pemandangannya makin eksotis

 

IMG_6166
terbang rendah di atas lautan, dengan pemandangan seperti ini, rasanya…..

 

IMG_6167
pemukiman penduduk di sekitar bandara di Kota Ende

 

IMG_6168
hello Ende……

 

IMG_6170
transit sebentar untuk kemudian terbang lagi menuju Kupang

 

Penerbangan Ende – Kupang ditempuh selama kurang lebih 50 menit, sama dengan waktu tempuh Labuan Bajo – Ende. Di Kupang saya akan ganti pesawat yang lebih besar. Sepanjang penerbangan Ende – Kupang, kembali mata saya disuguhi pemandanganan indahnya alam Indonesia Timur. Gradasi hijau toska air laut, dan sebaran pemukiman warga. Saya transit di sini kurang lebih 1 jam 55 menit, waktu yang cukup panjang untuk melihat sekitar bandara dan masyarakat di sana. Namun karena ternyata matahari di Kupang luar biasa panasnya, niat saya untuk melihat ke luar bandara akhirnya saya batalkan. Dan saya memilih untuk duduk di ruang tunggu saja sambil menyelesaikan “Titik Nol” yang menemani penerbangan dan perjalanan saya kali ini.

 

IMG_6171
travelmate kali ini :)

 

IMG_6173
pemandangannya ga kalah cantik

 

IMG_6174
karena masih menggunakan pesawat ATR, jadi puas melihat pemandangan indah Indonesia bagian Timur ini

 

IMG_6176
cakep…….

 

IMG_6178
makin ga sabar untuk explore bagian Timur Indonesia

 

IMG_6180
hore…….. hampir mendarat di Kupang….

 

Pukul 13.35 wit, pesawat boeing yang saya naiki meninggalkan landasan pacu Bandara Kupang. Bye-bye Kupang…. Semoga next time saya akan berhasil menjelajahi indahnya alam di sana.

 

IMG_6182
menemukan pesawat lama di pinggir bandara Kupang

 

IMG_6183
Halo Kupang…… finally I’m here….

 

IMG_6184
ngadem di ruang tunggu aja, panasnya ga nahan :D

 

IMG_6192
kali ini ganti pesawat yang lebih gede, karena penerbangan bakal lebih lama dan jarak tempuh lebih panjang

 

IMG_6193
see you, Kupang…. wait for my next trip…

 

Dari Kupang, burung besi putih berlogo biru ini akan terbang menuju Denpasar sebelum destinasi akhirnya di Jakarta. Penerbangan saya kali ini betul-betul seharian, mulai dari Labuan Bajo, Ende, Kupang, Denpasar dan terakhir Jakarta. Penerbangan Kupang – Denpasar memakan waktu sekitar 2 jam. Di Denpasar pesawat transit sekitar 30 menit sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.

 

IMG_6196
singgah sebentar di Denpasar, ngintip dari balik kaca jendela aja :D

 

IMG_6198
penerbangan kali ini, kenyaaaaaaaaannnnnggggg….. hihihihihi…..

 

IMG_6199
see you Bali,numpang transit aja ya….

 

IMG_6200
masih bisa melihat daratan Pulau Bali, sebelum akhirnya merem karena perjalanan panjang ini

 

Dan akhirnya, setelah penerbangan yang panjang ini, pukul 17.00 wib saya pun tiba di bandara Soekarno Hatta, finally.

Hello Jakarta…… see you again!

Selesai sudah perjalanan panjang trip kali ini, 4 hari 3 malam menjelajahi lautan dan pulau-pulau cantik nan eksotis di Indonesia Timur, dilanjutkan dengan penerbangan panjang dari timur menuju barat.

Terima kasih untuk semua teman-teman seperjalanan, seperkapalan, dan seperbaperan :p

Trip kali ini sungguh menyenangkan dan TOP BGT!

Ga sabar untuk ngetrip bareng kalian lagi.

 

DCIM101GOPROGOPR1196.
hallo…… kapan kita seru-seruan lagi???

 

DSC_5030
4 hari 3 malam ternyata cukup membuktikan keseruan kita semua, termasuk kapten dan mas-mas ABK…..

 

Note.
Thanks to mas Har, Imel, Wuki Traveler yang sudah memperbolehkan foto-foto serunya di-share di sini.