Tidore #2 – Pantai Akesahu, Sensasi Berendam Air Panas dengan Pemandangan Laut yang Indah

EVY_5366

 

Biasanya, untuk mencari kolamair panas yang bisa digunakan untuk berendam, orang akan pergi ke dataran tinggi atau daerah pegunungan. Namun berbeda dengan yang ada di Tidore, di sini, kita bisa berendam sambil menikmati indahnya pemandangan laut lepas yang terbentang di depan mata. Ya, di Pantai Akesahu, kita bisa menikmati nyamannya berendam air panas sambil menikmati suasana laut.

 

EVY_5376
destinasi wisata Akesahu Mafumuru

 

EVY_5373
taman yang ada di dekat akses masuk Pantai Akesahu Mafumuru

 

EVY_5375
akses masuk menuju Pantai Akesahu Mafumuru

Sumber air panas ini letaknya di Pantai Akesahu, Dusun Akesahu, Desa Dowora, Kelurahan Taso, Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Terdapat 2 sumber air panas di sekitar Pantai Akesahu, (1) kolam alami dengan struktur kolam pasir yang dikelilingi bebatuan, (2) kolam buatan yang telah dibeton. Saat saya berkunjung ke Tidore, yang saya tuju adalah sumber air panas dengan kolam alami.

 

EVY_5363
akses menuju sumber air panas Akesahu Mafumuru

 

EVY_5364
pemandangan yang didapat dari lokasi sumber air panas Akesahu Mafumuru

 

EVY_5365
kolamnya hanya bisa dimasuki sekitar 3 orang dewasa, tapi pemandangannya….. cihuy!!!

Lokasinya yang berada persis di pinggir jalan utama, sangat mudah ditemukan, cukup ditempuh selama 30 menit dari Pelabuhan Rum. Memasuki area wisata Akesahu Mafumuru, terlihat beberapa bangku kayu yang dicat warna-warni, cukup sebagai tempat bersantai menikmati hari. Untuk mencapai kolam air panas Akesahu, pengunjung harus menuruni jalanan tanah berbatu yang terletak di sebelah kanan area wisata. Sebuah gapura bertuliskan Akesahu – Mafumuru yang terbuat dari kayu yang dicat merah dengan tulisan berwarna kuning, terasa begitu eye catching. Jalanan tanah berbatu yang menjadi akses untuk mencapai kolam air panas memiliki pembatas dari bamboo yang dicat merah dan putih berfungsi sebagai pegangan dan pengaman bagi pengunjung. Dari ujung atas pintu masuk area Akesahu, terlihat lautan luas membentang.

 

IMG_9643
menikmati siang sembari berendam air panas dengan pemandangan laut lepas, perfect!

 

IMG_9645
berendam…. berendam…

 

IMG_9653
tua, muda, besar, kecil, semua menikmati

Meniti jalanan tanah berbatu yang cukup curam ini, pengunjung harus sangat berhati-hati. Kondisi tanah yang kering dan lepas bisa menyebabkan tergelincir. Menyusuri turunan sekitar 10 meter, saya tiba di pinggir pantai berbatu. Lokasi sumber air panas terletak di sisi kiri, sekitar 3 meter dari akhir turunan yang tadi saya lewati. Kolam sumber air panas yang dimaksud berupa sebuah kolam sederhana dengan kapasitas sekitar 3 orang dewasa, dikelilingi oleh bebatuan besar yang disusun secara acak.

 

EVY_5369
tempat yang sempurna untuk menikmati hari sambil bersantai

Siang itu, ketika saya tiba di kolam air panas, terlihat beberapa masyarakat setempat yang sedang asyik berendam air panas dan bermain di pinggir laut. Kolam ini benar-benar berada persis di tepi laut. Bahkan, apabila gelombang yang datang cukup besar, air laut akan masuk ke dalam kolam. Oh iya, air panas yang ada di kola mini berupa air tawar. Jadi , walaupun letaknya sangat dekat dengan laut, tapi airnya tetap tawar.

 

EVY_5371
jalan setapak yang menjadi akses menuju lokasi kolam air panas

 

EVY_5362
siapkan kaki, tangan dan napas :D

Menikmati indahnya pemandangan laut sambil berendam air panas, ditemani nyanyian daun yang tertiup angin, it was too perfect! Jangan khawatir, walaupun letaknya persis di pinggir laut, tapi lokasi kolam air panas ini cukup teduh dengan adanya pepohonan yang cukup besar di sekitarnya.

 

EVY_5370
apabila di depan yang bisa dilihat adalah laut, di bagian belakang pengunjung akan disuguhi pemandangan gunung yang tinggi menjulang

 

IMG_9641
ayo liburan ke Pantai Akesahu Mafumuru! Ini Indonesia!

Tidore #1 – Tugu Juan Sebastian de Elcano dan Mangrove di Mafututu

IMG_9630

Perjalanan Year-End Trip saya masih berlanjut, tidaklah lengkap bercerita tentang Ternate tanpa mengunjungi Tidore. Dan pagi ini, saya bersiap untuk mengunjungi daerah yang digelari pulau seribu mesjid itu. Keinginan act as a local people, pagi itu saya dan teman-teman sengaja ingin mencoba kendaraan umum di Kota Ternate. Beruntungnya kami, Hotel Surya Pagi yang menjadi rumah kami kemarin letaknya sangat strategis, hanya sekitar 15 meter dari persimpangan Jalan Kapitan Pattimura.

 

IMG_9589
menunggu angkot untuk ke Pelabuhan Bastiong

Setelah check out, kami pun berjalan kaki sedikit menuju perempatan Jalan Kapitan Pattimura. Setelah menunggu beberapa saat, lewatlah sebuah angkutan umum (angkot) berwarna biru di depan kami. Sesuai pesan dari ibu resepsionis di hotel, sebelum naik tanyakanlah terlebih dulu, apakah angkutan ini akan melewati tujuan yang kita inginkan? Setelah memastikan bahwa angkot akan melewati Pelabuhan Bastiong, saya dan teman-teman pun naik. Jarak Pelabuhan Bastiong dari perempatan Jalan Kapitan Pattimura sekitar 3.1 km dan apabila ditempuh dengan menggunakan angkutan umum akan memakan waktu sekitar 11 menit. Bapak supir angkutan umum mengantarkan kami hingga ke depan dermaga Pelabuhan Bastiong, and you know what? Ongkosnya hanya Rp 5.000 per orang!

Berbekal informasi yang saya dapatkan, dari pelabuhan ini kami bisa menyeberang menuju Tidore dengan beberapa cara; (1) menyewa speedboat dengan biaya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 oneway, (2) menggunakan speedboat umum (bersama masyarakat lokal) dengan biaya (hanya) Rp 10.000 per orang. Dengan mempertimbangkan biaya dan waktu (karena apabila menaiki speedboat umum, kami harus menunggu hingga speedboat penuh), akhirnya kami memutuskan untuk menyewa saja. Sepakat di angka Rp 100.000 dengan pemilik perahu, akhirnya saya dan teman-teman bisa segera menyeberang ke Tidore.

 

IMG_9590
siap-siap menyeberang ke Tidore

 

IMG_9610
let’s go to Tidore!

 

IMG_9617
hello Tidore…

Speedboat bergerak kencang, membelah lautan di perairan Ternate – Tidore ini. Di depan terlihat Pulau Maitara yang selama ini hanya bisa saya lihat di lembaran uang Rp 1.000 edisi tahun 2013, cantik! Perjalanan Ternate – Tidore menggunakan speedboat hanya memakan waktu kurang dari 10 menit!

 

IMG_9618
dari Pelabuhan Rum di Tidore, bisa melihat Pulau Ternate dan Maitara

 

IMG_9621
speedboat seperti ini yang mengantarkan saya menyeberang menuju Pulau Tidore

Tujuan pertama saya di Pulau Tidore ini adalah Tugu Juan Sebastian de Elcano. Tugu ini merupakan situs pendaratan kapal Angkatan Laut Spanyol pada tahun 1521 di pantai Kelurahan Rum, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Rum Balibunga, Kota Tidore. Tugu yang ada di situs itu dibangun pada 30 Maret 1993 oleh Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia sebagai peringatan lokasi mendaratnya kapal Angkatan Laut Spanyol. Kapal Angkatan Laut Spanyol “Trinidad” dan “Victoria” yang mendarat di Tidore dipimpin oleh Juan Sebastian de Elcano dalam ekspedisinya mengelilingi dunia di tahun 1521. Kapal Trinidad dan Victoria berlabuh selama sebulan di Pantai Rum.

 

EVY_5346
lokasi Tugu Sebastian de Elcano di Pantai Rum

 

EVY_5347
tugu yang dibangun oleh Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia sebagai peringatan mendaratnya kapal “Trinidad” dan “Victoria” di Tidore

Kondisi Tugu Juan Sebastian Elcano saat ini sangat memprihatinkan. Komplek tugu yang terletak di pinggir Pantai Rum tampak tidak terpelihara. Pagar beton bercat kuning pucat itu tampak kotor. Pintu pagar yang terbuat dari besi berwarna hitam bahkan separuhnya sudah lepas dari tempatnya, dan tergeletak di tanah dalam kondisi rusak. Tugu bersejarah itu tampak kotor, mengingat letaknya yang berada di bawah sebatang pohon besar, areanya dipenuhi dengan daun kering, beberapa sampah plastik, serta botol minuman kemasan.

 

EVY_5352
pemandangan Pulau Maitara dari lokasi Tugu Juan Sebastian de Elcano

Tugu peringatan yang terbuat dari batu marmer berwarna hitam tampak kotor. Bahkan tulisannya pun sudah sedikit susah untuk dibaca. Tugu yang memuat tulisan berbahasa Indonesia, Inggris dan Spanyol ini berisikan keterangan merapatnya Kapal “Trinidad” dan “Victoria” di Pantai Rum.

En memoria de Juan Sebastian De Elcano y delas tripulaciones de los navíos “Trinidad” y “Victoria” que arribaron a esta isla de Tidore el 8 de Noviembre de 1521 dando vela a España el 18 de Diciembre de 1521 llevando a cabo la primera circunnavegación de la tierra.
La embajada de España el buoue escuela de la armada Española “Juan Sebastian de Elcano”

Untuk memperingati Juan Sebastian De Elcano beserta awak kapal-kapal “Trinidad” dan “Victoria” yang merapat di Pulau Tidore tanggal 8 Nopember 1521 dan melanjutkan pelayarannya ke Spanyol pada tanggal 18 Desember 1521. Dalam pelayarannya mengelilingi dunia yang pertama.
Kedutaan besar Spanyol, Kapal Latih Angkatan Laut Spanyol “Juan Sebastian de Elcano”

In memory of Juan Sebastian de Elcano and the crews of ships “Trinidad” and “Victoria” who landed ini this island of Tidore on November 8th 1521 and set out its course for Spain on December 18th 1521, to accomplish the first circumnavigation of the globe.
The Embassy of Spain, The Training Ship of the Spanish Navy “Juan Sebastian de Elcano”

Kawasan Mangrove – Kampung Mafututu, Tidore Timur

IMG_9638

Setelah mengunjungi Tugu Juan Sebastian de Elcano, perjalanan saya berlanjut menuju kawasan mangrove di Pulau Tidore. Kampung Mafututu, yang lokasinya tidak seberapa jauh dari lokasi Tugu Juan Sebastian de Elcano ini merupakan area mangrove. Terletak di tepi jalan beraspal hitam yang mulus, berbatasan dengan tebing batu di sisi jalan lainnya. Lokasinya yang lumayan sepi, membuat suasana di tanjung ini sangat nyaman. Batuan besar tampak tersusun acak di batas laut dan daratan, sungguh menggoda untuk hunting foto dengan pemandangan yang tidak biasa. Sederetan pohon mangrove tampak bercumbu dengan air laut yang terkadang beriak disapu hembusan angin.

 

EVY_5357
lokasinya sepi dan tenang

 

EVY_5356
lokasinya instagramable (meminjam istilah anak jaman now) untuk foto-foto

 

EVY_5358
deretan mangrove cantik di Kampung Mafututu

Gemerisik angin dari sela-sela daun mangrove menghasilkan alunan musik alam yang sangat indah. Berkolaborasi dengan suara air laut yang pecah di bebatuan, membuat saya betah duduk di sebuah batu besar yang ada di sana.

 

IMG_9640
pemandangannya cantik

Jalanan di Kampung Mafututu ini boleh dibilang sangat sepi. Sepanjang saya berhenti di sana, hanya ada sekitar 3 kendaraan roda 2 yang melintas. Matahari yang bersinar cerah, dengan langit biru membentang, dan beberapa spot awan putih, sungguh menyajikan pemandangan yang menyenangkan. Menikmati pemandangan yang tidak akan pernah saya dapatkan di ibukota ini dalam beberapa saat, akhirnya saya melanjutkan perjalanan. Masih banyak destinasi di pulau ini yang akan saya datangi dan nikmati.

 

IMG_9635
di manapun, this is Indonesia!!!

Rio, a Dive Master from Tidore

EVY_5767 profil

This is Rio Timara Alting, or just called Rio, a very great young man in water. As a dive master, of course he really understands the condition of the sea more than us. When I and my friends do snorkeling activities, we feel safe, because he is very concerned about safety effects. He is very friendly, funny and responsible. Rio, who taught me to swim without a buoy in the ocean. And he also gave me the first experience to try diving. I recommend this young man to be a guide if you want to try to enjoy the natural beauty around Ternate and Tidore.

 

IMG_5588
what a great shot! (photo by @AriefPattiiha)

 

WhatsApp Image 2018-02-17 at 00.05.01
need a dive buddy? just find Rio

 

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.15.21-2
let’s get fun!

He likes to play musical instruments, especially guitars. Currently he is in the process of completing its Dive Master program in PADI. His dive experiences include Ternate, Tidore, Morotai, North Halmahera, South Halmahera and Central Halmahera. To support his diving hobby, he is incorporated in the KPL community, Shark Diving Indonesia, KBC Dive and Dive Pro Malut.


EVY_5764 profil

 

WhatsApp Image 2018-02-17 at 00.05.04
in Kokoya island

 

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.17.11
Rio and his gun, photo by @zulen07

 

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.28
hello you…. photo by @rioalting

 

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.32-2
pompom crab, photo by @rioalting

 

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.41
Maroon Clownfish, photo by @rioalting

He is also powerful in underwater photography and video. You can see the results of his work in social media. You can see the underwater natural beauty around the area of North Maluku through his work.

in Jikomalamo, Ternate

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.14

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.36-2

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.14.37

WhatsApp Image 2018-02-20 at 22.17.57

If you want to get acquainted and learn how to dive, he can be contacted through:

– Facebook: Rio Timara Alting
– Instagram: rioalting
– e-Mail: rioalting@gmail.com
– Phone / WA: 081340366200

Ternate – Transportasi, Akomodasi dan Kuliner

EVY_5632

Biasanya, sebelum merencanakan untuk pergi ke suatu daerah, saya sudah mengumpulkan informasi mengenai segala sesuatu yang akan dibutuhkan selama di sana, contohnya transportasi, penginapan, tempat kuliner, serta destinasi apa saja yang bisa didatangi. Di sini saya ingin bercerita mengenai transportasi, penginapan dan destinasi wisata yang sempat saya kunjungi selama Year-End Trip ke Ternate di akhir tahun kemarin.

I. Transportasi

Di Ternate, transportasi umum yang saya temui adalah angkot dan ojek motor. Untuk pengunjung yang membutuhkan transportasi yang lebih private, di sana banyak penyewaan mobil untuk berkeliling. Biasanya driver di sana merangkap juga sebagai tour guide, at least mereka paham destinasi-destinasi favorti yang biasa dikunjungi. Ini ada beberapa tips dalam menyewa mobil dan tour guide:

  1. Usahakan sudah mendapatkan transportasi sebelum berangkat ke Ternate. Sebaiknya cari informasi terlebih dulu dari mereka yang sudah pernah ke sana, biasanya akan diberi rekomendasi driver/tour guide;
  2. Pastikan bahwa harga yang kita inginkan telah disepakati dengan jelas. Karena, terkadang ada driver yang nakal, menaikkan tarif seenaknya dengan alasan ada tamu yang berani menawar dengan harga lebih tinggi, atau mengurangi jam penyewaan (umumnya harga yang ditawarkan adalah harga sewa selama 12 jam, biasanya sampai jam 8 malam);
  3. Sehari sebelum tiba di Ternate, informasikan penerbangan yang digunakan untuk memastikan waktu penjemputan;
  4. Berikan list destinasi yang akan dikunjungi supaya driver/tour guide bisa mengatur rute yang akan dilalui sehingga lebih efisien waktu;
  5. Apabila beruntung dan mendapatkan driver/tour guide yang paham dengan sejarah dan tempat-tempat unik di sana, berbahagialah J city tour pasti akan lebih menyenangkan.

Berikut beberapa tour guide/driver yang saya rekomendasikan:

  1. Rio – 081340366200;
  2. Gani – 081340536734;
  3. Ai – 08114315880.

II. Penginapan

Memilih penginapan untuk tempat beristirahat memang susah-susah gampang. Apalagi di daerah yang belum pernah kita kunjungi. Berikut beberapa penginapan yang sudah saya coba sendiri selama di Ternate.

  1. Hotel Surya Pagi
IMG_9585
Hotel Surya Pagi

Hotel ini terletak di Jalan Stadion No. 7, Tanah Tinggi Bar, Ternate Selatan, Kota Ternate. Bangunan hotel ini tidak lah baru. Dengan tembok berwarna krem dan kombinasi porselen putih. Bangunannya berlantai 3 dengan halaman parkir yang cukup luas. Di samping pintu masuk terdapat sebuah bangku besi panjang yang dicat putih dengan hiasan daun-daun berwarna kuning dan orange yang membuat kesan seperti sedang berada di taman bunga. Area front desk-nya luas dengan 2 set kursi tamu yang besar. Meja resepsionis berada tepat di depan pintu masuk, dengan meja kayu tinggi berwarna coklat dan beberapa pot bunga besar di sudut-sudutnya.

 

IMG_9583
area parikirnya luas

 

IMG_9581
kursi besi berwarna putih yang terdapat persis di samping pintu masuk Hotel Surya Pagi

 

IMG_9580
meja resepsionisnya penuh bunga

 

IMG_9496
lobi Hotel Surya Pagi

Saya mendapatkan kamar di lantai 2 yang terletak di bagian belakang. Dari area resepsionis, saya harus melewati lorong menuju bagian belakang hotel, melewati lorong yang ditata penuh bunga segar, kemudian berbelok ke kanan, melewati area tempat makan kemudian menaiki tangga beton. Saya dan teman-teman mendapatkan kamar nomor 215, 216 dan 217 yang letaknya saling bersebelahan. Kamar saya terdiri dari 2 tempat tidur single dengan sprei putih. Kamar mandi terletak di ujung kanan kamar, persis di sebelah meja porselen dengan kaca besar di atasnya. Kamar mandi menggunakan shower dan toilet duduk, serta sebuah wastafel yang terletak persis di sebelah kiri pintu masuk.

 

IMG_9571
kamar dengan twin bed

 

IMG_9573
meja porselen dengan kaca besar di atasnya, persis di sebelah pintu kamar mandi

 

IMG_9499
toilet duduk dengan shower dan wastafel

Kebersihan kamar cukup baik, begitu pula dengan kamar mandinya. Karena kamar saya berada di bagian tengah, konsekuensinya adalah tidak memiliki jendela. Kamar yang memiliki jendela adalah kamar nomor 215 yang letaknya di sebelah kiri kamar saya, ada sebuah jendela besar dengan tirai coklat bermotif.

 

IMG_9503
kamar 215 dengan jendela besar di sisi kirinya

 

IMG_9577
215 – 216 – 217

 

IMG_9579
rate kamar di Hotel Surya Pagi

Lokasi hotel ini sangat strategis karena hanya sekitar 15 meter dari persimpangan Jalan Kapitan Pattimura yang dilewati oleh angkutan umum. Oh iya, yang istimewa dari Hotel Surya Pagi adalah sarapannya. Hmm…. yummy dan bikin ingin nambah, lagi… lagi…. dan lagi….. Menu nasi dengan ikan khas, pisang goreng (asli, ini pisangnya enak banget! Saya sukses menghabiskan 3 potong besar pisang goreng saat sarapan) dan roti dengan berbagai toping, dijamin bikin kenyang. Dan yang terpenting, sarapan tersedia mulai jam 7 hingga jam 10 pagi, sepuasnya!

 

IMG_9587
dari persimpangan ini, beberapa angkutan umum lewat dengan berbagai tujuan

 

IMG_9589
act as a local, ceritanya lagi nunggu angkot untuk ke Pelabuhan Bastiong

 

 

2. Hotel Austine

IMG_0849
pemandangan Gunung Gamalama dari jendela kamar di lantai 3

Hotel kedua yang saya jadikan tempat menginap saat di Ternate adalah Hotel Austine, terletak di Jalan Christina Martha Tiahahu No. 188, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate. Hotel ini terbilang cukup baru dilihat dari kondisi bangunannya. Tersedia 2 jenis kamar, with view dan no view. Apabila ingin mendapatkan kamar dengan pemandangan Gunung Gamalama, mintalah kamar di lantai 3. Kondisi kamar rapi dengan kamar mandi yang bersih. ada kaca besar yang memisahkan kamar tidur dan kamar mandi, jadi agak berasa seperti di dalam akuarium, but don’t worry, ada tirainya kok. Untuk menu sarapan, I think it’s so so lah… :D

 

IMG_0812
this is my room, at third floor with view

 

IMG_0810
TV yang selama menginap tidak pernah dinyalakan (in every hotel), holiday = no TV

 

IMG_0813
toiletnya bersih banget

 

IMG_0816
shower with hot and cold water

 

IMG_0815
kamari tidur dilihat dari kaca besar yang ada di dinding kamar mandi

 

IMG_0835
restoran yang terletak di lantai 1

 

IMG_0834
menu sarapan pagi kali ini

Hotel ini dekat dengan Pasar Swering yang menjual kerajinan khas Ternate yang terbuat dari besi putih. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit dari hotel. Selain itu, hotel ini juga dekat dengan Pantai Falajawa, hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit untuk mencapai pantai dengan berjalan kaki. Point plus dari hotel ini, stafnya sangat helpfull dan friendly. Menyenangkan.

 

IMG_0838
jalanan di samping hotel menuju Pasar Swering

 

IMG_0839
Pasar Swering, tempat yang menjual suvenir besi putih khas Ternate

III. Kuliner

Bicara kuliner di Ternate, tentu tidak bisa terlepas dari kenikmatan aneka makanan laut. Ikan beraneka ragam yang bisa dimasak dengan berbagai cara, kaya bumbu, dan pasti bikin lidah menari. Berikut beberapa kuliner yang saya coba:

  1. Ikan Bakar Terminal
IMG_0828
ikan bakar terminal

 

Lokasinya di belakang terminal angkot. Berupa tenda sederhana, namun pengunjungnya sangat ramai. Ikan segar berjejer di atas meja yang terletak di samping tempat pemanggangan. Tinggal pilih dan bilang, mau dimasak apa?

 

IMG_0823
silakan dipilih ikannya…

 

IMG_0825
ikan bakar, tumis kangkung, nasi putih panas dan sambal……

 

IMG_0826
pengunjung yang datang silih berganti, ramai!

 

 

2. Restoran Royal

Pertama kali berkunjung di Ternate, saya dan teman-teman mencoba untuk makan di restoran ini, karena letaknya yang dekat dengan hotel tempat kami menginap. Waktu yang tidak memungkinkan kami untuk berkeliling mencari tempat makan, akhirnya membawa kami ke sini. Menu yang disajikan khas menu restoran dengan harga yang tidak berbeda dengan restoran di Jakarta.

 

IMG_9574
udang telur asin – sop ikan – capcay – cumi goreng tepung -nasi putih

 

3. RM. Kamis

IMG_9504
RM. Kamis

 

Rumah makan ini saya singgahi begitu mendarat di Ternate untuk pertama kalinya. Sebuah rumah makan yang terletak di gang kecil diapit tembok rumah penduduk, namun nasi kuning dan lontong sayurnya, jagoan! Alamatnya di Jl. MT Habib Abubakar Al Attas, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

 

IMG_9505
nasi kuning Ternate

 

IMG_9506
lontong sayur Ternate

 

Beberapa tempat makan kecil, namun dengan menu yang sangat lezat di lidah.

IMG_0027
es alpukat (saya lupa nama tempat makannya, namun lokasinya di depan Taman Nukila)

 

IMG_0806
nasi goreng cakalang (lokasinya di dekat Pasar Swering)

 

IMG_0867
ikan bakar (lokasinya lupa)

 

IMG_0868
aneka ikan bakar yang namanya baru saya dengar di sana

 

TXMZ4456
es kacang merah, namu di Ternate namanya beda (lagi-lagi lupa namanya)